Open access Jurnal SINTA 4
Kaghombo sebagai Pendidikan Pra-Nikah Masyarakat Muna: Kajian Tafsir-Kultural atas Konsep Keluarga Sakinah dalam QS. Al-Rum [30]:21
PENDIDIKAN PRA-NIKAH MASYARAKAT MUNA: KAJIAN TAFSIR-KULTURAL ATAS KONSEP KELUARGA SAKINAH DALAM QS. AL-RUM [30]:21
El-Maqra': Tafsir, Hadis dan Teologi · Vol. 6 No. 1 (2026) · pp. 164–179
- ISSN
- 2829-114X, 2963-3982
- Published
- 2026-05-31
- Publisher
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
Abstract
Artikel ini bertujuan menganalisis tradisi Kaghombo dalam masyarakat Muna sebagai bentuk pendidikan pra-nikah berbasis kearifan lokal, mengkaji relevansinya dengan konsep sakinah, mawaddah, dan rahmah dalam QS. Al-Rum [30]:21, serta mengevaluasi kedudukannya sebagai ‘urf shahih dalam pembentukan keluarga sakinah. Penelitian menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan tafsir-kultural. Sumber primer meliputi Al-Qur’an, Tafsir al-Mishbah, dan Tafsir al-Munir, sedangkan sumber sekunder mencakup literatur mengenai pendidikan pra-nikah, keluarga sakinah, ‘urf shahih, maqasid al-syariah, serta kajian tentang tradisi Karia atau kaghombo masyarakat Muna. Analisis dilakukan melalui empat tahapan, yaitu penafsiran terhadap makna sakinah, mawaddah, dan rahmah; identifikasi nilai-nilai pendidikan dalam tradisi kaghombo; analisis korespondensi antara nilai-nilai tersebut dengan QS. Al-Rum [30]:21; serta evaluasi normatif menggunakan konsep ‘urf shahih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaghombo tidak hanya merupakan prosesi adat menjelang pernikahan, tetapi juga berfungsi sebagai pendidikan nonformal berbasis komunitas yang menanamkan nilai pengendalian diri, kesabaran, penyucian diri, penguatan iman, tanggung jawab, penghormatan, penjagaan kehormatan, serta kesiapan membangun kehidupan keluarga. Nilai-nilai tersebut selaras dengan makna sakinah sebagai ketenangan batin, mawaddah sebagai penghormatan dan komitmen relasional, serta rahmah sebagai kasih sayang, perlindungan, dan solidaritas keluarga. Namun, penerimaan kaghombo sebagai ‘urf shahih bersifat kondisional. Nilai edukatifnya layak dipertahankan, sedangkan praktik yang berpotensi menimbulkan tekanan psikologis, memperkuat stratifikasi sosial, atau membebankan kehormatan keluarga secara sepihak kepada perempuan perlu dikaji kembali agar tetap sejalan dengan prinsip keadilan dan tujuan syariat. Penelitian ini masih terbatas pada kajian kepustakaan sehingga diperlukan penelitian lapangan untuk memahami praktik kaghombo kontemporer secara lebih komprehensif. Kata kunci: QS. Al-Rum [30]:21; kaghombo; Karia; tafsir-kultural; pendidikan pra-nikah; keluarga sakinah; ‘urf shahih.
Collaboration network of the authors
18 authors · 35 co-authorship links · 4 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
- Universitas Muhammadiyah Malang
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Ros Mayasari | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 3 |
| Eva Resti Febriani | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 2 |
| Ikhsan Muhammad | Affiliation unknown | 2 |
| Danial Danial | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Khairunnisa Syamsu | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Wa Ode Nilal Fauzia | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Samsu Samsu | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Fatirawahidah Fatirawahidah | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Asnijen Asnijen | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Aminudin Aminudin | Universitas Muhammadiyah Malang | 1 |
| Akhmad Sukardi | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Nur Wakia Mustafa | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Trisni Nur Azzahroni | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Fatirahwahidah | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Syahrul Mubarak | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.