Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Efek Pemanasan Terhadap Tingkat Pelindian Nikel Dan Kobalt Dari Bijih Limonit Pulau Kabaena Menggunakan Asam Sulfat

Mining Science and Technology Journal · Vol. 3 No. 3 (2025) · pp. 158–167

DOI
10.54297/minetech-journal.v3i3.672
ISSN
2962-4339
Published
2025-02-04
Publisher
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Pemanfaatan bijih limonit sangat mendesak untuk dilakukan karena ketersediaan bijih berkadar tinggi yang semakin berkurang. Bijih limonit lebih cocok diolah secara hidrometalurgi, seperti pelindian pada tekanan atmosfer. Proses pemanasan bijih dapat meningkatkan porositas mineral, sehingga logam lebih mudah diekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek pemanasan terhadap tingkat pelindian nikel dan kobalt dari bijih limonit menggunakan asam sulfat. Pemangangan bijih dilakukan pada suhu antara100°C hingga 600°C dengan interval 100oC, kemudian dilakukan pelindian menggunakan asam sulfat dengan konsentrasi 2 M, suhu pelindian 80°C, persen padatan 10%, dan kecepatan pengadukan 400 rpm selama 1 jam. Karakterisasi sampel menggunakan analisis mikroskopis, X-Ray Diffraction, X-Ray Fluorescence, dan Atomic Absorption Spectrophotometry. Hasil analisis mineralogi menunjukkan bahwa sampel tersusun dari quartz (SiO2), talc (Mg3Si4O12(OH)2), goethite (FeOOH), lizardite (Mg3Si4O9(OH)4), montmorillonite (CaAl2Si4O12), dan gibbsite (Al(OH)3). Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa sampel mengandung SiO2 (42,17%), Ni (1,67%), Co (0,06%), Fe (18,84%), MgO (4,48%), dan Al2O3 (3,83%). Setelah pemanggangan bijih dengan suhu 500oC beberapa mineral bertransformasi menjadi fasa mineral lain, yaitu goethite menjadi hematite-proto dan talc menjadi spinel. Masing-masing tingkat pelindian nikel dan kobalt maksimum terjadi pada suhu pemanggangan 600oC dan 500oC sebesar 54,07% dan 15,90%. Oleh karena itu, pemanasan bijih memiliki pengaruh terhadap tingkat pelindian nikel dan kobalt karena dapat mengubah struktur utama mineral yang tidak berharga dan kristal goethite menjadi hematite, sehingga interaksi lebih cepat antara larutan pelindian dengan logam nikel dan kobalt selama proses pelindian. Kata kunci: Nikel, Kobalt, Pemanggangan Bijih, Hidrometalugi, Asam Sulfat

Collaboration network of the authors

6 authors · 6 co-authorship links · 2 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Hasanuddin University
  • Universitas Halu Oleo
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ananda Nur LestariHasanuddin University1
Chrisadna Marchia KabangngaHasanuddin University1
Edi CahyonoUniversitas Halu Oleo1
Busnawir BusnawirUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/minetech/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efek Pemanasan Terhadap Tingkat Pelindian Nikel Dan Kobalt Dari Bijih Limonit Pulau Kabaena Menggunakan Asam Sulfat</dc:title>
	<dc:creator>Saputra, Ridwan</dc:creator>
	<dc:creator>Sufriadin, Sufriadin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pemanfaatan bijih limonit sangat mendesak untuk dilakukan karena ketersediaan bijih berkadar tinggi yang semakin berkurang. Bijih limonit lebih cocok diolah secara hidrometalurgi, seperti pelindian pada tekanan atmosfer. Proses pemanasan bijih dapat meningkatkan porositas mineral, sehingga logam lebih mudah diekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek pemanasan terhadap tingkat pelindian nikel dan kobalt dari bijih limonit menggunakan asam sulfat. Pemangangan bijih dilakukan pada suhu antara100°C hingga 600°C dengan interval 100oC, kemudian dilakukan pelindian menggunakan asam sulfat dengan konsentrasi 2 M, suhu pelindian 80°C, persen padatan 10%, dan kecepatan pengadukan 400 rpm selama 1 jam. Karakterisasi sampel menggunakan analisis mikroskopis, X-Ray Diffraction, X-Ray Fluorescence, dan Atomic Absorption Spectrophotometry. Hasil analisis mineralogi menunjukkan bahwa sampel tersusun dari quartz (SiO2), talc (Mg3Si4O12(OH)2), goethite (FeOOH), lizardite (Mg3Si4O9(OH)4), montmorillonite (CaAl2Si4O12), dan gibbsite (Al(OH)3). Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa sampel mengandung SiO2 (42,17%), Ni (1,67%), Co (0,06%), Fe (18,84%), MgO (4,48%), dan Al2O3 (3,83%). Setelah pemanggangan bijih dengan suhu 500oC beberapa mineral bertransformasi menjadi fasa mineral lain, yaitu goethite menjadi hematite-proto dan talc menjadi spinel. Masing-masing tingkat pelindian nikel dan kobalt maksimum terjadi pada suhu pemanggangan 600oC dan 500oC sebesar 54,07% dan 15,90%. Oleh karena itu, pemanasan bijih memiliki pengaruh terhadap tingkat pelindian nikel dan kobalt karena dapat mengubah struktur utama mineral yang tidak berharga dan kristal goethite menjadi hematite, sehingga interaksi lebih cepat antara larutan pelindian dengan logam nikel dan kobalt selama proses pelindian.
&amp;nbsp;
Kata kunci: Nikel, Kobalt, Pemanggangan Bijih, Hidrometalugi, Asam Sulfat</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/minetech/article/view/672</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.54297/minetech-journal.v3i3.672</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Mining Science And Technology Journal; Vol 3 No 3 (2024): Mining Science and Technology Journal; 158-167</dc:source>
	<dc:source>2962-4339</dc:source>
	<dc:source>10.54297/minetech-journal.v3i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/minetech/article/view/672/557</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Ridwan Saputra</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>