Pendidikan Islam merupakan pilar penting dalam membentuk kepribadian dan peradaban umat Islam sejak masa Rasulullah hingga era kontemporer saat ini. Studi ini bertujuan untuk menelaah perkembangan pemikiran pendidikan Islam dari era klasik, pertengahan, modern, hingga kontemporer melalui pendekatan studi literatur. Era klasik ditandai dengan pemikiran para ulama seperti Al-Ghazali dan Ibnu Sina yang menekankan harmonisasi antara ilmu agama dan rasionalitas. Pada era pertengahan, pemikiran pendidikan lebih terfokus pada institusionalisasi pendidikan dengan munculnya madrasah dan kurikulum formal. Sementara pada era modern, terjadi transformasi pemikiran akibat pengaruh kolonialisme dan kebangkitan dunia Islam, dengan tokoh seperti Muhammad Abduh dan Syed Naquib al-Attas. Di era kontemporer, pendidikan Islam menghadapi tantangan globalisasi, digitalisasi, serta isu-isu relevansi dan integrasi nilai-nilai Islam dalam konteks masyarakat modern. Hasil studi menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Islam terus mengalami evolusi dengan mempertahankan nilai-nilai dasar Islam sembari beradaptasi dengan tantangan zaman. Implikasi dari studi ini adalah perlunya perumusan kurikulum dan strategi pembelajaran yang kontekstual dan transformatif agar pendidikan Islam tetap relevan dan solutif terhadap permasalahan zaman. Kajian ini juga mendorong pengembangan pemikiran kritis dan inovatif dalam pendidikan Islam berbasis nilai-nilai tauhid, kemanusiaan, dan keadilan.
Collaboration network of the authors
3 authors ·
3 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Muhammadiyah Parepare
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-author
Organisation
Joint articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.