Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PENENTUAN FAKTOR KEAMANAN PADA ANALISA KESTABILAN LERENG BERDASARKAN KLASIFIKASI MASSA BATUAN (RMR) DAN KRITERIA RUNTUH HOEK-BROWN DI PIT WINTO PT. WIJAYA KARYA BITUMEN

Jurnal Riset dan Teknologi Pertambangan (JRISTAM) · Vol. 2 No. 1 (2022) · pp. 1–10

Published
2022-06-14
Publisher
Jurnal Riset dan Teknologi Pertambangan (JRISTAM)
Language
eng

Abstract

PT. Wijaya Karya Bitumen adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha penambangan Aspal alam di Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Saat ini perusahaan tersebut melakukan aktivitas penambangan dengan tambang terbuka yang berfokus di Pit Winto, dimana permasalahan kestabilan lereng akan ditemukan pada lereng tambang aktif yang dapat mengganggu kegiatan produksi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas massa batuan dan nilai faktor keamanan lereng di Pit Winto PT. Wijaya Karya Bitumen. Jenis penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif untuk mencapai tujuan desktiptif yang objek penelitiannya dilakukan di 2 lereng berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas massa batuan setelah dibobotkan parameter RMR, untuk lereng 1 bernilai 44 (sedang) dan lereng 2 bernilai 42 (sedang). Nilai sudut geser dalam (ϕ) dan kohesi (c) pada massa batuan menggunakan pendekatan kriteria runtuh Hoek-Brown, sehingga penentuan faktor keamanan pada kondisi asli dan jenuh secara berurutan pada lereng 1 bernilai 8,30 dan 8,13, lereng 2 bernilai 2,25 dan 2,12 dimana menunjukkan lereng di Pit Winto menunjukkan relatif stabil, sedangkan rekomendasi geometri untuk mengoptimalkan penambangan sesuai Kepmen ESDM 1827 K/30/MEM/ 2018 pada lereng 1 tinggi 8 meter dan sudut lereng 70o, lereng 2 tinggi 9 meter dan sudut lereng 80o.PT. Wijaya Karya Bitumen adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha penambangan Aspal alam di Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Saat ini perusahaan tersebut melakukan aktivitas penambangan dengan tambang terbuka yang berfokus di Pit Winto, dimana permasalahan kestabilan lereng akan ditemukan pada lereng tambang aktif yang dapat mengganggu kegiatan produksi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas massa batuan dan nilai faktor keamanan lereng di Pit Winto PT. Wijaya Karya Bitumen. Jenis penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif untuk mencapai tujuan desktiptif yang objek penelitiannya dilakukan di 2 lereng berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas massa batuan setelah dibobotkan parameter RMR, untuk lereng 1 bernilai 44 (sedang) dan lereng 2 bernilai 42 (sedang). Nilai sudut geser dalam (ϕ) dan kohesi (c) pada massa batuan menggunakan pendekatan kriteria runtuh Hoek-Brown, sehingga penentuan faktor keamanan pada kondisi asli dan jenuh secara berurutan pada lereng 1 bernilai 8,30 dan 8,13, lereng 2 bernilai 2,25 dan 2,12 dimana menunjukkan lereng di Pit Winto menunjukkan relatif stabil, sedangkan rekomendasi geometri untuk mengoptimalkan penambangan sesuai Kepmen ESDM 1827 K/30/MEM/ 2018 pada lereng 1 tinggi 8 meter dan sudut lereng 70o, lereng 2 tinggi 9 meter dan sudut lereng 80o.

