Geometri jalan tambang harus mempetimbangkan kemampuan alat angkut bergerak melewati jalan tambang serta kemampuan produksi alat angkut. Kondisi jalan yang tidak sesuai akan kecenderung mempengaruhi keamanan operator alat untuk melintas jalan, dan berpotensi menimbulkan kecelakan tambang. Berdasarkan survey di PT Bumi Nikel Nusantara didapatkan hasil geometri jalan masih belum dapat dikategorikan baik dan belum sesuai dengan standar The American Association Of State Highway and Transportation Official (ASSHTO) dan perhitungan dengan rujukan teori. Dengan kondisi tersebut maka perlu dilakukan evaluasi dan mendesain kembali geometri jalan tambang dari Pit Alaska menuju Stockpile di PT. Bumi Nikel Nusantara. Evalusi dan desian mengggunakan metode perhitungan AASHTO Manual Rural High Way Design 1973 didapatkan hasil: lebar minimum jalan angkut agar dapat dilalui dengan oleh Dumpt Truck Hino 500 untuk melintas pada jalan angkut kondisi lurus yaitu 8,61 meter, untuk jalan pada tikungan yaitu 12,34 meter. Untuk jari-jari yaitu sebesar 14,38 meter agar tingkat kelengkungan tikungan bisa dikategorikan baik. Superelevasi yang akan dibuat yaitu 4% guna mengatasi gaya sentrifugal yang bekerja pada alat angkut saat melewati tikungan dengan kecepatan yang telah ditentukan. Kemiringan jalan angkut yang harus dibuat tidak lebih dari 8%. Berdasarkan lebar jalan, cross slope yang dibuat yaitu 17 cm terhadap sisi jalan agar badan jalan tidak tergenang oleh air. Untuk hasil penentuan waktu pengangkutan jalan bermuatan dari Pit Alaska menuju Stockpile yaitu 14,40 menit, sedangkan untuk hasil waktu pengangkutan kosong dari Stockpile menuju Pit Alaska yaitu 6,02 menit.
Collaboration network of the authors
23 authors ·
63 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Halu Oleo
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.