Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Desain Settling Pond Pada Sistem Tambang Terbuka Di Penambangan Nikel

Mining Science and Technology Journal · Vol. 3 No. 2 (2024) · pp. 79–84

DOI
10.54297/minetech-journal.v3i2.677
ISSN
2962-4339
Published
2024-08-29
Publisher
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Hujan merupakan sumber utama air di tambang terbuka. Air hujan yang jatuh ke permukaan bumi umumnya ada yang langsung menuju ke badan sungai, ada juga yang masuk ke dalam tanah dan diserap oleh tumbuhan, dan ada juga yang masuk ke dalam tanah melewati sela-sela batuan dan tersimpan menjadi air bawah tanah. Karena aktivitasnya mempengaruhi bentuk topografi sehingga air hujan yang jatuh tidak sempat diserap oleh tanah dan langsung mengalir ke tempat-tempat yang rendah. Untuk mengatasi air limpasan tambang maka perlu dibuat kolam pengendapan untuk menampung air hujan sebelum dialirkan ke badan sungai. Kolam pengendapan ini memiliki pertimbangan luas dan dimensi yang sesuai agar bisa menampung air hujan yang jatuh. Untuk itu perlu dilakukan rencana kolam pengendapan untuk mengendapkan material sedimen sebelum dialirkan ke badan sungai sehingga memenuhi nilai baku mutu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, yaitu dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder yang dapat digeneralisasikan di daerah penelitian. Berdasarkan rata-rata hujan – rata dengan periode ulang hujan selama 10 tahun maka didapat besarnya intensitas hujan adalah sebanyak 19,51mm/jam. Besarnya daerah tangkapan hujan yang dihitung dengan menggunakan ArcGis adalah sebesar 18,30Ha. Koefisien limpasan yang digunakan adalah 0,9 dengan pertimbangan permukaan daerah penelitian adalah lahan terbuka daerah tambang. Berdasarkan hasil perhitungan debit limpasan, maka diperoleh debit limpasan udara pada luas sedimen kolam Foxtrot sebesar 0,89 m 3 /jam. Luas kolam pengendapan yang akan dibuat adalah 1.105,23m 2 dengan volume sebesar 4.421m 3. Kolam pengendapan dapat dibagi menjadi 3 kompartemen, bentuk kompartemen dibuat zigzag dengan tujuan untuk memperlambat debit aliran sehingga sedimen dalam air yang masuk ke kolam sedimen mempunyai waktu untuk mengendap. Kata kunci: Intensitas Curah Hujan, Sistem Penyaliran Tambang, Kolam Pengendapan

Collaboration network of the authors

20 authors · 43 co-authorship links · 23 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Universitas Cordova
  • Universitas Muslim Indonesia
  • Hasanuddin University
  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Politeknik Negeri Ujung Pandang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad Ilham KadarUniversitas Halu Oleo2
Miranti Nur WulandariUniversitas Cordova2
Muhamad Karnoha AmirUniversitas Sulawesi Tenggara2
Abdul JalilPoliteknik Negeri Ujung Pandang2
Sri WidodoHasanuddin University1
Agus Ardianto BudimanUniversitas Muslim Indonesia1
Nur AsmianiUniversitas Muslim Indonesia1
Adi JayadiUniversitas Muslim Indonesia1
Sri WidodoHasanuddin University1
La Ode DzakirUniversitas Sembilanbelas November Kolaka1
Sulaimansyah SulaimansyahAffiliation unknown1
Bunaya BunayaUniversitas Cordova1
Eka WardaniUniversitas Cordova1
Mirawati Nur WulandariUniversitas Cordova1
Fadli FadliAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/minetech/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Desain Settling Pond Pada Sistem Tambang Terbuka Di Penambangan Nikel</dc:title>
	<dc:creator>Zulkarnain, Hadi</dc:creator>
	<dc:creator>Prianata, Yogi La Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Gunawan, Risal</dc:creator>
	<dc:creator>Husain, La Ode Migdad</dc:creator>
	<dc:creator>Widiarta, Ahmad Beril</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hujan merupakan sumber utama air di tambang terbuka. Air hujan yang jatuh ke permukaan bumi umumnya ada yang langsung menuju ke badan sungai, ada juga yang masuk ke dalam tanah dan diserap oleh tumbuhan, dan ada juga yang masuk ke dalam tanah melewati sela-sela batuan dan tersimpan menjadi air bawah tanah. Karena aktivitasnya mempengaruhi bentuk topografi sehingga air hujan yang jatuh tidak sempat diserap oleh tanah dan langsung mengalir ke tempat-tempat yang rendah. Untuk mengatasi air limpasan tambang maka perlu dibuat kolam pengendapan untuk menampung air hujan sebelum dialirkan ke badan sungai. Kolam pengendapan ini memiliki pertimbangan luas dan dimensi yang sesuai agar bisa menampung air hujan yang jatuh. Untuk itu perlu dilakukan rencana kolam pengendapan untuk mengendapkan material sedimen sebelum dialirkan ke badan sungai sehingga memenuhi nilai baku mutu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, yaitu dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder yang dapat digeneralisasikan di daerah penelitian. Berdasarkan rata-rata hujan – rata dengan periode ulang hujan selama 10 tahun maka didapat besarnya intensitas hujan adalah sebanyak 19,51mm/jam. Besarnya daerah tangkapan hujan yang dihitung dengan menggunakan ArcGis adalah sebesar 18,30Ha. Koefisien limpasan yang digunakan adalah 0,9 dengan pertimbangan permukaan daerah penelitian adalah lahan terbuka daerah tambang. Berdasarkan hasil perhitungan debit limpasan, maka diperoleh debit limpasan udara pada luas sedimen kolam Foxtrot sebesar 0,89 m 3 /jam. Luas kolam pengendapan yang akan dibuat adalah 1.105,23m 2 dengan volume sebesar 4.421m 3 . Kolam pengendapan dapat dibagi menjadi 3 kompartemen, bentuk kompartemen dibuat zigzag dengan tujuan untuk memperlambat debit aliran sehingga sedimen dalam air yang masuk ke kolam sedimen mempunyai waktu untuk mengendap.
Kata kunci: Intensitas Curah Hujan, Sistem Penyaliran Tambang, Kolam Pengendapan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/minetech/article/view/677</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.54297/minetech-journal.v3i2.677</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Mining Science And Technology Journal; Vol 3 No 2 (2024): Mining Science and Technology Journal; 79-84</dc:source>
	<dc:source>2962-4339</dc:source>
	<dc:source>10.54297/minetech-journal.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/minetech/article/view/677/390</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Hadi Zulkarnain, Yogi La Ode Prianata, Risal Gunawan, La Ode Migdad Husain, Ahmad Beril Widiarta</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>