Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 5

Pendidikan Sejarah di Era 4.0 Tantangan dan Peluang: Studi Literatur

Sulawesi Tenggara Educational Journal (SEDUJ) · Vol. 5 No. 1 (2025) · pp. 85–91

DOI
10.54297/seduj.v5i1.913
ISSN
2807-7474, 2807-7458
Published
2025-04-27
Publisher
Universitas Sulawesi Tenggara
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Pendidikan Sejarah menjadi mata pelajaran untuk mengingat berbagai peristiwa penting di masa lampau yang dapat dijadikan pelajaran bagi kehidupan terutama berkaitan dengan kebangsaan. Pada era industri 4.0, pendidikan sejarah pun dituntut untuk lebih terbuka terhadap kehadiran teknologi dan digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tantangan dan peluang pendidikan sejarah pada era 4.0. Metode penelitian yang dilakukan yaitu penelitian berjenis kualitatif deskriptif dengan teknik studi literatur. Hasil temuan menunjukkan bahwa terdapat tantangan dalam pendidikan sejarah di era 4.0 yaitu 1) kurangnya kemampuan guru pendidikan sejarah dalam mengadopsi teknologi digital, (2) kurangnya data yang relevan dan berkualitas dalam pembelajaran sejarah dengan menerapkan teknologi, (3) merebaknya informasi hoaks yang berpotensi memicu pemahaman sejarah yang salah. Peluang pendidikan sejarah yaitu (1) peningkatan efisiensi pembelajaran, (2) peningkatan interaksi dan akses siswa terhadap materi ajar sejarah, serta (3) peningkatan pemahaman siswa terhadap materi konteks sejarah. Dengan peluang dan tantangan yang dihadapi secara beriringan tersebut, pelaksanaan pendidikan sejarah harus direncanakan secara bijak agar dapat menghadapi tantangan yang muncul dan mengoptimalkan peluang yang ada.

Collaboration network of the authors

6 authors · 7 co-authorship links · 3 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Makassar
  • Universitas Muhammadiyah Malang
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Amrul FaruqUniversitas Muhammadiyah Malang1
Merinda LestandyUniversitas Muhammadiyah Malang1
La Ode Monto BautoUniversitas Halu Oleo1
Misran SafarAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pendidikan Sejarah di Era 4.0 Tantangan dan Peluang : Studi Literatur</dc:title>
	<dc:creator>Sumardin, Oschar</dc:creator>
	<dc:creator>khaeruddin, khaeruddin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendidikan Sejarah menjadi mata pelajaran untuk mengingat berbagai peristiwa penting di masa lampau yang dapat dijadikan pelajaran bagi kehidupan terutama berkaitan dengan kebangsaan. Pada era industri 4.0, pendidikan sejarah pun dituntut untuk lebih terbuka terhadap kehadiran teknologi dan digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tantangan dan peluang pendidikan sejarah pada era 4.0. Metode penelitian yang dilakukan yaitu penelitian berjenis kualitatif deskriptif dengan teknik studi literatur. Hasil temuan menunjukkan bahwa terdapat tantangan dalam pendidikan sejarah di era 4.0 yaitu 1) kurangnya kemampuan guru pendidikan sejarah dalam mengadopsi teknologi digital, (2) kurangnya data yang relevan dan berkualitas dalam pembelajaran sejarah dengan menerapkan teknologi, (3) merebaknya informasi hoaks yang berpotensi memicu pemahaman sejarah yang salah. Peluang pendidikan sejarah yaitu (1) peningkatan efisiensi pembelajaran, (2) peningkatan interaksi dan akses siswa terhadap materi ajar sejarah, serta (3) peningkatan pemahaman siswa terhadap materi konteks sejarah. Dengan peluang dan tantangan yang dihadapi secara beriringan tersebut, pelaksanaan pendidikan sejarah harus direncanakan secara bijak agar dapat menghadapi tantangan yang muncul dan mengoptimalkan peluang yang ada.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Sulawesi Tenggara</dc:publisher>
	<dc:date>2025-04-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/913</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.54297/seduj.v5i1.913</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Sulawesi Tenggara Educational Journal; Vol 5 No 1: April (2025); 85-91</dc:source>
	<dc:source>2807-7474</dc:source>
	<dc:source>2807-7458</dc:source>
	<dc:source>10.54297/seduj.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/913/598</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Oschar Sumardin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>