Penelitian ini membahas pemikiran hermeneutik Nasr Hamid Abu Zayd yang menempatkan Al-Qur’an sebagai teks budaya (muntaj tsaqāfī) yang hidup dalam konteks sejarah, bahasa, dan sosial manusia. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana konsep, integrasi, dan penerapan hermeneutika Abu Zayd dalam kajian tafsir Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini untuk menguraikan paradigma hermeneutika kontekstual dan humanistik yang ditawarkannya sebagai pembaruan terhadap metode tafsir tradisional yang cenderung literal dan statis. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif berbasis kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap karya-karya Abu Zayd dan literatur pendukungnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abu Zayd mengembangkan model al-qirā’ah al-muntijjah (pembacaan produktif) yang menekankan dialog antara teks dan konteks. Ia mengintegrasikan teori linguistik, semiotika, dan hermeneutika filosofis untuk menjembatani makna wahyu dengan realitas sosial modern. Dalam penerapannya terhadap QS. An-Nisā’ [4]:3, Abu Zayd menafsirkan ayat poligami sebagai bentuk pembatasan moral menuju monogami yang adil, bukan legitimasi kebolehan. Kesimpulannya, hermeneutika Abu Zayd berperan sebagai paradigma tafsir kritis yang menghidupkan kembali dimensi etis, rasional, dan humanistik Al-Qur’an.
Collaboration network of the authors
2 authors ·
1 co-authorship link
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Islam Negeri Palangka Raya
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-author
Organisation
Joint articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.