Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 5

Dekonstruksi Karya Sastra Ahmad Tohari Tentang Perempuan dalam Perspektif Poskolonial

Sulawesi Tenggara Educational Journal (SEDUJ) · Vol. 4 No. 3 (2024) · pp. 269–276

DOI
10.54297/seduj.v4i3.918
ISSN
2807-7474, 2807-7458
Published
2024-12-30
Publisher
Universitas Sulawesi Tenggara
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan makna implisit terhadap karya sastra Ahmad Tohari Tentang Perempuan sebagai kelompok subaltern dalam perspketif poskolonial oleh G. Spivak yang menyatakan bahwa diantara kelompok yang paling banyak menjadi korban dari kolonialisme adalah kaum perempuan. Data penelitian ini diperoleh dalam karya sastra Ahmad Tohari tentang perempuan seperti; novel Bekisar Merah, novel Ronggeng Dukuh Paruk, dan kumpulan cerita pendek Rusmi Ingin pulang. Teknik pengumpulan data dengan empat teknik analisis data, yaitu identifikasi, klasifikasi, analisis dan deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1)karya sastra Ahmad Tohari tentang perempuan merupakan karya sastra poskolonial yang menunjukan ideologi koloni dalam tubuh pribumi yang melekat dan masih membedakan posisi kelompok seuperior dan inferior, kita (us) dan mereka(them), pusat dan pinggiran dan perempuan selalu menjadi kelompok yang inferior, them, dan terpinggirkan. (2)Karya sastra Ahmad Tohari tentang perempuan sebagai kelompok subaltern merupakan sebuah manipulasi oleh kelompok representative dari subaltern tersebut.

Collaboration network of the authors

12 authors · 36 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La Ode MunawirUniversitas Sulawesi Tenggara1
Aditya LaksamanaUniversitas Sulawesi Tenggara1
Ahmad Muhajir HaniUniversitas Sulawesi Tenggara1
Anugrah Pratama Putra AAffiliation unknown1
Dewi SukayaUniversitas Sulawesi Tenggara1
Fara Dhiba ApriliaUniversitas Sulawesi Tenggara1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Dekonstruksi Karya Sastra Ahmad Tohari Tentang Perempuan dalam Perspektif Poskolonial</dc:title>
	<dc:creator>Aisyah, Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Marsalena, Nindy Ade</dc:creator>
	<dc:creator>Rita, Wa Ade</dc:creator>
	<dc:creator>Wati, Kristin Lita</dc:creator>
	<dc:creator>Sudarsana, I Wayan</dc:creator>
	<dc:creator>Suhartien, Inten</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan makna implisit terhadap karya sastra Ahmad Tohari Tentang Perempuan sebagai kelompok subaltern dalam perspketif poskolonial oleh G. Spivak yang menyatakan bahwa diantara kelompok yang paling banyak menjadi korban dari kolonialisme adalah kaum perempuan. Data penelitian ini diperoleh dalam&amp;nbsp; karya sastra Ahmad Tohari tentang perempuan seperti; novel Bekisar Merah, novel Ronggeng Dukuh Paruk, dan kumpulan cerita pendek Rusmi Ingin pulang. Teknik pengumpulan data dengan empat teknik analisis data, yaitu identifikasi, klasifikasi, analisis dan deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1)karya sastra Ahmad Tohari tentang perempuan merupakan karya sastra poskolonial yang menunjukan&amp;nbsp; ideologi koloni dalam tubuh pribumi yang melekat dan masih membedakan posisi kelompok seuperior dan inferior, kita (us) dan mereka(them), pusat dan pinggiran dan&amp;nbsp; perempuan selalu menjadi kelompok yang inferior, them, dan terpinggirkan. (2)Karya sastra Ahmad Tohari tentang perempuan sebagai kelompok subaltern merupakan sebuah manipulasi oleh kelompok representative dari subaltern tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Sulawesi Tenggara</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/918</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.54297/seduj.v4i3.918</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Sulawesi Tenggara Educational Journal; Vol 4 No 3: Desember (2024); 269-276</dc:source>
	<dc:source>2807-7474</dc:source>
	<dc:source>2807-7458</dc:source>
	<dc:source>10.54297/seduj.v4i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/918/579</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Nur Aisyah, Nindy Ade Marsalena</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>