Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 4

KESEIMBANGAN TIGA KEKUATAN JIWA DALAM ETIKA IBNU MISKAWAIH: SOLUSI INTEGRATIF UNTUK PENDIDIKAN KARAKTER ISLAM KONTEMPORER

El-Maqra': Tafsir, Hadis dan Teologi · Vol. 5 No. 2 (2025) · pp. 79–89

DOI
10.31332/elmaqra.v5i2.11739
ISSN
2829-114X, 2963-3982
Published
2025-12-06
Publisher
Institut Agama Islam Negeri Kendari
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Pendidikan agama Islam kontemporer menghadapi krisis fragmentasi dalam pengembangan karakter peserta didik, di mana pengetahuan agama tidak sepenuhnya teraktualisasi dalam perilaku (knowing-doing gap). Penelitian ini menganalisis konsep pembentukan kepribadian Muslim menurut Ibnu Miskawaih sebagai solusi integratif terhadap permasalahan tersebut. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi pustaka mendalam, penelitian menganalisis keseimbangan tiga kekuatan jiwa (Quwwah al-Nāṭiqah, Quwwah al-Ghaḍabiyyah, Quwwah al-Shahwiyyah) dalam framework etika Miskawaih. Temuan menunjukkan bahwa Miskawaih mengonseptualisasikan pembentukan kepribadian sebagai proses pedagogis berkelanjutan, bukan pemberian instan. Model keseimbangan tiga kekuatan jiwa Miskawaih menawarkan solusi integratif terhadap fragmentasi pengembangan kecerdasan intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ). Relevansi pemikiran Miskawaih terhadap PAI kontemporer terletak pada tiga dimensi: (1) konseptual, memberikan landasan filosofis mengatasi knowing-doing gap; (2) metodologis, mengintegrasikan pengembangan IQ-EQ-SQ simultan; (3) praktis, selaras dengan semangat kurikulum Merdeka Belajar dan tujuan membentuk insan kamil. Penelitian ini berkontribusi merekonstruksi etika klasik Islam menjadi framework aplikatif yang relevan dengan tantangan pendidikan modern, membuka peluang pengembangan kurikulum PAI yang holistik dan berkelanjutan.

Collaboration network of the authors

3 authors · 2 co-authorship links · 1 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta
  • IAIN Kudus
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Partono PartonoIAIN Kudus1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2829-114X/works, first harvested 29 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>KESEIMBANGAN TIGA KEKUATAN JIWA DALAM ETIKA IBNU MISKAWAIH: SOLUSI INTEGRATIF UNTUK PENDIDIKAN KARAKTER ISLAM KONTEMPORER</dc:title><dc:creator>Amin Nurrohman, Febri</dc:creator><dc:creator>Siregar, Maragustam</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Pendidikan agama Islam kontemporer menghadapi krisis fragmentasi dalam pengembangan karakter peserta didik, di mana pengetahuan agama tidak sepenuhnya teraktualisasi dalam perilaku (knowing-doing gap). Penelitian ini menganalisis konsep pembentukan kepribadian Muslim menurut Ibnu Miskawaih sebagai solusi integratif terhadap permasalahan tersebut. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi pustaka mendalam, penelitian menganalisis keseimbangan tiga kekuatan jiwa (Quwwah al-Nāṭiqah, Quwwah al-Ghaḍabiyyah, Quwwah al-Shahwiyyah) dalam framework etika Miskawaih. Temuan menunjukkan bahwa Miskawaih mengonseptualisasikan pembentukan kepribadian sebagai proses pedagogis berkelanjutan, bukan pemberian instan. Model keseimbangan tiga kekuatan jiwa Miskawaih menawarkan solusi integratif terhadap fragmentasi pengembangan kecerdasan intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ). Relevansi pemikiran Miskawaih terhadap PAI kontemporer terletak pada tiga dimensi: (1) konseptual, memberikan landasan filosofis mengatasi knowing-doing gap; (2) metodologis, mengintegrasikan pengembangan IQ-EQ-SQ simultan; (3) praktis, selaras dengan semangat kurikulum Merdeka Belajar dan tujuan membentuk insan kamil. Penelitian ini berkontribusi merekonstruksi etika klasik Islam menjadi framework aplikatif yang relevan dengan tantangan pendidikan modern, membuka peluang pengembangan kurikulum PAI yang holistik dan berkelanjutan.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Institut Agama Islam Negeri Kendari</dc:publisher><dc:date>2025-12-06</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.31332/elmaqra.v5i2.11739</dc:identifier><dc:identifier>10.31332/elmaqra.v5i2.11739</dc:identifier><dc:source>El-Maqra Jurnal Ilmu Al-Qur an Hadis dan Teologi; Vol 5 No 2 (2025); 79-89</dc:source><dc:source>2829-114X</dc:source><dc:source>2963-3982</dc:source><dc:relation>https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/el-maqra/article/download/11739/3820</dc:relation><dc:rights>http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights></oai_dc:dc>