Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 5

Integrasi Kearifan Lokal dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI)

Sulawesi Tenggara Educational Journal (SEDUJ) · Vol. 5 No. 1 (2025) · pp. 323–330

DOI
10.54297/seduj.v5i1.1115
ISSN
2807-7474, 2807-7458
Published
2025-04-30
Publisher
Universitas Sulawesi Tenggara
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik. Dalam konteks keanekaragaman budaya Indonesia, integrasi kearifan lokal menjadi penting agar nilai-nilai Islam dapat disampaikan secara kontekstual, relevan, dan bermakna. Studi ini bertujuan untuk mengkaji berbagai literatur yang membahas integrasi kearifan lokal dalam pengembangan kurikulum PAI, baik dari segi konsep, implementasi, hingga tantangannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji artikel-artikel ilmiah, buku, dan dokumen kurikulum terbaru. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dapat memperkuat identitas budaya peserta didik sekaligus memperkaya pendekatan pedagogis dalam pembelajaran PAI. Bentuk-bentuk integrasi mencakup penggunaan peribahasa lokal, cerita rakyat, adat istiadat, dan praktik religius masyarakat sebagai bahan ajar dan sumber nilai. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan kompetensi guru, kurangnya sumber ajar berbasis lokal, serta lemahnya dukungan kebijakan. Studi ini merekomendasikan perlunya pelatihan guru, pengembangan bahan ajar lokal, serta kolaborasi antara sekolah, tokoh agama, dan masyarakat adat dalam merancang kurikulum yang responsif terhadap kearifan lokal. Dengan demikian, pembelajaran PAI tidak hanya menanamkan ajaran agama, tetapi juga membentuk peserta didik yang religius dan berbudaya.

Collaboration network of the authors

40 authors · 116 co-authorship links · 17 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Universitas Airlangga
  • King Abdulaziz University
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Rosmiati RamliUniversitas Muhammadiyah Parepare7
Indra Kharisma RaharjanaUniversitas Airlangga3
Syamsuriah SyamsuriahUniversitas Muhammadiyah Parepare3
Suherni SuherniUniversitas Muhammadiyah Parepare3
Jupri JupriUniversitas Muhammadiyah Parepare3
Ismail MuliasUniversitas Muhammadiyah Parepare3
Jumawati JumawatiUniversitas Muhammadiyah Parepare3
Sukriati SukriatiUniversitas Muhammadiyah Parepare3
Hamran HamranUniversitas Muhammadiyah Parepare3
Muhammad Ikhwan AhmadAffiliation unknown3
Muhammad Afit ImranUniversitas Muhammadiyah Parepare3
Muhammad SyarifAffiliation unknown2
Rosnawintang RosnawintangAffiliation unknown2
Syamsir NurAffiliation unknown2
Vierdy Sulfianto RahmadaniUniversitas Airlangga1
Muhammad Zaky ErdiansyahUniversitas Airlangga1
Nur ArdistaUniversitas Airlangga1
Purbandini PurbandiniUniversitas Airlangga1
Ahmad Hoirul BasoriKing Abdulaziz University1
Andi Besse Firdausiah MansurKing Abdulaziz University1
Ersalina TrisnawatiUniversitas Airlangga1
Nouf Atiahallah AlghanmiKing Abdulaziz University1
Akib AkibInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Apoda ApodaAffiliation unknown1
Siti KadarimaAffiliation unknown1
Asriani AsrianiUniversitas Halu Oleo1
Wa Ode Rachmasari ArianiAffiliation unknown1
Astri Rahmadani SyamAffiliation unknown1
Heppi MilliaAffiliation unknown1
Santi DinarAffiliation unknown1
Burhanuddin BurhanuddinAffiliation unknown1
Irmawatty P. TamburakaAffiliation unknown1
La Ode ZainuddinAffiliation unknown1
Ahmad AhmadAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Integrasi Kearifan Lokal dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI)</dc:title>
	<dc:creator>Saleh, Abd. Rahman</dc:creator>
	<dc:creator>Djollong, Andi Fitriani</dc:creator>
	<dc:creator>Letari, Usnul</dc:creator>
	<dc:creator>Irma, Irma</dc:creator>
	<dc:creator>Tajuddin, Tajuddin</dc:creator>
	<dc:creator>Taufik, Taufik</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik. Dalam konteks keanekaragaman budaya Indonesia, integrasi kearifan lokal menjadi penting agar nilai-nilai Islam dapat disampaikan secara kontekstual, relevan, dan bermakna. Studi ini bertujuan untuk mengkaji berbagai literatur yang membahas integrasi kearifan lokal dalam pengembangan kurikulum PAI, baik dari segi konsep, implementasi, hingga tantangannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji artikel-artikel ilmiah, buku, dan dokumen kurikulum terbaru. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dapat memperkuat identitas budaya peserta didik sekaligus memperkaya pendekatan pedagogis dalam pembelajaran PAI. Bentuk-bentuk integrasi mencakup penggunaan peribahasa lokal, cerita rakyat, adat istiadat, dan praktik religius masyarakat sebagai bahan ajar dan sumber nilai. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan kompetensi guru, kurangnya sumber ajar berbasis lokal, serta lemahnya dukungan kebijakan. Studi ini merekomendasikan perlunya pelatihan guru, pengembangan bahan ajar lokal, serta kolaborasi antara sekolah, tokoh agama, dan masyarakat adat dalam merancang kurikulum yang responsif terhadap kearifan lokal. Dengan demikian, pembelajaran PAI tidak hanya menanamkan ajaran agama, tetapi juga membentuk peserta didik yang religius dan berbudaya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Sulawesi Tenggara</dc:publisher>
	<dc:date>2025-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1115</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.54297/seduj.v5i1.1115</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Sulawesi Tenggara Educational Journal; Vol 5 No 1: April (2025); 323-330</dc:source>
	<dc:source>2807-7474</dc:source>
	<dc:source>2807-7458</dc:source>
	<dc:source>10.54297/seduj.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1115/760</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Abd. Rahman Saleh, Andi Fitriani Djollong, Usnul Letari, Irma Irma, Tajuddin Tajuddin, Taufik Taufik</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>