Radikalisasi menjadi salah satu tantangan besar dalam dunia pendidikan, terutama di lingkungan sekolah yang seyogianya menjadi tempat menanamkan nilai-nilai kedamaian dan toleransi. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran sentral dalam mencegah penyebaran ideologi radikal di kalangan siswa melalui pendekatan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai damai. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis peran guru PAI dalam menanggulangi radikalisasi dengan menekankan pada pendekatan pendidikan berbasis damai. Kajian dilakukan dengan menelaah berbagai hasil penelitian dan literatur ilmiah terkait peran guru, strategi pendidikan damai, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Hasil studi menunjukkan bahwa guru PAI tidak hanya bertugas mengajar aspek kognitif agama, tetapi juga bertanggung jawab dalam pembentukan karakter siswa yang toleran, terbuka, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman. Strategi yang digunakan antara lain adalah integrasi nilai-nilai damai dalam kurikulum, penggunaan metode pembelajaran dialogis, serta penanaman nilai moderasi beragama. Pendidikan damai mampu menjadi benteng ideologis bagi siswa dalam menghadapi propaganda radikal. Namun, untuk optimalisasi peran ini, guru PAI memerlukan pelatihan berkelanjutan, dukungan kebijakan, dan sinergi dengan stakeholder lain. Dengan demikian, pendidikan agama Islam dapat menjadi sarana efektif dalam membangun generasi muda yang cinta damai dan anti kekerasan.
Collaboration network of the authors
21 authors ·
61 co-authorship links
· 3 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Muhammadiyah Parepare
Universitas Halu Oleo
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.