Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

METODE KONSELING PSIKOLOG KLINIS DALAM MENANGANI KORBAN KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK

Jurnal Mercusuar: Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam · Vol. 3 No. 2 (2024)

DOI
10.31332/jmrc.v3i2.9404
ISSN
3025-7697
Published
2024-07-03
Publisher
Institut Agama Islam Negeri Kendari
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

ini bertujuan untuk menjelaskan metode penelitian kualitatif yang menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif yang melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendampingan yang dilakukan di UPTD-PPA dilakukan oleh konselor dan psikolog klinis, fungsi atau tugas konselor ialah melakukan asessment terhadap korban sedangkan psikolog klinis melakukan penanganan lanjut pada korban. Metode konseling yang digunakan yaitu metode konseling individu, dengan teknik bermain pada anak dengan menggunakan tes gambar atau tes CAT (Children Apperception Test) atau TAT (Tematic Apperception Test). Adapun pada perempuan, tahap pertama akan diberikan psikoedukasi. Tahap kedua, akan dilatih dengan menggunakan teknik relaksasi sederhana, teknik pernapasan sederhana, dan tenik graunding. Tahap ketiga, korban akan diberikan terapi berupa relaksasi imagery dan cognitive behaviora theraphy. Dalam melakukan konseling terhadap korban psikolog klinis juga menyisipkan nilai-nilai Islam diantaranya dapat dilakukan melalui shalat dan nasihat-nasihat untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan dapat menyebutkan kata-kata afirmasi positif tetapi digantikan dengan berdo’a. Faktor pendukung keberhasilan penanganan korban adalah kesadaran korban dalam melaporkan kekerasan yang dialaminya serta keterbukaan dan kerja sama korban dalam memberikan informasi. Selain itu, jumlah tenaga pelayanan yang cukup, kompetensi atau keahlian petugas UPTD-PPA yang mumpuni dalam menangani korban, serta sarana dan prasarana yang memadai. Faktor penghambatnya adalah korban tidak memberikan informasi secara jelas, adanya intervensi dari anggota keluarga maupun dari pengacara, serta terdapat beberapa korban yang masih bersikap tertutup dan tidak kooperatif dalam proses konseling yang dilakukan.

Collaboration network of the authors

40 authors · 90 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Indraprasta PGRI
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Asliah ZainalInstitut Agama Islam Negeri Kendari6
Sitti FauziahInstitut Agama Islam Negeri Kendari6
Nasri AkibInstitut Agama Islam Negeri Kendari4
Samsuri SamsuriInstitut Agama Islam Negeri Kendari4
Muhammad IkhsanInstitut Agama Islam Negeri Kendari3
Mansur MansurInstitut Agama Islam Negeri Kendari3
Nimas PriwilandariInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Nurdin NurdinInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Yanti AsmaraniInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Hengki SatriantaUniversitas Indraprasta PGRI2
Kasmudin KasmudinInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Eva Resti FebrianiInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Ikhsan MuhammadAffiliation unknown2
Rahmawati RahmawatiInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Nurul Amelia TetambeInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Awad Binti FaizahInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Abdul GaffarInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Febriani FebraniInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Ari AshariInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Nur Awaliyah SyamInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Rahmawati RahmawatiInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Wa Ode Nilal FauziaInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Wa Ode YusniarInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Siti Nur Kholifah JaminAffiliation unknown1
St Fatimah KadirInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
La HadisiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Abbas Mulia PaneInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Erin WahyuningtyasInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Muh. IkhsanInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Rahmawati RahmawatiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Ilma Nira LestariInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Samsu SamsuInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Ilsa Nuri AdiyatiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Waode Ainul RafiahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Wiwin WulandariInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Rosdiana AbdullahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/3025-7697/works, first harvested 29 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>METODE KONSELING PSIKOLOG KLINIS DALAM MENANGANI KORBAN KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK</dc:title><dc:creator>Pratiwi, Fira</dc:creator><dc:creator>Mayasari, Ros</dc:creator><dc:creator>Syamsu, Khairunnisa</dc:creator><dc:creator>Zuhrah, Ni'matuz</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;ini bertujuan untuk menjelaskan metode penelitian kualitatif yang menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif yang melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendampingan yang dilakukan di UPTD-PPA dilakukan oleh konselor dan psikolog klinis, fungsi atau tugas konselor ialah melakukan asessment terhadap korban sedangkan psikolog klinis melakukan penanganan lanjut pada korban. Metode konseling yang digunakan yaitu metode konseling individu, dengan teknik bermain pada anak dengan menggunakan tes gambar atau tes CAT (Children Apperception Test) atau TAT (Tematic Apperception Test). Adapun pada perempuan, tahap pertama akan diberikan psikoedukasi. Tahap kedua, akan dilatih dengan menggunakan teknik relaksasi sederhana, teknik pernapasan sederhana, dan tenik graunding. Tahap ketiga, korban akan diberikan terapi berupa relaksasi imagery dan cognitive behaviora theraphy. Dalam melakukan konseling terhadap korban psikolog klinis juga menyisipkan nilai-nilai Islam diantaranya dapat dilakukan melalui shalat dan nasihat-nasihat untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan dapat menyebutkan kata-kata afirmasi positif tetapi digantikan dengan berdo’a. Faktor pendukung keberhasilan penanganan korban adalah kesadaran korban dalam melaporkan kekerasan yang dialaminya serta keterbukaan dan kerja sama korban dalam memberikan informasi. Selain itu, jumlah tenaga pelayanan yang cukup, kompetensi atau keahlian petugas UPTD-PPA yang mumpuni dalam menangani korban, serta sarana dan prasarana yang memadai. Faktor penghambatnya adalah korban tidak memberikan informasi secara jelas, adanya intervensi dari anggota keluarga maupun dari pengacara, serta terdapat beberapa korban yang masih bersikap tertutup dan tidak kooperatif dalam proses konseling yang dilakukan.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Institut Agama Islam Negeri Kendari</dc:publisher><dc:date>2024-07-03</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.31332/jmrc.v3i2.9404</dc:identifier><dc:identifier>10.31332/jmrc.v3i2.9404</dc:identifier><dc:source>Jurnal Mercusuar: Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam; Vol 3 No 2 (2024); 7</dc:source><dc:source>3025-7697</dc:source><dc:relation>https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/MERCUSUAR/article/viewFile/9404/2633</dc:relation><dc:rights>http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights></oai_dc:dc>