Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

STRATEGI PENYULUH AGAMA ISLAM SEBAGAI KONSELOR MASYARAKAT DI KANTOR URUSAN AGAMA KOTA KENDARI

Jurnal Mercusuar: Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam · Vol. 2 No. 2 (2022)

DOI
10.31332/jmrc.v2i2.5885
ISSN
3025-7697
Published
2022-11-30
Publisher
Institut Agama Islam Negeri Kendari

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan penyuluh agama Islam Kota Kendari dalam menjalankan fungsinya sebagai konselor masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Partisipan dalam penelitian ini adalah 4 orang Penyuluh Agama Islam KUA Kota Kendari, 4 orang Kepala KUA Kota Kendari, dan 4 orang masyarakat binaan Penyuluh Agama Islam KUA Kota Kendari. Hasil penelitian ini menunjukkan strategi Penyuluh Agama Islam sebagai konselor masyarakat dilakukan dilakukan dengan tiga cara, yaitu; pertama pemberian informasi dilakukan penyuluh agama Islam sebagai strategi dalam mengatasi hambatan yang terjadi yaitu sikap penolakkan dari salah satu pihak keluarga untuk melakukan bimbingan konseling. Kedua menanamkan sifat ikhlas, sabar dan optimisme. Ikhlas sebagai strategi dalam mengatasi hambatan yang terjadi ketika melakukan bimbingan konseling bertujuan untuk menghindari timbulnya rasa bosan. Sifat sabar sebagai strategi untuk mengatasi hambatan- hambatan yang muncul dalam melakukan konseling yaitu ketika penyuluh menemukan beberapa masyarakat binaan yang memiliki keterbatasan lambatnya dalam memahami suatu hal yang dapat mengakibatkan proses bimbingan konseling tidak kondusif. Selain dari menanamkan sikap ikhlas dan sabar, penyuluh juga menerapkan sikap optimisme. Hal ini dimaksudkan agar para penyuluh dapat melakukan fungsinya dengan baik. Dengan sikap optimis, para penyuluh juga dapat menghindari kebosanan ketika melaksanakan fungsinya dari informatif edukatif ke fungsi konsultatif. Begitu juga peralihan dari fungsi konsultatif ke fungsi advokatif. Ketiga memperluas ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan bimbingan konseling. Penyuluh Agama Islam Kota Kendari secara umum memiliki hambatan dalam melakukan bimbingan konseling karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan lemahnya kemampuan metodologis yang dimiliki.Kata kunci: Strategi; Penyuluh Agama Islam; Konselor Masyarakat

Collaboration network of the authors

40 authors · 88 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sitti FauziahInstitut Agama Islam Negeri Kendari6
Khairunnisa SyamsuInstitut Agama Islam Negeri Kendari4
Nimas PriwilandariInstitut Agama Islam Negeri Kendari4
Nurdin NurdinInstitut Agama Islam Negeri Kendari4
Kasmudin KasmudinInstitut Agama Islam Negeri Kendari4
Ari AshariInstitut Agama Islam Negeri Kendari4
Nasri AkibInstitut Agama Islam Negeri Kendari3
Waode Ainul RafiahInstitut Agama Islam Negeri Kendari3
Samsuri SamsuriInstitut Agama Islam Negeri Kendari3
Yanti AsmaraniInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Eva Resti FebrianiInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Ikhsan MuhammadAffiliation unknown2
Rahmawati RahmawatiInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Nurul Amelia TetambeInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Awad Binti FaizahInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Abdul GaffarInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Febriani FebraniInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Mansur MansurInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Sudarmi SuudUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Asrianto ZainalInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Wa Kina Wa KinaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
St Fatimah KadirInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
La HadisiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Abbas Mulia PaneInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Erin WahyuningtyasInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Muh. IkhsanInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Rahmawati RahmawatiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Ilma Nira LestariInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Rosdiana AbdullahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Ni’matuz ZuhrahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Fira PratiwiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Wa Ode Nilal FauziaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Wa Ode YusniarInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Nurul MuthmainnaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Siti Zulfa FauziahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Haenando HaenandoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/3025-7697/works, first harvested 29 Okt 2026, last seen 29 Okt 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>STRATEGI PENYULUH AGAMA ISLAM SEBAGAI KONSELOR MASYARAKAT DI KANTOR URUSAN AGAMA KOTA KENDARI</dc:title><dc:creator>Wulandari, Wiwin</dc:creator><dc:creator>Zainal, Asliah</dc:creator><dc:creator>Ikhsan, Muhammad</dc:creator><dc:creator>Mayasari, Ros</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Artikel ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan penyuluh agama Islam Kota Kendari dalam menjalankan fungsinya sebagai konselor masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Partisipan dalam penelitian ini adalah 4 orang Penyuluh Agama Islam KUA Kota Kendari, 4 orang Kepala KUA Kota Kendari, dan 4 orang masyarakat binaan Penyuluh Agama Islam KUA Kota Kendari. Hasil penelitian ini menunjukkan strategi Penyuluh Agama Islam sebagai konselor masyarakat dilakukan dilakukan dengan tiga cara, yaitu; pertama pemberian informasi dilakukan penyuluh agama Islam sebagai strategi dalam mengatasi hambatan yang terjadi yaitu sikap penolakkan dari salah satu pihak keluarga untuk melakukan bimbingan konseling. Kedua menanamkan sifat ikhlas, sabar dan optimisme. Ikhlas sebagai strategi dalam mengatasi hambatan yang terjadi ketika melakukan bimbingan konseling bertujuan untuk menghindari timbulnya rasa bosan. Sifat sabar sebagai strategi untuk mengatasi hambatan- hambatan yang muncul dalam melakukan konseling yaitu ketika penyuluh menemukan beberapa masyarakat binaan yang memiliki keterbatasan lambatnya dalam memahami suatu hal yang dapat mengakibatkan proses bimbingan konseling tidak kondusif. Selain dari menanamkan sikap ikhlas dan sabar, penyuluh juga menerapkan sikap optimisme. Hal ini dimaksudkan agar para penyuluh dapat melakukan fungsinya dengan baik. Dengan sikap optimis, para penyuluh juga dapat menghindari kebosanan ketika melaksanakan fungsinya dari informatif edukatif ke fungsi konsultatif. Begitu juga peralihan dari fungsi konsultatif ke fungsi advokatif. Ketiga memperluas ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan bimbingan konseling. Penyuluh Agama Islam Kota Kendari secara umum memiliki hambatan dalam melakukan bimbingan konseling karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan lemahnya kemampuan metodologis yang dimiliki.Kata kunci : Strategi; Penyuluh Agama Islam; Konselor Masyarakat&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Institut Agama Islam Negeri Kendari</dc:publisher><dc:date>2022-11-30</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.31332/jmrc.v2i2.5885</dc:identifier><dc:identifier>10.31332/jmrc.v2i2.5885</dc:identifier><dc:source>Jurnal Mercusuar: Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam; Vol 2 No 2 (2022)</dc:source><dc:source>3025-7697</dc:source><dc:relation>https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/MERCUSUAR/article/viewFile/5885/2153</dc:relation></oai_dc:dc>