Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 5

Hegemoni Mangaji Pagi: Politik Alokasi Waktu sebagai Strategi Resiliensi Epistemologi di Mti Batang Kabung Padang

Sulawesi Tenggara Educational Journal (SEDUJ) · Vol. 5 No. 3 (2025) · pp. 595–601

DOI
10.54297/seduj.v5i3.1355
ISSN
2807-7474, 2807-7458
Published
2025-12-14
Publisher
Universitas Sulawesi Tenggara
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Di tengah arus disrupsi pendidikan dan tuntutan pragmatisme pasar yang mendesak pesantren untuk melakukan sekularisasi kurikulum, Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Batang Kabung menampilkan bentuk resistensi yang unik. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi resiliensi MTI Batang Kabung dalam mempertahankan tradisi tafaqquh fiddin melalui manajemen kurikulum yang distingtif. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui analisis dokumen jadwal pembelajaran (roster), observasi partisipan, serta wawancara mendalam dengan Pimpinan Pondok (Buya) dan Kepala Madrasah pada jenjang Tsanawiyah (MTs) maupun Aliyah (MA). Temuan penelitian mengungkap praktik Politik Alokasi Waktu yang disebut sebagai tradisi Mangaji Pagi. Secara struktural, institusi mengalokasikan waktu emas kognitif (golden time) pukul 07.00–09.30 WIB khusus untuk mata pelajaran turats (Nahwu, Sharaf, Fiqh, Tafsir), sementara mata pelajaran umum ditempatkan pada sesi siang. Strategi ini diterapkan secara isomorfis (seragam) dari jenjang MTs hingga MA. Konsistensi pada jenjang Aliyah, meski dihadapkan pada tekanan seleksi perguruan tinggi yang menunjukkan kuatnya ideologi institusi dalam menempatkan ilmu agama (Fardhu ‘Ain) pada hirarki epistemologi tertinggi dibanding ilmu umum (Fardhu Kifayah). Penelitian ini menyimpulkan bahwa MTI Batang Kabung melakukan akomodasi selektif: menerima modernitas secara administratif namun mempertahankan kedaulatan tradisi secara substansial melalui penguasaan struktur waktu

Collaboration network of the authors

5 authors · 8 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sasmi NelwatiUniversitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang2
Juli AfriadiUniversitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang2

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hegemoni Mangaji Pagi: Politik Alokasi Waktu sebagai Strategi Resiliensi Epistemologi di Mti Batang Kabung Padang</dc:title>
	<dc:creator>Putra, Supriadi Ansyah</dc:creator>
	<dc:creator>Kustati, Martin</dc:creator>
	<dc:creator>Sepriyanti, Nana</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Di tengah arus disrupsi pendidikan dan tuntutan pragmatisme pasar yang mendesak pesantren untuk melakukan sekularisasi kurikulum, Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Batang Kabung menampilkan bentuk resistensi yang unik. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi resiliensi MTI Batang Kabung dalam mempertahankan tradisi tafaqquh fiddin melalui manajemen kurikulum yang distingtif. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui analisis dokumen jadwal pembelajaran (roster), observasi partisipan, serta wawancara mendalam dengan Pimpinan Pondok (Buya) dan Kepala Madrasah pada jenjang Tsanawiyah (MTs) maupun Aliyah (MA). Temuan penelitian mengungkap praktik Politik Alokasi Waktu yang disebut sebagai tradisi Mangaji Pagi. Secara struktural, institusi mengalokasikan waktu emas kognitif (golden time) pukul 07.00–09.30 WIB khusus untuk mata pelajaran turats (Nahwu, Sharaf, Fiqh, Tafsir), sementara mata pelajaran umum ditempatkan pada sesi siang. Strategi ini diterapkan secara isomorfis (seragam) dari jenjang MTs hingga MA. Konsistensi pada jenjang Aliyah, meski dihadapkan pada tekanan seleksi perguruan tinggi yang menunjukkan kuatnya ideologi institusi dalam menempatkan ilmu agama (Fardhu ‘Ain) pada hirarki epistemologi tertinggi dibanding ilmu umum (Fardhu Kifayah). Penelitian ini menyimpulkan bahwa MTI Batang Kabung melakukan akomodasi selektif: menerima modernitas secara administratif namun mempertahankan kedaulatan tradisi secara substansial melalui penguasaan struktur waktu</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Sulawesi Tenggara</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1355</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.54297/seduj.v5i3.1355</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Sulawesi Tenggara Educational Journal; Vol 5 No 3: Desember (2025); 595-601</dc:source>
	<dc:source>2807-7474</dc:source>
	<dc:source>2807-7458</dc:source>
	<dc:source>10.54297/seduj.v5i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1355/924</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Supriadi Ansyah Putra, Martin Kustati, Nana Sepriyanti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>