Jurnal
ANALISIS KUALITAS TEMPE DI PASAR BARUGA KENDARI
Sultra Journal of Agricultural Research · Vol. 1 No. 1 (2020) · pp. 54–68
- Published
- 2020-01-20
- Publisher
- Fakultas Pertanian Universitas Sulawesi Tenggara
- Language
- eng
Abstract
Pada umumnya masyarakat mengetahui tempe sebagai sumber protein. Selain protein, tempe juga mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh seperti vitamin B12, B1, B2, niasin, magnesium, kalsium dan zat besi antioksidan (isoflavon) dan ergosterol. Cara pembuatan tempe disetiap pengrajin tempe beragam dan perbedaan cara ini akan berpengaruh terhadap kualitas serta kandungan gizi tempe yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1 Mengetahui mutu tempe yang beredar dipasar Baruga Kendari. 2 Mengetahui tahapan pembuatan yang dilakukan oleh setiap pengrajin pembuatan tempe Dari pembahasan analisis kualitas tempe yang beredar di pasar Baruga Kendari serta industri pembuatan tempe di sentra industri tempe desa Lambusa diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Mutu tempe yang diproduksi oleh industri pembuatan tempe desa Lambusa yang dipasarkan di pasar baruga Kendari memenuhi syarat konsumsi dengan masih mas dalam ambang batas standar yang telah ditetapkan dalam SNI untuk produk tempe, 2 Tahapan pembuatan tempe pada industri rumah tangga di desa Lmbusa Kecmatan Konda adalah sebagai berikut persiapan baku kedelai (kedelai inport), penyortiran dan Pencucian, Perendaman, Perebusan, Perendaman dalam air rebusan, Pengupasan kulit, Penyiraman dengan air mendidih, Penirisan dan pendinginan, Inokulasi Ragi, Pengemasan pada plastik, Fermentasi, Pelubangan pada kemasan plastik, Tempe yang siap dipasarkan
Collaboration network of the authors
19 authors · 53 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Sulawesi Tenggara
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| I Wayan Puguh | Universitas Sulawesi Tenggara | 4 |
| La Panga | Universitas Sulawesi Tenggara | 3 |
| La Oge | Universitas Sulawesi Tenggara | 2 |
| Haidir Amin | Universitas Sulawesi Tenggara | 2 |
| Hastian Hastian | Universitas Sulawesi Tenggara | 2 |
| Ruksanan Ruksanan | Universitas Sulawesi Tenggara | 2 |
| Waode Rahma Seala Arhabsi | Affiliation unknown | 1 |
| Ruksanan . | Affiliation unknown | 1 |
| Samad .Nggolele | Affiliation unknown | 1 |
| Dahniar . | Affiliation unknown | 1 |
| Lapanga | Affiliation unknown | 1 |
| Lilik Iswahyudi | Affiliation unknown | 1 |
| Antok Mardiantoro | Affiliation unknown | 1 |
| Suhardin Suhardin | Affiliation unknown | 1 |
| Adinda Dwi Wahyuni | Affiliation unknown | 1 |
| Erni Danggi | Universitas Sulawesi Tenggara | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.