Kajian terhadap keragaman makna lafaz dalam Al-Qur’an merupakan bagian penting dalam studi semantik Qur’ani karena satu lafaz dapat memiliki makna berbeda sesuai konteks penggunaannya. Salah satu lafaz yang memiliki dimensi semantik luas adalah hudā, yang tidak hanya bermakna petunjuk secara umum, tetapi juga berkaitan dengan konsep agama, iman, wahyu, dan hidayah ilahi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman makna lafaz hudā dalam Al-Qur’an melalui pendekatan al-wujūh wa al-naẓā’ir, mengidentifikasi ayat-ayat yang memuat lafaz tersebut, mengklasifikasikan variasi maknanya berdasarkan konteks ayat, serta mendeskripsikan implikasinya dalam penafsiran Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi pustaka (library research). Data penelitian diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat lafaz hudā beserta derivasinya, kitab tafsir klasik dan kontemporer, kamus bahasa Arab, serta artikel ilmiah yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dengan pendekatan semantik kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lafaz hudā dalam Al-Qur’an memiliki berbagai makna, antara lain agama Islam, iman, petunjuk menuju kebenaran, Al-Qur’an, dan nabi atau rasul. Perbedaan makna tersebut dipengaruhi oleh konteks ayat, subjek pemberi petunjuk, objek penerima petunjuk, serta tujuan teologis ayat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan al-wujūh wa al-naẓā’ir berkontribusi penting dalam memperkuat kajian semantik Al-Qur’an dan menghasilkan penafsiran yang lebih kontekstual, komprehensif, dan relevan terhadap dinamika studi tafsir kontemporer.
Collaboration network of the authors
5 authors ·
6 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.