Di tengah arus disrupsi pendidikan dan tuntutan pragmatisme pasar yang mendesak pesantren untuk melakukan sekularisasi kurikulum, Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Batang Kabung menampilkan bentuk resistensi yang unik. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi resiliensi MTI Batang Kabung dalam mempertahankan tradisi tafaqquh fiddin melalui manajemen kurikulum yang distingtif. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui analisis dokumen jadwal pembelajaran (roster), observasi partisipan, serta wawancara mendalam dengan Pimpinan Pondok (Buya) dan Kepala Madrasah pada jenjang Tsanawiyah (MTs) maupun Aliyah (MA). Temuan penelitian mengungkap praktik Politik Alokasi Waktu yang disebut sebagai tradisi Mangaji Pagi. Secara struktural, institusi mengalokasikan waktu emas kognitif (golden time) pukul 07.00–09.30 WIB khusus untuk mata pelajaran turats (Nahwu, Sharaf, Fiqh, Tafsir), sementara mata pelajaran umum ditempatkan pada sesi siang. Strategi ini diterapkan secara isomorfis (seragam) dari jenjang MTs hingga MA. Konsistensi pada jenjang Aliyah, meski dihadapkan pada tekanan seleksi perguruan tinggi yang menunjukkan kuatnya ideologi institusi dalam menempatkan ilmu agama (Fardhu ‘Ain) pada hirarki epistemologi tertinggi dibanding ilmu umum (Fardhu Kifayah). Penelitian ini menyimpulkan bahwa MTI Batang Kabung melakukan akomodasi selektif: menerima modernitas secara administratif namun mempertahankan kedaulatan tradisi secara substansial melalui penguasaan struktur waktu
Collaboration network of the authors
5 authors ·
8 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.