Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Analisis Perbandingan Kadar Mgo Dan Sio₂ Pada Endapan Nikel Laterit Di Daerah Boedingi, Sulawesi Tenggara

Mining Science and Technology Journal · Vol. 5 No. 1 (2026) · pp. 55–61

DOI
10.54297/minetech-journal.v5i1.1463
ISSN
2962-4339
Published
2026-05-21
Publisher
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Sulawesi Tenggara merupakan salah satu wilayah prospektif pembentukan endapan nikel laterit yang berkembang pada batuan ultramafik dan mengalami proses lateritisasi intensif. Perbedaan kadar MgO dan SiO₂ menjadi parameter penting dalam menafsirkan karakter geokimia, tipe endapan, serta kualitas bijih nikel laterit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kadar MgO dan SiO₂ pada endapan nikel laterit di Daerah Boedingi, Sulawesi Tenggara, khususnya pada Pit A dan Pit E. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-analitik melalui observasi geologi lapangan, identifikasi litologi, pengambilan sampel bijih laterit, preparasi sampel, serta analisis geokimia menggunakan instrumen X-Ray Fluorescence (XRF) Epsilon 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pit A memiliki kadar MgO sebesar 30,28% dan SiO₂ sebesar 40,29%, lebih tinggi dibandingkan Pit E yang memiliki kadar MgO sebesar 17,05% dan SiO₂ sebesar 36,33%. Perbedaan tersebut menunjukkan variasi karakter lateritisasi dan litologi batuan induk, dimana Pit A yang berasosiasi dengan litologi dunit cenderung memiliki karakter lebih magnesian dan siliceous, sedangkan Pit E yang berasosiasi dengan harzburgit menunjukkan kecenderungan lebih ferruginous dan aluminous. Berdasarkan karakter geokimianya, Pit A diinterpretasikan sebagai tipe endapan laterit oxide deposit, sedangkan Pit E lebih mencerminkan tipe hydrous silicate deposit. Dengan demikian, perbandingan kadar MgO dan SiO₂ dapat digunakan sebagai dasar dalam interpretasi karakter endapan, kualitas bijih, dan arahan kegiatan eksplorasi maupun penambangan nikel laterit secara lebih selektif.

Collaboration network of the authors

15 authors · 36 co-authorship links · 21 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Institut Sains dan Bisnis Internasional Singkawang
  • Universitas Bosowa
  • Universitas Veteran Republik Indonesia Makassar
  • Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Politeknik Negeri Ujung Pandang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hasrianto HasriantoInstitut Sains dan Bisnis Internasional Singkawang6
Andi Ilham SamanlangiUniversitas Bosowa1
Moh Khaidir NoorUniversitas Bosowa1
Haslinda HasanInstitut Sains dan Bisnis Internasional Singkawang1
Ali ImranInstitut Sains dan Bisnis Internasional Singkawang1
Muhamad Karnoha AmirUniversitas Sulawesi Tenggara1
La Ode DzakirUniversitas Sembilanbelas November Kolaka1
Harianto HasriantoInstitut Sains dan Bisnis Internasional Singkawang1
Saddam HuseinPoliteknik Negeri Ujung Pandang1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/minetech/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Perbandingan Kadar Mgo Dan Sio₂ Pada Endapan Nikel Laterit Di Daerah Boedingi, Sulawesi Tenggara</dc:title>
	<dc:creator>Lantapi, Adriansyah Wuriadin</dc:creator>
	<dc:creator>Alhabsyi, Gina Audina P</dc:creator>
	<dc:creator>Raivel, Raivel</dc:creator>
	<dc:creator>Septiana, Sara</dc:creator>
	<dc:creator>Satapona, Alwan</dc:creator>
	<dc:creator>Winarno, Winarno</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sulawesi Tenggara merupakan salah satu wilayah prospektif pembentukan endapan nikel laterit yang berkembang pada batuan ultramafik dan mengalami proses lateritisasi intensif. Perbedaan kadar MgO dan SiO₂ menjadi parameter penting dalam menafsirkan karakter geokimia, tipe endapan, serta kualitas bijih nikel laterit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kadar MgO dan SiO₂ pada endapan nikel laterit di Daerah Boedingi, Sulawesi Tenggara, khususnya pada Pit A dan Pit E. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-analitik melalui observasi geologi lapangan, identifikasi litologi, pengambilan sampel bijih laterit, preparasi sampel, serta analisis geokimia menggunakan instrumen X-Ray Fluorescence (XRF) Epsilon 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pit A memiliki kadar MgO sebesar 30,28% dan SiO₂ sebesar 40,29%, lebih tinggi dibandingkan Pit E yang memiliki kadar MgO sebesar 17,05% dan SiO₂ sebesar 36,33%. Perbedaan tersebut menunjukkan variasi karakter lateritisasi dan litologi batuan induk, dimana Pit A yang berasosiasi dengan litologi dunit cenderung memiliki karakter lebih magnesian dan siliceous, sedangkan Pit E yang berasosiasi dengan harzburgit menunjukkan kecenderungan lebih ferruginous dan aluminous. Berdasarkan karakter geokimianya, Pit A diinterpretasikan sebagai tipe endapan laterit oxide deposit, sedangkan Pit E lebih mencerminkan tipe hydrous silicate deposit. Dengan demikian, perbandingan kadar MgO dan SiO₂ dapat digunakan sebagai dasar dalam interpretasi karakter endapan, kualitas bijih, dan arahan kegiatan eksplorasi maupun penambangan nikel laterit secara lebih selektif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara</dc:publisher>
	<dc:date>2026-05-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/minetech/article/view/1463</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.54297/minetech-journal.v5i1.1463</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Mining Science And Technology Journal; Vol 5 No 1 (2026): Mining Science and Technology Journal; 55-61</dc:source>
	<dc:source>2962-4339</dc:source>
	<dc:source>10.54297/minetech-journal.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/minetech/article/view/1463/1030</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Adriansyah Wuriadin Lantapi, Gina Audina P Alhabsyi, Raivel Raivel, Sara Septiana, Alwan Satapona, Winarno Winarno</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>