Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Effectiveness of Law Enforcement Against Alcoholic Beverage Sales Locations in Kendari City Based on Minister of Trade Regulation No. 20 of 2014

Efektifitas Penegakan Hukum Terhadap Tempat Penjualan Minuman Beralkohol di Kendari: Kajian Hukum dan Implementasi Kebijakan

Qaimuddin: Journal of Constitutional Law Review · Vol. 5 No. 2 (2025) · pp. 131–144

DOI
10.31332/qjclr.v5i2.12545
ISSN
3031-5565, 3026-1562
Published
2025-09-30
Publisher
Institut Agama Islam Negeri Kendari

Abstract

Permasalahan minuman beralkohol merupakan isu kompleks yang berdampak pada ketertiban umum dan kesehatan masyarakat. Kota kendari sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara menghadapi tantangan dalam mengendalikan peredaran minuman beralkohol, khususnya di toko dan warung pengecer yang seringkali menjual minuman beralkohol tanpa izin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana efektivitas penegakan hukum terhadap tempat penjualan minuman beralkohol berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No. 20 Tahun 2014 Tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penegakan hukum belum berjalan dengan efektif. Beberapa faktor penghambat antara lain belum adanya peraturan daerah kota kendari yang mengatur secara khusus tentang pengendalian minuman beralkohol, belum ada kebaharuan dari Permendag No. 20 Tahun 2014 Tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peradaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol, kurangnya koordinasi antar lembaga penegak hukum serta rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan adanya penguatan regulasi, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, dan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol di kota kendari.

Collaboration network of the authors

No co-authors found in Melola yet.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/3031-5565/works, first harvested 29 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>Effectiveness of Law Enforcement Against Alcoholic Beverage Sales Locations in Kendari City Based on Minister of Trade Regulation No. 20 of 2014</dc:title><dc:title>Efektifitas Penegakan Hukum Terhadap Tempat Penjualan Minuman Beralkohol di Kendari:  Kajian Hukum dan Implementasi Kebijakan</dc:title><dc:creator>Al  Azis</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Permasalahan minuman beralkohol merupakan isu kompleks yang berdampak pada ketertiban umum dan kesehatan masyarakat. Kota kendari sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara menghadapi tantangan dalam mengendalikan peredaran minuman beralkohol, khususnya di toko dan warung pengecer yang seringkali menjual minuman beralkohol tanpa izin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana efektivitas penegakan hukum terhadap tempat penjualan minuman beralkohol berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No. 20 Tahun 2014 Tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penegakan hukum belum berjalan dengan efektif. Beberapa faktor penghambat antara lain belum adanya peraturan daerah kota kendari yang mengatur secara khusus tentang pengendalian minuman beralkohol, belum ada kebaharuan dari Permendag No. 20 Tahun 2014 Tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peradaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol, kurangnya koordinasi antar lembaga penegak hukum serta rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan adanya penguatan regulasi, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, dan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol di kota kendari.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Institut Agama Islam Negeri Kendari</dc:publisher><dc:date>2025-09-30</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.31332/qjclr.v5i2.12545</dc:identifier><dc:identifier>10.31332/qjclr.v5i2.12545</dc:identifier><dc:source>QAIMUDDIN: Journal of Constitutional Law Review; Vol 5 No 2 (2025); 131-144</dc:source><dc:source>3031-5565</dc:source><dc:source>3026-1562</dc:source><dc:relation>https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/qaimuddin/article/download/12545/3702</dc:relation></oai_dc:dc>