Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pengaruh Lama Perendaman Bubu Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Di Perairan Tondonggeu Kecamatan Abeli Kota Kendari Sulawesi Tenggara

PekaBuana : Jurnal Ilmiah Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap · Vol. 1 No. 02 (2021) · pp. 40–64

ISSN
2723-6714
Published
2021-12-29
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Bubu merupakan salah satu jenis Alat tangkap yang digunakan untuk menangkap jenis-jenis ikan karang. Tujuan dari penelitian ini adalah:1) mengetahui jumlah ikan yang tertangkap pada bubu. 2). mengetahui komposisi jenis ikan yang tertangkap pada bubu. 3). mengetahui komposisi ukuran ikan yang tertangkap pada bubu. 4). mengetahui pengaruh lama perendaman bubu terhadap jumlah hasil tangkapan ikan di perairan Tondonggeu. Penelitian dilakukan di perairan tondonggeu pada bulan November sampai Maret 2020. Pengoperasian perendaman bubu dilakukan secara acak.dengan tiga perlakuan Data dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumah ikan yang tertangkap yang diperoleh sebanyak 485 ekor, 11 famili dari 17 spesies diantaranya: (lutjanidae) ikan kakap merah, ikan kakap tanda, ikan mala, ikan ekor kuning. (serranidae) ikan kerapu macam, ikan kerapu sunu, ikan kerapu cantang. (nemipteridae) ikan kurisi. (lethrinidae) ikan lencam. (holocentridae) ikan swanggi. (mullidae) ikan biji nangka, kurisi bali. (siganidae) ikan baronang. (labridae) ikan kenari merah. (carangidae) ikan kuwe. (chaetonontidae) ikan kepe-kepe. (portunidae) kepiting rajungan. komposisi ukuran ikan yang tertangkap berkisar 16-19 cm sampai 25,5 -33,2 cm. Ukuran ikan yang tertinggi jenis ikan kakap merah yaitu 20,4-32,3 cm dengan jumlah 64 ekor sedangkan ukuran terendah secara berurutan masing- masing rajungan 13,3- 14,7 cm dengan jumlah 7 ekor. Ikan kepe- kepe yaitu 16-19 cm dengan jumlah 7 ekor dan ikan swanggi yaitu 16,2-19,6 cm dengan jumlah 7 ekor. Berdasarkan perlakuan lama perendaman bubu terhadap jumlah hasil tangkap. Perlakuan 1 yang tertinggi ikan kakap merah (lutjanus erythropterus) yaitu 23 ekor sedangkan terendah ikan swanggi, baronang dan kepe-kepe masing- masing yaitu 7 ekor. Pada perlakuan 2 yang tertinggi ikan kerapu macan (epinephelus areolatus) yaitu 34 ekor sedangkan terendah kepiting rajungan yaitu 7 ekor. pada perlakuan 3 yang tertinggi ikan kerapu macan (plectropomus leopardus) yaitu 26 ekor sedangkan terendah ikan baronang yaitu 8 ekor.

