Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 4

Integral Terhadap Pemikiran Hermeneutis Nasr Hamid Abu Zayd: Atas Tafsir Kontekstual QS. An-Nisā’ [4]:3”

HERMENEUTIKA KONTEKSTUAL NASR HAMID ABU ZAYD: ANALISIS KRITIS DAN KOMPARATIF TERHADAP TAFSIR KLASIK QS. AN-NISĀ’ [4]:3

El-Maqra': Tafsir, Hadis dan Teologi · Vol. 6 No. 1 (2026) · pp. 44–52

DOI
10.31332/elmaqra.v6i1.13327
ISSN
2829-114X, 2963-3982
Published
2026-05-06
Publisher
Institut Agama Islam Negeri Kendari
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Penelitian ini membahas pemikiran hermeneutik Nasr Hamid Abu Zayd yang menempatkan Al-Qur’an sebagai teks budaya (muntaj tsaqāfī) yang hidup dalam konteks sejarah, bahasa, dan sosial manusia. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana konsep, integrasi, dan penerapan hermeneutika Abu Zayd dalam kajian tafsir Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini untuk menguraikan paradigma hermeneutika kontekstual dan humanistik yang ditawarkannya sebagai pembaruan terhadap metode tafsir tradisional yang cenderung literal dan statis. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif berbasis kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap karya-karya Abu Zayd dan literatur pendukungnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abu Zayd mengembangkan model al-qirā’ah al-muntijjah (pembacaan produktif) yang menekankan dialog antara teks dan konteks. Ia mengintegrasikan teori linguistik, semiotika, dan hermeneutika filosofis untuk menjembatani makna wahyu dengan realitas sosial modern. Dalam penerapannya terhadap QS. An-Nisā’ [4]:3, Abu Zayd menafsirkan ayat poligami sebagai bentuk pembatasan moral menuju monogami yang adil, bukan legitimasi kebolehan. Kesimpulannya, hermeneutika Abu Zayd berperan sebagai paradigma tafsir kritis yang menghidupkan kembali dimensi etis, rasional, dan humanistik Al-Qur’an.

Collaboration network of the authors

2 authors · 1 co-authorship link

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2829-114X/works, first harvested 29 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>Integral Terhadap Pemikiran Hermeneutis Nasr Hamid Abu Zayd: Atas Tafsir Kontekstual QS. An-Nisā’ [4]:3”</dc:title><dc:title>HERMENEUTIKA KONTEKSTUAL NASR HAMID ABU ZAYD: ANALISIS KRITIS DAN KOMPARATIF TERHADAP TAFSIR KLASIK QS. AN-NISĀ’ [4]:3</dc:title><dc:creator>Rahmatunnaimah</dc:creator><dc:creator>Ade Afriansyah</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Penelitian ini membahas pemikiran hermeneutik Nasr Hamid Abu Zayd yang menempatkan Al-Qur’an sebagai teks budaya (muntaj tsaqāfī) yang hidup dalam konteks sejarah, bahasa, dan sosial manusia. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana konsep, integrasi, dan penerapan hermeneutika Abu Zayd dalam kajian tafsir Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini untuk menguraikan paradigma hermeneutika kontekstual dan humanistik yang ditawarkannya sebagai pembaruan terhadap metode tafsir tradisional yang cenderung literal dan statis. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif berbasis kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap karya-karya Abu Zayd dan literatur pendukungnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abu Zayd mengembangkan model al-qirā’ah al-muntijjah (pembacaan produktif) yang menekankan dialog antara teks dan konteks. Ia mengintegrasikan teori linguistik, semiotika, dan hermeneutika filosofis untuk menjembatani makna wahyu dengan realitas sosial modern. Dalam penerapannya terhadap QS. An-Nisā’ [4]:3, Abu Zayd menafsirkan ayat poligami sebagai bentuk pembatasan moral menuju monogami yang adil, bukan legitimasi kebolehan. Kesimpulannya, hermeneutika Abu Zayd berperan sebagai paradigma tafsir kritis yang menghidupkan kembali dimensi etis, rasional, dan humanistik Al-Qur’an.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Institut Agama Islam Negeri Kendari</dc:publisher><dc:date>2026-05-06</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.31332/elmaqra.v6i1.13327</dc:identifier><dc:identifier>10.31332/elmaqra.v6i1.13327</dc:identifier><dc:source>El-Maqra Jurnal Ilmu Al-Qur an Hadis dan Teologi; Vol 6 No 1 (2026); 44-52</dc:source><dc:source>2829-114X</dc:source><dc:source>2963-3982</dc:source><dc:relation>https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/el-maqra/article/download/13327/4009</dc:relation><dc:rights>http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights></oai_dc:dc>