Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

ANALISIS KUALITAS MADU PRODUKSI KELOMPOK PETERNAK LEBAH TRIGONA DI DESA WATABENUA KABUPATEN KONAWE SELATAN

Jurnal Sultra Sains · Vol. 5 No. 1 (2024) · pp. 31–42

DOI
10.54297/sultrasains.v5i1.575
ISSN
2622-0660, 2621-4989
Published
2024-02-20
Publisher
Universitas Sulawesi Tenggara
Language
eng

Abstract

Lebah trigona (Ordo Apidae, Subordo Meliponinae) merupakan lebah tanpa sengat (stingless bee) yang banyak ditemukan di Indonesia, dan mulai dibudidayakan termasuk di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara khususnya di desa Watabenua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas madu dengan mengukur total padatan terlarut, kadar air, pH dan nilai organoleptik hedonik terhadap warna, aroma, rasa, dan kekentalan madu lebah Trigona yang dihasilkan. Pada penelitian ini diketahui Nilai Total Padatan Terlarut rata-rata adalah 72,53 0Brix. Nilai Kadar air rata-rata cukup tinggi yaitu adalah 26,3% jika dibandingkan dengan persyaratan SNI tidak lebih dari 22%. Nilai pH rata-rata madu trigona adalah 3,9 yang menunjukkan kesesuaian dengan pH yang ditetapkan World Honey Standar yaitu berkisar 3.2-4.5, Pengujian organoleptik tingkat kesukaan terhadap rasa adalah berkisar 4,2 sampai 4,8, (agak suka hingga cenderung suka), warna berkisar antara 4,6 hingga 4,7 (cenderung suka). terhadap aroma berkisar antara 4,6 sampai dengan 5 (cenderung suka hingga suka), kekentalan madu Trigona berkisar 4,06 sampai 4,9 (agak disukai hingga cenderung suka).

Collaboration network of the authors

5 authors · 10 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hajar HajarUniversitas Sulawesi Tenggara1
Sufrianto SufriantoUniversitas Sulawesi Tenggara1
Farra SasmitaUniversitas Sulawesi Tenggara1
Andi MakkawaruUniversitas Sulawesi Tenggara1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/sultrasains/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS KUALITAS MADU PRODUKSI KELOMPOK PETERNAK LEBAH TRIGONA DI DESA WATABENUA KABUPATEN KONAWE SELATAN</dc:title>
	<dc:creator>Danggi, Erni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lebah trigona (Ordo Apidae, Subordo Meliponinae) merupakan lebah tanpa sengat (stingless bee) yang banyak ditemukan di Indonesia, dan mulai dibudidayakan termasuk di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara khususnya di desa Watabenua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas madu dengan mengukur total padatan terlarut, kadar air, pH dan nilai organoleptik hedonik terhadap warna, aroma, rasa, dan kekentalan madu lebah Trigona yang dihasilkan.
Pada penelitian ini diketahui Nilai Total Padatan Terlarut rata-rata adalah 72,53 0Brix. Nilai Kadar air rata-rata cukup tinggi yaitu adalah 26,3% jika dibandingkan dengan persyaratan SNI tidak lebih dari 22%. Nilai pH rata-rata madu trigona adalah 3,9 yang menunjukkan kesesuaian dengan pH yang ditetapkan World Honey Standar yaitu berkisar 3.2-4.5, Pengujian organoleptik tingkat kesukaan terhadap rasa adalah berkisar 4,2 sampai 4,8, (agak suka hingga cenderung suka),&amp;nbsp; warna berkisar antara 4,6 hingga 4,7 (cenderung suka). terhadap aroma berkisar antara 4,6 sampai dengan 5 (cenderung suka hingga suka), kekentalan madu Trigona berkisar 4,06 sampai 4,9 (agak disukai hingga cenderung suka). </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Sulawesi Tenggara</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/sultrasains/article/view/575</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.54297/sultrasains.v5i1.575</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sultra Sains; Vol 5 No 1 (2023): Januari-Juli 2023; 31-42</dc:source>
	<dc:source>2622-0660</dc:source>
	<dc:source>2621-4989</dc:source>
	<dc:source>10.54297/sultrasains.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/sultrasains/article/view/575/337</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Sultra Sains</dc:rights>
</oai_dc:dc>