Provinsi Kalimantan Selatan dikenal sebagai salah satu daerah penambangan batubara terbesar di Indonesia, yang dilakukan dengan sistem tambang terbuka. Penambangan batubara dimulai dengan pembersihan lahan, pengupasan tanah penutup (overburden), hingga penggalian batubara. Akibat kegiatan penggalian batubara mengakibatkan mineral - mineral sulfida seperti pirit (FeS2) akan mengalami oksidasi sulfidasi, dimana terjadi reaksi antara mineral sulfida dengan oksigen dan air sehingga menghasilkan air asam tambang (AAT). Dalam memenuhi baku mutu lingkungan sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku maka perlu dilakukan pengolahan AAT sehingga dapat memiliki kualitas yang sesuai dengan pemanfaatannya di lingkungan. Teknologi pengolahan AAT telah banyak dikembangkan, salah satunya adalah metode aktif menggunakan bahan kimia yang bersifat alkalin (bahan penetral kalsium dan ammonia). Penelitan ini difokuskan pada penggunaan dosis kapur tohor (Ca(OH)2) untuk menaikkan pH air asam tambang di Kolam Pengendapan Lumpur/KPL (settling pond). Pengkajian dilakukan pada skala laboratorium dan pengamatan langsung dilapangan. Dari hasil analisa laboratorium dan pengujian lapangan didapat dosis kapur tohor (Ca(OH)2) yang efektif untuk menaikkan pH air asam tambang dari pH awal 4 yaitu 0,4 gr/l.
Collaboration network of the authors
4 authors ·
4 co-authorship links
· 2 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Halu Oleo
Universitas Sembilanbelas November Kolaka
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.