Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PEMBERDAYAAN KELOMPOK PETERNAK LEBAH TRIGONA DI DESA WATA BENUA KECAMATAN LANDONO KABUPATEN KONAWE SELATAN

Jurnal Sultra Sains · Vol. 4 No. 2 (2022) · pp. 1–9

DOI
10.54297/sultrasains.v4i2.363
ISSN
2622-0660, 2621-4989
Published
2022-10-26
Publisher
Universitas Sulawesi Tenggara
Language
eng

Abstract

Madu trigona mempunyai kualitas yang lebih baik dibanding madu lainnya, karena kandungan gizinya. Penelitian telah membuktikan bahwa total konten fenolik madu trigona lebih tinggi dengan rata-rata 784,3 mg GAE / kg dibandingkan Apis spp. madu rata-rata 590,5mg GAE / kg (Kek, Chin, Yusof, Tan, & Chua, 2014). Gallic Acid Equivalent (GAE) merupakan acuan umum untuk mengukur sejumlah senyawa fenolik yang terdapat dalam suatu bahan. Di Desa Watabenua kesamatan Landono, kegiatan budidayanya mengalami permasalahan yang cukup kompleks dimulai dari proses produksi, manajemen usaha, pemasaran, hingga pengolahan limbah. Setelah pelaksanaan kegiatan PKM ini, Kelompok Tani Peterrnak Madu Trigona Wata Benua mampu meningkatkan pendapatannya dengan melakukan inovasi kemasan produk madu yang lebih menarik. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran Mitra akan pentingnya jenis bahan kemasan sekaligus desain dalam menarik minat konsumen. Selain itu, aplikasi pemasaran digital melalui media sosial seperti Facebook dirasakan memudahkan dalam menjangkau pasar yang lebih luas, lebih efisien dari segi ruang dan waktu. Manfaat lainnya yang didapatkan mitra adalah meningkatnya pengetahuan dan kemampuan mengolah limbah sarah lebah menjadi lebih bernilai ekonomi yaitu menghasilkan produk lilin aromaterapi yang memiliki keunggulan aman bagi Kesehatan

Collaboration network of the authors

40 authors · 124 co-authorship links · 4 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Irwan LakawaUniversitas Sulawesi Tenggara18
Vickky Anggara IlhamUniversitas Sulawesi Tenggara8
Andi MakkawaruUniversitas Sulawesi Tenggara6
Catrin SudardjatUniversitas Sulawesi Tenggara6
Hujiyanto HujiyantoUniversitas Sulawesi Tenggara5
Hado HadoUniversitas Sulawesi Tenggara4
Sitti HawaUniversitas Sulawesi Tenggara4
Hakiman HakimanUniversitas Sulawesi Tenggara3
Sunaryo SunaryoUniversitas Sulawesi Tenggara3
Andi Makkawaru Isazarny JassinUniversitas Sulawesi Tenggara3
Muhammad MuhsarUniversitas Sulawesi Tenggara3
Haryono HaryonoUniversitas Sulawesi Tenggara2
La Ode Musa RachmatUniversitas Sulawesi Tenggara2
Fikri Aris MunandarUniversitas Sulawesi Tenggara2
Lisman LismanUniversitas Sulawesi Tenggara2
Haidir AminUniversitas Sulawesi Tenggara2
La Ode Abdul MananUniversitas Sulawesi Tenggara2
Ruksanan RuksananUniversitas Sulawesi Tenggara2
Haryono HaryonoUniversitas Sulawesi Tenggara2
La Ode BariunUniversitas Sulawesi Tenggara1
Humairah MuljabarUniversitas Sulawesi Tenggara1
La Ode Muhammad Isman Hardiansyah BariunAffiliation unknown1
Joko Tri BrataUniversitas Sulawesi Tenggara1
Arsalim ArsalimUniversitas Sulawesi Tenggara1
Aswad AswadUniversitas Sulawesi Tenggara1
Syamsuddin SyamsuddinUniversitas Sulawesi Tenggara1
Komang Agus SaputraUniversitas Sulawesi Tenggara1
Andi Kukuh SetiawanUniversitas Sulawesi Tenggara1
Hajar HajarUniversitas Sulawesi Tenggara1
Farra SasmitaUniversitas Sulawesi Tenggara1
Erni DanggiUniversitas Sulawesi Tenggara1
Andi Makkawaru Isazarni JassinAffiliation unknown1
Syamsuddin SyamsuddinUniversitas Sulawesi Tenggara1
Eko Efendi JuantoroUniversitas Sulawesi Tenggara1
La Ode Muhamad MagribiUniversitas Sulawesi Tenggara1
Syamsuddin SyamsuddinInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Suhardin MangidiUniversitas Sulawesi Tenggara1
Sulaiman SulaimanUniversitas Sulawesi Tenggara1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/sultrasains/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMBERDAYAAN KELOMPOK  PETERNAK LEBAH TRIGONA DI DESA  WATA BENUA KECAMATAN LANDONO  KABUPATEN KONAWE SELATAN</dc:title>
	<dc:creator>Danggi, Erni</dc:creator>
	<dc:creator>Sufrianto, Sufrianto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Madu trigona mempunyai kualitas yang lebih baik dibanding madu lainnya, karena kandungan gizinya. Penelitian telah membuktikan bahwa total konten fenolik madu trigona lebih tinggi dengan rata-rata 784,3 mg GAE / kg dibandingkan Apis spp. madu rata-rata 590,5mg GAE / kg (Kek, Chin, Yusof, Tan, &amp;amp; Chua, 2014). Gallic Acid Equivalent (GAE) merupakan acuan umum untuk mengukur sejumlah senyawa fenolik yang terdapat dalam suatu bahan. Di Desa Watabenua kesamatan Landono, kegiatan budidayanya mengalami permasalahan yang cukup kompleks dimulai dari proses produksi, manajemen usaha, pemasaran, hingga pengolahan limbah. Setelah pelaksanaan kegiatan PKM ini, Kelompok Tani Peterrnak Madu Trigona Wata Benua mampu meningkatkan pendapatannya dengan melakukan inovasi kemasan produk madu yang lebih menarik. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran Mitra akan pentingnya jenis bahan kemasan sekaligus desain dalam menarik minat konsumen. Selain itu, aplikasi pemasaran digital melalui media sosial seperti Facebook dirasakan memudahkan dalam menjangkau pasar yang lebih luas, lebih efisien dari segi ruang dan waktu. Manfaat lainnya yang didapatkan mitra adalah meningkatnya pengetahuan dan kemampuan mengolah limbah sarah lebah menjadi lebih bernilai ekonomi yaitu menghasilkan produk lilin aromaterapi yang memiliki keunggulan aman bagi Kesehatan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Sulawesi Tenggara</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/sultrasains/article/view/363</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.54297/sultrasains.v4i2.363</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sultra Sains; Vol 4 No 2 (2022): Agustus - Desember; 1-9</dc:source>
	<dc:source>2622-0660</dc:source>
	<dc:source>2621-4989</dc:source>
	<dc:source>10.54297/sultrasains.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/sultrasains/article/view/363/208</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Sultra Sains</dc:rights>
</oai_dc:dc>