Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 4

MEMBONGKAR TEORI ANTI-SINONIMITAS AISYAH BINTU SYATIH’ DAN IMPLIKASINYA DALAM PENAFSIRAN AL-QUR'AN

El-Maqra': Tafsir, Hadis dan Teologi · Vol. 3 No. 1 (2023)

DOI
10.31332/elmaqra.v3i1.6280
ISSN
2829-114X, 2963-3982
Published
2023-06-20
Publisher
Institut Agama Islam Negeri Kendari
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Sinonim atau persamaan kata dalam bahasa Arab disebut sebagai muradif/taraduf. Dalam kaidah penafsiran al-qur’an, muradif memiliki peran tersendri. Salah satu bagian menarik dari persoalan ini adalah teori anti-sinonimitas yang diyakini oleh seorang mufassir perempuan, yakni Aisyah Abdurrahman bintu Syathi’. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang didasarkan pada buku dan juga jurnal (telaah pustaka). Fokus penelitian ini adalah pada tokoh Aisyah Abdurrahman bintu Syathi’ serta teori yang dikembangkannya tersebut. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa teori anti-sinonimitas memandang tidak ada persamaan makna pada lafadz-lafadz yang ada dalam al-qur’an, masing-masing memiliki makna tersendiri. Salah satu yang mempengaruhi pemikirannya adalah dosennya sendiri yang kemudian menjadi pendamping hidupnya yakni Amin al-Khulli yang juga menganut teori anti-sinonimitas. Karya Aisyah Abdurrahman bintu Syathi’ dalam bidang tafsir adalah Al-Bayan li Al-qur’an Al-Karim yang memuat empat belas surah-surah pendek dan terdiri dari dua jilid.

Collaboration network of the authors

6 authors · 9 co-authorship links · 3 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene
  • Universitas Islam DDI A.G.H Abdurrahman Ambo Dalle
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Mukhtar MukhtarUniversitas Islam DDI A.G.H Abdurrahman Ambo Dalle1
Hamzah HamzahUniversitas Islam DDI A.G.H Abdurrahman Ambo Dalle1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2829-114X/works, first harvested 29 Okt 2026, last seen 29 Okt 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>MEMBONGKAR TEORI ANTI-SINONIMITAS AISYAH BINTU SYATIH’ DAN IMPLIKASINYA DALAM PENAFSIRAN AL-QUR'AN</dc:title><dc:creator>Wardania, Wardania</dc:creator><dc:creator>Nurhalisa, Siti</dc:creator><dc:creator>Gafur, Abdul</dc:creator><dc:creator>Mahmud, Basri</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Sinonim atau persamaan kata dalam bahasa Arab disebut sebagai muradif/taraduf. Dalam kaidah penafsiran al-qur’an, muradif memiliki peran tersendri. Salah satu bagian menarik dari persoalan ini adalah teori anti-sinonimitas yang diyakini oleh seorang mufassir perempuan, yakni Aisyah Abdurrahman bintu Syathi’. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang didasarkan pada buku dan juga jurnal (telaah pustaka). Fokus penelitian ini adalah pada tokoh Aisyah Abdurrahman bintu Syathi’ serta teori yang dikembangkannya tersebut. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa teori anti-sinonimitas memandang tidak ada persamaan makna pada lafadz-lafadz yang ada dalam al-qur’an, masing-masing memiliki makna tersendiri. Salah satu yang mempengaruhi pemikirannya adalah dosennya sendiri yang kemudian menjadi pendamping hidupnya yakni Amin al-Khulli yang juga menganut teori anti-sinonimitas. Karya Aisyah Abdurrahman bintu Syathi’ dalam bidang tafsir adalah Al-Bayan li Al-qur’an Al-Karim yang memuat empat belas surah-surah pendek dan terdiri dari dua jilid.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Institut Agama Islam Negeri Kendari</dc:publisher><dc:date>2023-06-20</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.31332/elmaqra.v3i1.6280</dc:identifier><dc:identifier>10.31332/elmaqra.v3i1.6280</dc:identifier><dc:source>El-Maqra': Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Hadis dan Teologi; Vol 3 No 1 (2023); 11</dc:source><dc:source>2829-114X</dc:source><dc:source>2963-3982</dc:source><dc:relation>https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/el-maqra/article/viewFile/6280/2202</dc:relation><dc:rights>http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights></oai_dc:dc>