Collaboration network of the authors

40 authors · 131 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Jordan University of Science and Technology
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ahmad MustafaJordan University of Science and Technology10
Muslim TadjuddahAffiliation unknown10
Naslina AliminaAffiliation unknown9
Hasnia AramiAffiliation unknown7
Syamsul KamriAffiliation unknown6
Akhmad MansyurUniversitas Halu Oleo2
Nurlela NurlelaAffiliation unknown2
La Ode Abdul Rajab NadiaAffiliation unknown2
Kadek LindawatiAffiliation unknown1
Romy KetjulanAffiliation unknown1
La Ode Abdul MuisAffiliation unknown1
Ander IbrahimAffiliation unknown1
Resnawati ResnawatiAffiliation unknown1
Yusril YusrilAffiliation unknown1
Nur InsyaniaAffiliation unknown1
Fina MirantiAffiliation unknown1
Lusi Dwi AprilianiAffiliation unknown1
Muh Ikhsan TaherAffiliation unknown1
Dito HermansyahAffiliation unknown1
Fajar Indah NingsihAffiliation unknown1
Ermayanti IshakAffiliation unknown1
Abdul LatifAffiliation unknown1
Evi Arum SaputriAffiliation unknown1
Kabiruddin KabiruddinUniversitas Halu Oleo1
Mimiatin MimiatinAffiliation unknown1
Agustan AgustanUniversitas Halu Oleo1
Edward NgiiUniversitas Halu Oleo1
Anafi MinmahddunUniversitas Halu Oleo1
Ridwan Syah NuhunUniversitas Halu Oleo1
sulha sulhaAffiliation unknown1
La WelendoAffiliation unknown1
Sitti Nurjannah AhmadAffiliation unknown1
Nurdiana A.Affiliation unknown1
. AmimiAffiliation unknown1
Roslindah Daeng SiangUniversitas Halu Oleo1
Asmawati AhmadAffiliation unknown1
Asrawati NendeAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/pekabuana/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Lama Perendaman Bubu Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Di Perairan Tondonggeu Kecamatan Abeli Kota Kendari  Sulawesi Tenggara</dc:title>
	<dc:creator>Isnawati, Isnawati</dc:creator>
	<dc:creator>Anadi, La</dc:creator>
	<dc:creator>Abdullah, Abdullah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bubu merupakan salah satu jenis Alat tangkap yang digunakan untuk menangkap jenis-jenis ikan karang. Tujuan dari penelitian ini adalah :1) mengetahui jumlah ikan yang tertangkap pada bubu. 2). mengetahui komposisi jenis ikan yang tertangkap pada bubu. 3). mengetahui komposisi ukuran ikan yang tertangkap pada bubu. 4). mengetahui pengaruh lama perendaman bubu terhadap jumlah hasil tangkapan ikan di perairan Tondonggeu. Penelitian dilakukan di perairan tondonggeu pada bulan November sampai Maret 2020. Pengoperasian perendaman bubu dilakukan secara acak.dengan tiga perlakuan Data dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumah ikan yang tertangkap yang diperoleh sebanyak 485 ekor, 11 famili dari 17 spesies diantaranya: (lutjanidae) ikan kakap merah, ikan kakap tanda, ikan mala, ikan ekor kuning. (serranidae) ikan kerapu macam, ikan kerapu sunu, ikan kerapu cantang. (nemipteridae) ikan kurisi. (lethrinidae) ikan lencam. (holocentridae) ikan swanggi. (mullidae) ikan biji nangka, kurisi bali. (siganidae) ikan baronang. (labridae) ikan kenari merah. (carangidae) ikan kuwe. (chaetonontidae) ikan kepe-kepe. (portunidae) kepiting rajungan. komposisi ukuran ikan yang tertangkap berkisar 16-19 cm sampai 25,5 -33,2 cm. Ukuran ikan yang tertinggi jenis ikan kakap merah yaitu 20,4-32,3 cm dengan jumlah 64 ekor sedangkan ukuran  terendah secara berurutan masing- masing rajungan 13,3- 14,7 cm dengan jumlah 7 ekor.  Ikan  kepe- kepe yaitu 16-19 cm dengan jumlah 7 ekor dan ikan swanggi yaitu 16,2-19,6 cm dengan jumlah 7 ekor. Berdasarkan perlakuan lama perendaman bubu terhadap jumlah hasil tangkap. Perlakuan 1 yang tertinggi ikan kakap merah (lutjanus erythropterus) yaitu 23 ekor  sedangkan terendah ikan swanggi, baronang dan kepe-kepe masing- masing yaitu 7 ekor. Pada perlakuan 2 yang tertinggi ikan kerapu macan (epinephelus areolatus) yaitu 34 ekor sedangkan terendah kepiting rajungan yaitu 7 ekor. pada perlakuan 3 yang tertinggi ikan kerapu macan (plectropomus leopardus)  yaitu 26 ekor sedangkan terendah ikan baronang yaitu 8 ekor.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/pekabuana/article/view/27363</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">PekaBuana : Jurnal Ilmiah Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap; Vol 1, No 02 (2021): Desember  2021; 40-64</dc:source>
	<dc:source>2723-6714</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/pekabuana/article/view/27363/16020</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 PekaBuana : Jurnal Ilmiah Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap</dc:rights>
</oai_dc:dc>