Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Aktualisasi Kewenangan Presiden dalam Pemberian Grasi Perspektif Politik Hukum Pidana

Halu Oleo Law Review (HOLREV) · Vol. 6 No. 1 (2022) · pp. 41–49

DOI
10.33561/holrev.v6i1.22613
ISSN
2548-1754, 2548-1762
Published
2022-03-15
Publisher
Halu Oleo University
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Penelitian ini mengkaji aktualisasi politik hukum pemberian grasi oleh Presiden, bertentangan dengan tujuan pemidanaan. Ketentuan pemidanaan tanpa adanya pemberian sanksi, maka hukum pidana akan kehilangan fungsi dan makna. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa negara mempunyai kewenangan menghukum, namun juga terdapat kewenangan menghapus atau membatalkan hukuman. pelaksanaan kewenangan pemberian grasi oleh presiden berkaitan dengan Politik hukum pidana, harus dipandang sebagai bagian yang tak terpisahkan dari penegakan hukum pidana. Aturan tentang grasi harus dipandang sebagai salah satu bagian dari suatu. Reformasi hukum harus dirancang secara matang dengan memperhatikan aspek mendasar dari pembangunan hukum nasional yang berdasarkan prinsip-prinsip dan dasar negara.

Keywords

Collaboration network of the authors

28 authors · 78 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Shamim Al MamunAffiliation unknown7
Mahmuda Binte LatifAffiliation unknown3
Tanmoy Roy TusherAffiliation unknown2
Reyad Hossain ArifAffiliation unknown2
Okto IvansyahAffiliation unknown1
Cindy Fatika Nur AnnisaAffiliation unknown1
Subarsyah SubarsyahAffiliation unknown1
Lusyndatul MassuroAffiliation unknown1
Riza AdriatAffiliation unknown1
Andi IhwanAffiliation unknown1
Yuris SutantoAffiliation unknown1
Muhammad Sirajul IslamAffiliation unknown1
Asm SaifullahAffiliation unknown1
Jewel KhanAffiliation unknown1
Muhammad Solaiman MiaAffiliation unknown1
Md Ariful IslamAffiliation unknown1
Md Sirajul IslamAffiliation unknown1
Zakia ParveenAffiliation unknown1
Dilara NasrinAffiliation unknown1
Rezuana AfrinAffiliation unknown1
Sydur Rahman GaziAffiliation unknown1
Abu Abdulla Al-Mamun Md. Hossain KhanAffiliation unknown1
Mir Md. Mozammal HoqueAffiliation unknown1
Md. Moshiuzzaman KhanAffiliation unknown1
Tarmina Akter MuktaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/holrev/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktualisasi Kewenangan Presiden dalam Pemberian Grasi Perspektif Politik Hukum Pidana</dc:title>
	<dc:creator>Matompo, Osgar S.</dc:creator>
	<dc:creator>Purnawati, Andi</dc:creator>
	<dc:creator>Muliadi, Muliadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kewenangan Presiden; Aktualisasi; Hukum Pidana; Grasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini mengkaji aktualisasi politik hukum pemberian grasi oleh Presiden, bertentangan dengan tujuan pemidanaan. Ketentuan pemidanaan tanpa adanya pemberian sanksi, maka hukum pidana akan kehilangan fungsi dan makna. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa negara mempunyai kewenangan menghukum, namun juga terdapat kewenangan menghapus atau membatalkan hukuman. pelaksanaan kewenangan pemberian grasi oleh presiden berkaitan dengan Politik hukum pidana, harus dipandang sebagai bagian yang tak terpisahkan dari penegakan hukum pidana. Aturan tentang grasi harus dipandang sebagai salah satu bagian dari suatu. Reformasi hukum harus dirancang secara matang dengan memperhatikan aspek mendasar dari pembangunan hukum nasional yang berdasarkan prinsip-prinsip dan dasar negara.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Halu Oleo University</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-03-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/holrev/article/view/22613</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33561/holrev.v6i1.22613</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Halu Oleo Law Review; Vol 6, No 1 (2022): Halu Oleo Law Review: Volume 6 Issue 1; 41-49</dc:source>
	<dc:source>2548-1754</dc:source>
	<dc:source>2548-1762</dc:source>
	<dc:source>10.33561/holrev.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/holrev/article/view/22613/14570</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Halu Oleo Law Review</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>