Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Dakwah Muhammadiyah dalam Membangun Kesadaran Nasional di Kendari Masa Pra Kemerdekaan: Perspektif Gerakan Sosial

Al-Munzir · Vol. 13 No. 2 (2020)

DOI
10.31332/am.v13i2.1968
ISSN
2620-326X, 1979-4894
Published
2020-12-31
Publisher
Institut Agama Islam Negeri Kendari

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran analitik tentang Dakwah Muhammadiyah dalam Membangun Kesadaran Nasional di Kendari Masa Pra Kemerdekaan di Tinjau dari Perspektif Gerakan Sosial. Data penelitian ini umumnya bersumber data kepustakaan dan wawancara. Seluruh data yang diperoleh dikaji secara berjenjang dengan menggunakan model analisis sejarah. Data sejarah yang ditemukan menunjukkan bahwa Muhammadiyah telah bereksistensi di Kendari pada tahun 1930. Keterlibatan aktif elemen Muhammadiyah dalam membangkitkan semangat nasionalisme pada masa pra kemerdekaan, selain sebagai tanggungjawab sosial warga Muhammadiyah selaku bagian tak terpisahkan dari rakyat Indonesia, juga disebabkan kuatnya doktrin persyarikatan yang mengejawantah dalam visi anggota Muhammadiyah, yaitu sebagai subyek penggerak dakwah amar makruf nahi mungkar. Doktrin inilah yang menjadi fondasi dalam mentransmisikan gagasan kebangkitan nasional di Kendari melalui gerakan dakwah dan tabligh yang terorgansir. Giat mengalirkan semangat Islam dan nasionalisme oleh aktor-aktor Muhammadiyah pada mulanya dilakukan secara terang-terangan. Namun tokoh utama penggerak Muhammadiyah diberi status persona non grata oleh pihak colonial, maka gerakan dakwah Muhammadiyah selanjutnnya dilakukan secara klendestin (gerakan bawah tanah). Pendekatan terakhir ini ditempuh mengingat ruang struktur politik pada masa pra kemerdekaan bersifat tertutup dan hegemonik, sehingga kurang kondusif untuk “menularkan” ide-ide nasionalisme kepada masyarakat atau subyek dakwah secara terbuka. Pengakuan atas peran signifikan gerak dakwah Muhammadiyah dalam menanamkan kesadaran Nasionalisme di Kendari secara obyektif tercatat dalam dokumen Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Sulawesi-Tenggara.

Collaboration network of the authors

9 authors · 13 co-authorship links · 5 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Muhammadiyah Kendari
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Suarni SuarniUniversitas Muhammadiyah Kendari2
Yusuf YusufUniversitas Muhammadiyah Kendari1
Ahmadi AhmadiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Laode AnhusadarInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Nurjannah NurjannahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Finsa Adhi PratamaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Nurlaela NurlaelaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Rosmini RosminiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2620-326X/works, first harvested 29 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>Dakwah Muhammadiyah dalam Membangun Kesadaran Nasional di Kendari  Masa Pra Kemerdekaan: Perspektif Gerakan Sosial</dc:title><dc:creator>Alifuddin, Muhammad</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran analitik tentang Dakwah Muhammadiyah dalam Membangun Kesadaran Nasional di Kendari  Masa Pra Kemerdekaan di Tinjau dari Perspektif Gerakan Sosial.  Data penelitian ini umumnya bersumber data kepustakaan dan wawancara. Seluruh data yang diperoleh dikaji secara berjenjang dengan menggunakan model analisis sejarah. Data sejarah yang ditemukan menunjukkan bahwa Muhammadiyah telah bereksistensi di Kendari pada tahun 1930. Keterlibatan aktif elemen Muhammadiyah dalam membangkitkan semangat nasionalisme pada masa pra kemerdekaan, selain sebagai tanggungjawab sosial warga Muhammadiyah selaku bagian tak terpisahkan dari rakyat Indonesia, juga disebabkan kuatnya doktrin persyarikatan yang mengejawantah dalam visi anggota Muhammadiyah, yaitu sebagai subyek penggerak dakwah amar makruf nahi mungkar.  Doktrin inilah yang menjadi fondasi dalam mentransmisikan gagasan kebangkitan nasional di Kendari melalui gerakan dakwah dan tabligh yang terorgansir. Giat mengalirkan semangat Islam dan  nasionalisme oleh aktor-aktor Muhammadiyah pada mulanya dilakukan secara terang-terangan. Namun tokoh utama penggerak Muhammadiyah diberi status persona non grata oleh pihak colonial, maka gerakan dakwah Muhammadiyah selanjutnnya dilakukan secara klendestin (gerakan bawah tanah). Pendekatan terakhir ini ditempuh mengingat ruang struktur politik pada masa pra kemerdekaan  bersifat tertutup dan hegemonik, sehingga kurang kondusif untuk “menularkan” ide-ide nasionalisme kepada masyarakat atau subyek dakwah secara terbuka. Pengakuan atas peran signifikan gerak dakwah Muhammadiyah dalam menanamkan kesadaran Nasionalisme di Kendari secara obyektif tercatat dalam dokumen Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Sulawesi-Tenggara.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Institut Agama Islam Negeri Kendari</dc:publisher><dc:date>2020-12-31</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.31332/am.v13i2.1968</dc:identifier><dc:identifier>10.31332/am.v13i2.1968</dc:identifier><dc:source>Al-MUNZIR; Vol 13 No 2 (2020); 209</dc:source><dc:source>2620-326X</dc:source><dc:source>1979-4894</dc:source><dc:relation>https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/al-munzir/article/viewFile/1968/1394</dc:relation></oai_dc:dc>