AbstrakSeiring dengan berkembangnya teknologi informasi, apalagi di tahun politik ini hoax pun semakin menjamur di kalangan masyarakat khususnya milenial. Namun lepas dari itu, bahwa sarana media juga sangatlah baik jika digunakan untuk hal-hal bermanfaat seperti dakwah. Kini semakin dibutuhkan juru dakwah yang akrab dengan teknologi informasi sekaligus memahami teknik, strategi dan metode pemanfaatan media. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dan pengumpulan data diperoleh berdasarkan hasil wanwancara, observasi dan studi pustaka. Maka dari itu metode dakwah mau’idzah hasanah di era milenial cocok diterapkan untuk menimalisir maraknya berita hoax di media sosial. Para pemuda milenial/da’i harus memanfaatkannya semaksimal mungkin. Jika tidak, arus dakwah kian melambat dan tertinggal.Kata Kunci: Meode Dakwah Mau’dzah Hasanah, Hoax dan Milenial.
Collaboration network of the authors
2 authors ·
1 co-authorship link
· 1 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.