Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 5

Konsep Pendidikan Karakter dalam Perspektif IBN Maskawaih

Sulawesi Tenggara Educational Journal (SEDUJ) · Vol. 3 No. 2 (2023) · pp. 75–82

DOI
10.54297/seduj.v3i2.502
ISSN
2807-7474, 2807-7458
Published
2023-09-24
Publisher
Universitas Sulawesi Tenggara
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Ibn Maskawaih merupakan seorang filosof yang sangat terkenal dengan teori akhlaknya/karakter. Ibn Maskawaih dikenal sebagai intelektual muslim pertama di bidang filsafat akhlak/karakter, sehingga saat merumuskan konsep pendidikan, dimensi karakterlah yang nampak dalam pemikirannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pandangan Ibn Maskawaih tentang jiwa (nafs) dan bagaimana ide-idenya yang menjurus pada pembentukan karakter. Metode yang digunakan adalah Content analysis, yaitu mengkaji secara ilmiah tentang isi pesan suatu teks dan analysis Hermeunetik, yaitu pendekatan khusus untuk menganalisis konsep pendidikan karakter dalam pandangan Ibn Maskawaih. Ibn Maskawaih terbukti tidak hanya melihat pendidikan karakter dari sisi filsafat tapi juga syari‘at. Syari‘at dan filasafat diletakkan pada posisi masing-masing. Hal ini sangat dipengaruhi oleh intelektualitas dan sosialnya. Dilihat dari dimensi intelektualitasnya, ia menekankan pentingnya pendidikan karakter agar mencapai tingkatan jiwa yang seimbang (al-‘adalat) hingga (al-af‘al ilāhiyyah). Selanjutnya dilihat dari dimensi personality (kepribadian), ia menganjurkan agar pendidikan karakter dapat diterapkan dengan menjaga kesucian diri, kasih sayang, ikhlas, berani, jujur, menggerakkan daya akal, secara disiplin dan menjadi contoh teladan, yang pada akhirnya dapat mencapai malakah dan terbentuknya karakter yang baik. Dan apabila dilihat dari dimensi sosial, maka ia melihat pendidikan karakter merupakan tanggung jawab semua orang, golongan dan konsentrasi, bukan hanya tokoh agama. Tujuan pendidikan karakter menurut Ibn Maskawaih agar manusia kembali pada fitrahnya. Implikasi dari konsep pendidikan karakter dalam perspektif Ibn Maskawaih tidak hanya memberi kemungkinan kepada para ilmuan untuk menguasai materi dan metode keilmuanya, tetapi juga merasa terpanggil dengan penuh tanggung jawab dalam mengembangkan dan mengamalkan ilmu untuk tujuan dan jalan yang benar.

Collaboration network of the authors

5 authors · 6 co-authorship links · 4 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Seni Budaya Indonesia Aceh
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • IAIN Kudus
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hasan BasriInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Moh In’amiIAIN Kudus1
Handrawan HandrawanUniversitas Halu Oleo1
Herman HermanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Konsep Pendidikan Karakter dalam Perspektif IBN Maskawaih</dc:title>
	<dc:creator>Mustafa, Mustafa</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ibn Maskawaih merupakan seorang filosof yang sangat terkenal dengan teori akhlaknya/karakter. Ibn Maskawaih dikenal sebagai intelektual muslim pertama di bidang filsafat akhlak/karakter, sehingga saat merumuskan konsep pendidikan, dimensi karakterlah yang nampak dalam pemikirannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pandangan Ibn Maskawaih tentang jiwa (nafs) dan bagaimana ide-idenya yang menjurus pada pembentukan karakter. Metode yang digunakan adalah Content analysis, yaitu mengkaji secara ilmiah tentang isi pesan suatu teks dan analysis Hermeunetik, yaitu pendekatan khusus untuk menganalisis konsep pendidikan karakter dalam pandangan Ibn Maskawaih. Ibn Maskawaih terbukti tidak hanya melihat pendidikan karakter dari sisi filsafat tapi juga syari‘at. Syari‘at dan filasafat diletakkan pada posisi masing-masing. Hal ini sangat dipengaruhi oleh intelektualitas dan sosialnya. Dilihat dari dimensi intelektualitasnya, ia menekankan pentingnya pendidikan karakter agar mencapai tingkatan jiwa yang seimbang (al-‘adalat) hingga (al-af‘al ilāhiyyah). Selanjutnya dilihat dari dimensi personality (kepribadian), ia menganjurkan agar pendidikan karakter dapat diterapkan dengan menjaga kesucian diri, kasih sayang, ikhlas, berani, jujur, menggerakkan daya akal, secara disiplin dan menjadi contoh teladan, yang pada akhirnya dapat mencapai malakah dan terbentuknya karakter yang baik. Dan apabila dilihat dari dimensi sosial, maka ia melihat pendidikan karakter merupakan tanggung jawab semua orang, golongan dan konsentrasi, bukan hanya tokoh agama. Tujuan pendidikan karakter menurut Ibn Maskawaih agar manusia kembali pada fitrahnya. Implikasi dari konsep pendidikan karakter dalam perspektif Ibn Maskawaih tidak hanya memberi kemungkinan kepada para ilmuan untuk menguasai materi dan metode keilmuanya, tetapi juga merasa terpanggil dengan penuh tanggung jawab dalam mengembangkan dan mengamalkan ilmu untuk tujuan dan jalan yang benar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Sulawesi Tenggara</dc:publisher>
	<dc:date>2023-09-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/502</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.54297/seduj.v3i2.502</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Sulawesi Tenggara Educational Journal; Vol 3 No 2: Agustus (2023); 75-82</dc:source>
	<dc:source>2807-7474</dc:source>
	<dc:source>2807-7458</dc:source>
	<dc:source>10.54297/seduj.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/502/297</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Mustafa Mustafa</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>