Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Penggelembungan Nilai Uang Panai Perspektif Maqasid Asy-Syari’ah

Kalosara: Family Law Review · Vol. 2 No. 2 (2022)

DOI
10.31332/kalosara.v2i2.5236
ISSN
2807-2162, 2807-3177
Published
2022-12-31
Publisher
Institut Agama Islam Negeri Kendari

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kasus masyarakat bugis di Desa Akuni Kecamatan Tinanggea sering kali terjadi pembatalan pernikahan dikarenakan masalah dalam penyebutan uang panai pada saat proses akad nikah yang berlangsung yang tidak sesuai dengan yang telah sebagaimana yang ditetapkan sesuai dengan permintaan pihak keluarga perempuan sebab itu menurut calon mempelai pengantin laki-laki merasa hal itu tidak dibolehkan untuk membohongi dengan menyebutkan mahar yang tidak sesuai dengan apa yang seharusnya disebutkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendapat masyarakat mengenai penggelembungan nilai uang panai terjadi di desa akuni kecamatan Tinanggea dan bagaimana dampak dari Penggelembungan nilai uang panai jika ditinjau dari Maqasid Asy-Syariah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumasi. Teknik analisis data dengan redukasi data dan pengecekan keabsahan temuan dengan tringulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan masyarakat mengenai penggelembungan nilai uang panai di Desa Akuni marak terjadi dikalangan beberapa keluarga, yang merupakan permintaan sepihak keluarga untuk dilakukan penggelembungan dalam penyebutan nilai uang panai, adalah thal tyang ttidak tbaik tuntuk tditerapkan tdimasyarakat, tkarena thal titu tdapat tmerugikan tdua bela pihak keluarga tyang tingin tmenyatu ttetapi tterpecahkan tkarena tgengsi tkeluarga tmereka, dengan itu tidak sesuai dengan ketentuan Maqasid Asy-Syariah dimana masyarakat di Desa Akuni tidak menerapkan perilaku Hifz ad-din yaitu perlindungan terhadap agama adalah hal yang paling utama sebagai salah satu persyaratan dalam pernikahan yang wajib dijaga karena merupakan ad-darurat (sangat penting) agar tercapai Maqasid asy-syariah, karena perlindungan terhadap agama merupakan tingkatan paling penting dalam Maqasid asy-syariah.

Collaboration network of the authors

28 authors · 49 co-authorship links · 14 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Muhammadiyah Kendari
  • STAI Al-Anwar Sarang Rembang
  • Universitas KH. A. Wahab Hasbullah
  • Hasanuddin University
  • Islamic University of Madinah
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ira TrisnawatiInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Siti Farrohah AliminaSTAI Al-Anwar Sarang Rembang2
Suarni SuarniUniversitas Muhammadiyah Kendari2
Muh. IdrisInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Yusuf YusufUniversitas Muhammadiyah Kendari1
Ahmadi AhmadiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Laode AnhusadarInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Aris Nur Qadar Ar RazakInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Habibullah HabibullahAffiliation unknown1
Nanang QosimUniversitas KH. A. Wahab Hasbullah1
Muh Asrianto ZainalInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
La Ode Muhammad Iman Abdi Anantomo UkeInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Nurjannah NurjannahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Muhammad Ripal HaliqInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Hasrullah HasrullahHasanuddin University1
Muhammad Umair AkramInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
AhmadAffiliation unknown1
Abdul Karim HidayatullahIslamic University of Madinah1
Muh. Abdillah Tri Febrianto AlwiAffiliation unknown1
Rosmini RosminiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Lian Mulyani MuthalibInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Ahmad RidhoInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Yoo Eka Yana KansilUniversitas Halu Oleo1
Imam AshariAffiliation unknown1
Anwar AnwarAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2807-2162/works, first harvested 29 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>Penggelembungan Nilai Uang Panai Perspektif Maqasid Asy-Syari’ah</dc:title><dc:creator>Nurlaela, Nurlaela</dc:creator><dc:creator>Alifuddin, Muhammad</dc:creator><dc:creator>Pratama, Finsa Adhi</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kasus masyarakat bugis di Desa Akuni Kecamatan Tinanggea sering kali terjadi pembatalan pernikahan dikarenakan masalah dalam penyebutan uang panai pada saat proses akad nikah yang berlangsung yang tidak sesuai dengan yang telah sebagaimana yang ditetapkan sesuai dengan permintaan pihak keluarga perempuan sebab itu menurut calon mempelai pengantin laki-laki merasa hal itu tidak dibolehkan untuk  membohongi dengan menyebutkan mahar yang tidak sesuai dengan apa yang seharusnya disebutkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendapat masyarakat mengenai penggelembungan nilai uang panai terjadi di desa akuni kecamatan Tinanggea dan bagaimana dampak dari Penggelembungan nilai uang panai jika ditinjau dari Maqasid Asy-Syariah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumasi. Teknik analisis data dengan redukasi data dan pengecekan keabsahan temuan dengan tringulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan masyarakat mengenai penggelembungan nilai uang panai di Desa Akuni marak terjadi dikalangan beberapa keluarga, yang merupakan permintaan sepihak keluarga untuk dilakukan penggelembungan dalam penyebutan nilai uang panai, adalah thal tyang ttidak tbaik tuntuk tditerapkan tdimasyarakat , tkarena thal titu tdapat tmerugikan tdua bela pihak keluarga tyang tingin tmenyatu ttetapi tterpecahkan tkarena tgengsi tkeluarga tmereka, dengan itu tidak sesuai dengan ketentuan Maqasid Asy-Syariah dimana masyarakat di Desa Akuni tidak menerapkan perilaku Hifz ad-din yaitu perlindungan terhadap agama adalah hal yang paling utama sebagai salah satu persyaratan dalam pernikahan yang wajib dijaga karena merupakan ad-darurat (sangat penting) agar tercapai Maqasid asy-syariah, karena perlindungan terhadap agama merupakan tingkatan paling penting dalam Maqasid asy-syariah.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Institut Agama Islam Negeri Kendari</dc:publisher><dc:date>2022-12-31</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.31332/kalosara.v2i2.5236</dc:identifier><dc:identifier>10.31332/kalosara.v2i2.5236</dc:identifier><dc:source>KALOSARA: Family Law Review; Vol 2 No 2 (2022); 209</dc:source><dc:source>2807-2162</dc:source><dc:source>2807-3177</dc:source><dc:relation>https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/kalosara/article/viewFile/5236/2144</dc:relation></oai_dc:dc>