Collaboration network of the authors

29 authors · 77 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hasria HasriaAffiliation unknown6
Deniyatno DeniyatnoAffiliation unknown4
Wd Rizky AwaliahAffiliation unknown3
La Ode ResteleAffiliation unknown3
Muliddin MuliddinAffiliation unknown3
Harziman NingratAffiliation unknown2
Ali ArsadAffiliation unknown2
Hasnawati HasnawatiUniversitas Halu Oleo2
Marwan Zam MiliAffiliation unknown2
Ali OktoUniversitas Halu Oleo2
Suparwi SuparwiAffiliation unknown2
Almin AlminAffiliation unknown1
Muhammad AchidaAffiliation unknown1
Haliq Tri AndonoAffiliation unknown1
Wahab WahabUniversitas Halu Oleo1
Alfian Hendra SaputraAffiliation unknown1
Ahmad ZulhijjahAffiliation unknown1
Jamhir SafaniUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Ichsanul Akbar NatsirAffiliation unknown1
Tri Binajaya RezkyAffiliation unknown1
Ria AnggrainiAffiliation unknown1
Ade SaputraAffiliation unknown1
Ritna WahyuniAffiliation unknown1
Dhanu Bagas PratomoAffiliation unknown1
Rizal Adi SaputraUniversitas Halu Oleo1
L.M Bahtiar AksaraAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jristam/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENENTUAN FAKTOR KEAMANAN PADA ANALISA KESTABILAN LERENG BERDASARKAN KLASIFIKASI MASSA BATUAN (RMR) DAN KRITERIA RUNTUH HOEK-BROWN  DI PIT WINTO PT. WIJAYA KARYA BITUMEN</dc:title>
	<dc:creator>Buyung, Laode Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Firdaus, Firdaus</dc:creator>
	<dc:creator>Anshari, Erwin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">PT. Wijaya Karya Bitumen adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha penambangan Aspal alam di Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Saat ini perusahaan tersebut melakukan aktivitas penambangan dengan tambang terbuka yang berfokus di Pit Winto, dimana permasalahan kestabilan lereng akan ditemukan pada lereng tambang aktif yang dapat mengganggu kegiatan produksi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas massa batuan dan nilai faktor keamanan lereng di Pit Winto PT. Wijaya Karya Bitumen. Jenis penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif untuk mencapai tujuan desktiptif yang objek penelitiannya dilakukan di 2 lereng berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas massa batuan setelah dibobotkan parameter RMR, untuk lereng 1 bernilai 44 (sedang) dan lereng 2 bernilai 42 (sedang). Nilai sudut geser dalam (ϕ) dan kohesi (c) pada massa batuan menggunakan pendekatan kriteria runtuh Hoek-Brown, sehingga penentuan faktor keamanan pada kondisi asli dan jenuh secara berurutan pada lereng 1 bernilai 8,30 dan 8,13, lereng 2 bernilai 2,25 dan 2,12 dimana menunjukkan lereng di Pit Winto menunjukkan relatif stabil, sedangkan rekomendasi geometri untuk mengoptimalkan penambangan sesuai Kepmen ESDM 1827 K/30/MEM/ 2018 pada lereng 1 tinggi 8 meter dan sudut lereng 70o, lereng 2 tinggi 9 meter dan sudut lereng 80o.PT. Wijaya Karya Bitumen adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha penambangan Aspal alam di Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Saat ini perusahaan tersebut melakukan aktivitas penambangan dengan tambang terbuka yang berfokus di Pit Winto, dimana permasalahan kestabilan lereng akan ditemukan pada lereng tambang aktif yang dapat mengganggu kegiatan produksi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas massa batuan dan nilai faktor keamanan lereng di Pit Winto PT. Wijaya Karya Bitumen. Jenis penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif untuk mencapai tujuan desktiptif yang objek penelitiannya dilakukan di 2 lereng berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas massa batuan setelah dibobotkan parameter RMR, untuk lereng 1 bernilai 44 (sedang) dan lereng 2 bernilai 42 (sedang). Nilai sudut geser dalam (ϕ) dan kohesi (c) pada massa batuan menggunakan pendekatan kriteria runtuh Hoek-Brown, sehingga penentuan faktor keamanan pada kondisi asli dan jenuh secara berurutan pada lereng 1 bernilai 8,30 dan 8,13, lereng 2 bernilai 2,25 dan 2,12 dimana menunjukkan lereng di Pit Winto menunjukkan relatif stabil, sedangkan rekomendasi geometri untuk mengoptimalkan penambangan sesuai Kepmen ESDM 1827 K/30/MEM/ 2018 pada lereng 1 tinggi 8 meter dan sudut lereng 70o, lereng 2 tinggi 9 meter dan sudut lereng 80o.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurnal Riset dan Teknologi Pertambangan (JRISTAM)</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-06-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jristam/article/view/27593</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Riset dan Teknologi Pertambangan (JRISTAM); Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Riset dan Teknologi Pertambangan; 1-10</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jristam/article/view/27593/16185</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Riset dan Teknologi Pertambangan (JRISTAM)</dc:rights>
</oai_dc:dc>