Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Akulturasi Islam dalam Budaya Manggilo Pada Suku Tolaki

Kalosara: Family Law Review · Vol. 4 No. 2 (2024)

DOI
10.31332/kalosara.v4i2.10127
ISSN
2807-2162, 2807-3177
Published
2024-09-30
Publisher
Institut Agama Islam Negeri Kendari

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa praktek Budaya Manggilo yang dilakukan masyarakat tolaki di Kec.Unaaha dalam proses penyunatan anak dan kaitannya dengan Nilai nilai Islam bagi masyarakat dan agama. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis sosiologis melalui pendekatan normatif hukum. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Prosedur analisis data dilakukan melalui pemeriksaan, klasifikasi, verifikasi, analisis, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal, pertama pelaksanaan budaya manggilo dalam penyunatan anak yakni sesi pertama diawali dengan mandi suci, sesi kedua pengambilan dzikir atau merubah penampilan yang dilakukan setelah ritual berjalan. Sesi ketiga yaitu doa tolak bala permohonan atau pembacaan doa tolak bala. Kedua, akulturasi antara Islam dengan budaya manggilo terdapat pada hal yang menganjurkan pensucian diri dan jiwa. ada bacaan dan pujian kepada Allah dan membaca Sholawat. Fenomena tersebut menunjukan bahwa Islam adalah hukum yang hidup dan berkembang dan mampu bergumul dengan pesoalan-persoalan lokal, juga sebagai rasa syukur kepada Allah SWT. Ketiga, Pandangan Al Urf pada akulturasi budaya manggilo dalam prosesi penyunatan anak secara rukun dan syarat pelaksanaannya selalu mengikuti prinsip dan kaedah Islam dalam melakukan adat Manggilo kepada anak yang di dalamnya terdapat zikir dan cara menyucikan diri dalam bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. dan yang dianggap tidak sesuai akan ditinggalkan secara perlahan-lahan.

Collaboration network of the authors

38 authors · 74 co-authorship links · 2 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Andi YaqubInstitut Agama Islam Negeri Kendari3
Andi Novita Mudriani DjaoeInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Muh. IdrisInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Jabal NurInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Ahmad AhmadInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Hasim HasimInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Asni AsniUniversitas Islam Negeri Alauddin Makassar1
Indah LestariInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Muhammad Muflih YasirInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Nurfadilah NurfadilahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Nikmat NurlailaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Rusnam RusnamInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Arsyah ArdiansyahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Widya NengsiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Dedeng DedengInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Ita PurnamasariInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Siti SelamitaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Azizah Sitti HadijahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Enik AndrianiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Ipandang IpandangInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Abdul KhasanInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Jumiati JumiatiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Nurhidayat NurhidayatInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Wahyudi WahyudiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Baso Heru SofyanInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Muhammad HadiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Ananta Putri NuroktavianiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Iswandi IswandiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Riadin RiadinInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Dina NurhalizahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Hartanto NovandyInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Mustika AnggunInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Putri Mawaddah NurInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Zawulan ZawulanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2807-2162/works, first harvested 29 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>Akulturasi Islam dalam Budaya Manggilo Pada Suku Tolaki</dc:title><dc:creator>Diab, Ashadi L.</dc:creator><dc:creator>Kartini, Kartini</dc:creator><dc:creator>Ridha, Ahmad</dc:creator><dc:creator>Zakaria, Najia</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa praktek Budaya Manggilo yang dilakukan masyarakat tolaki di Kec.Unaaha dalam proses penyunatan anak dan kaitannya dengan Nilai nilai Islam bagi masyarakat dan agama. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis sosiologis melalui pendekatan normatif hukum. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Prosedur analisis data dilakukan melalui pemeriksaan, klasifikasi, verifikasi, analisis, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal, pertama pelaksanaan budaya manggilo dalam penyunatan anak yakni sesi pertama diawali dengan mandi suci, sesi kedua pengambilan dzikir atau merubah penampilan yang dilakukan setelah ritual berjalan. Sesi ketiga yaitu doa tolak bala permohonan atau pembacaan doa tolak bala. Kedua, akulturasi antara Islam dengan budaya manggilo terdapat pada hal yang menganjurkan pensucian diri dan jiwa. ada bacaan dan pujian kepada Allah dan membaca Sholawat. Fenomena tersebut menunjukan bahwa Islam adalah hukum yang hidup dan berkembang dan mampu bergumul dengan pesoalan-persoalan lokal, juga sebagai rasa syukur kepada Allah SWT.  Ketiga, Pandangan Al Urf pada akulturasi budaya manggilo dalam prosesi penyunatan anak secara rukun dan syarat pelaksanaannya selalu mengikuti prinsip dan kaedah Islam dalam melakukan adat Manggilo kepada anak yang di dalamnya terdapat zikir dan cara menyucikan diri dalam bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. dan yang dianggap tidak sesuai akan ditinggalkan secara perlahan-lahan.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Institut Agama Islam Negeri Kendari</dc:publisher><dc:date>2024-09-30</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.31332/kalosara.v4i2.10127</dc:identifier><dc:identifier>10.31332/kalosara.v4i2.10127</dc:identifier><dc:source>KALOSARA: Family Law Review; Vol 4 No 2 (2024); 109</dc:source><dc:source>2807-2162</dc:source><dc:source>2807-3177</dc:source><dc:relation>https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/kalosara/article/viewFile/10127/2789</dc:relation></oai_dc:dc>