Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 5

Dinamika Mengatasi Quarter Life Crisis Pada Anggota Komunitas Keagamaan

Sulawesi Tenggara Educational Journal (SEDUJ) · Vol. 2 No. 1 (2022) · pp. 18–27

DOI
10.54297/seduj.v2i1.221
ISSN
2807-7474, 2807-7458
Published
2022-04-10
Publisher
Universitas Sulawesi Tenggara
Language
eng

Abstract

Quarter life crisis merupakan satu fase krisis yang dialami oleh individu yang berada pada rentan usia 20-30 tahun, perasaan ragu dengan kemampuan yang dimiliki, merasa bingung dengan tujuan hidup, serta sering membandingkan pencapaian diri sendiri dengan pencapaian individu lain, serta merasa ditekan oleh lingkungan sekitar. Area permasalahan pada individu yang mengalami quarter life crisis berkisar pada pendidikan, percintaan, pekerjaan, serta hubungan dengan individu lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses quarter life crisis yang dialami oleh anggota komunitas keagamaan serta strategi coping yang dilakukan untuk keluar dari fase quarter life crisis. Responden penelitian berjumlah 3 orang yang merupakan anggota dalam komunitas keagamaan yang berusia 25 tahun yang diperoleh menggunakan teknik sampling snowball serta pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam. Hasil penelitian yang diperoleh adalah anggota komunitas keagamaan mengalami quarter life crisis akibat mendapatkan banyak tekanan dari keluarga baik dalam hal pekerjaan maupun pernikahan yang akhirnya menimbulkan adanya rasa tertekan, perasaan rendah diri, serta membanding-bandingkan pencapaian diri dengan pencapaian individu lain. Strategi coping yang dilakukan oleh responden dalam penelitian ini adalah dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan serta memperbanyak praktik ibadah.

Collaboration network of the authors

9 authors · 12 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Makassar
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Dedi JursalState University of Makassar1
Andi Nasrawati HamidState University of Makassar1
Putri Hairiyah BakhtiarState University of Makassar1
Muh. Nur Hidayat NurdinState University of Makassar1
Rifkatul - MuqarammaState University of Makassar1
Harlina HamidState University of Makassar1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Dinamika Mengatasi Quarter Life Crisis Pada Anggota Komunitas Keagamaan</dc:title>
	<dc:creator>Hamka, Iin Wahyuni</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Eva Meizara Puspita</dc:creator>
	<dc:creator>Razak, Ahmad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Quarter life crisis merupakan satu fase krisis yang dialami oleh individu yang berada pada rentan usia 20-30 tahun, perasaan ragu dengan kemampuan yang dimiliki, merasa bingung dengan tujuan hidup, serta sering membandingkan pencapaian diri sendiri dengan pencapaian individu lain, serta merasa ditekan oleh lingkungan sekitar. Area permasalahan pada individu yang mengalami quarter life crisis berkisar pada pendidikan, percintaan, pekerjaan, serta hubungan dengan individu lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses quarter life crisis yang dialami oleh anggota komunitas keagamaan serta strategi coping yang dilakukan untuk keluar dari fase quarter life crisis.&amp;nbsp; Responden penelitian berjumlah 3 orang yang merupakan anggota dalam komunitas keagamaan yang berusia 25 tahun yang diperoleh menggunakan teknik sampling snowball serta pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam. Hasil penelitian yang diperoleh adalah anggota komunitas keagamaan mengalami quarter life crisis akibat mendapatkan banyak tekanan dari keluarga baik dalam hal pekerjaan maupun pernikahan yang&amp;nbsp; akhirnya menimbulkan adanya rasa tertekan, perasaan rendah diri, serta membanding-bandingkan pencapaian diri dengan pencapaian individu lain. Strategi coping yang dilakukan oleh responden dalam penelitian ini adalah dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan serta memperbanyak praktik ibadah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Sulawesi Tenggara</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/221</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.54297/seduj.v2i1.221</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Sulawesi Tenggara Educational Journal; Vol 2 No 1: April (2022); 18-27</dc:source>
	<dc:source>2807-7474</dc:source>
	<dc:source>2807-7458</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/221/131</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Sultra Educational Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>