Transformasi pembelajaran di perguruan tinggi menuntut model yang mengintegrasikan fleksibilitas hybrid learning dengan teknologi cerdas untuk meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa. Namun, implementasi hybrid learning masih menghadapi kendala seperti rendahnya personalisasi, minimnya pemanfaatan data belajar, dan keterbatasan umpan balik real-time. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Pembelajaran Hybrid Intelligent Learning yang memadukan pembelajaran tatap muka dan daring dengan dukungan learning analytics serta rekomendasi adaptif. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) melalui model ADDIE, meliputi analisis kebutuhan, desain model, pengembangan prototipe, implementasi terbatas, dan evaluasi. Tahap evaluasi mengadopsi pendekatan Dick and Carey, dengan validasi oleh ahli desain pembelajaran, ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, yang menunjukkan tingkat kelayakan masing-masing sebesar 88%, 85%, 83%, dan 87%, sehingga model dinyatakan layak digunakan. Uji coba terbatas pada 35 mahasiswa menggunakan paired-sample t-test menunjukkan bahwa model yang dikembangkan efektif meningkatkan hasil belajar mahasiswa secara signifikan dengan t = 6,85; p < 0,05 (2-tailed) dibandingkan kondisi sebelum penerapan. Dengan demikian, Model Pembelajaran Hybrid Intelligent Learning dinyatakan layak dan efektif untuk diterapkan di perguruan tinggi serta berpotensi menjadi rujukan pengembangan inovasi pembelajaran digital berbasis teknologi cerdas.
Collaboration network of the authors
9 authors ·
17 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Nahdlatul Ulama Lampung
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.