Melola Discovery

← Melola Discovery

Prosiding

HUBUNGAN POLIMORFISME GEN ANGIOTENSINOGEN M235T DENGAN HIPERTENSI ESENSIAL PADA ETNIS SULAWESI TENGGARA

Prosiding Seminar Nasional Riset Kuantitatif Terapan 2017 · Vol. 1 No. 1 (2017)

Published
2017-12-11
Publisher
Prosiding Seminar Nasional Riset Kuantitatif Terapan 2017
Language
eng

Abstract

Patogenesis penyakit hipertensi esensial dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Gen renin-angiotensin-aldosterone system (RAAS) telah dipelajari secara ekstensif untuk perannya dalam mengontrol tekanan darah. Ada berbagai gen yang mengkode komponen di RAAS yang terlibat dalam pengembangan hipertensi. Polimorfisme gen ini sangat diyakini terkait dengan prevalensi hipertensi. Studi Polimorfisme gen angiotensinogen 235M/T menunjukkan bahwa alel 235T pada orang Asia meningkatkan risiko hipertensi dibandingkan pada orang kulit putih. Penelitian ini mengevaluasi frekuensi polimorfisme AGT (M235T) dalam kaitannya dengan hipertensi esensial pada etnis di Sulawesi Tenggara. Desain penelitian ini adalah desain cross sectional dengan varian angiotensinogen M235T terhadap Hipertensi Esensial sebagai variabel independen. Penelitian ini menggunakan pendekatan biologi molekuler untuk menginterpretasikan hasil elektroforesis DNA dari sampel yang sebelumnya telah diperiksa menggunakan teknik PCR dan RFLP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa polimorfisme gen angiotensinogen M235T tidak memiliki hubungan dengan kejadian hipertensi esensial di Etnis Sulawesi Tenggara. Uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p lebih besar dari nilai alpha (α) (nilai p 0,275 α (0,005)). Hal ini menunjukkan bahwa polimorfisme gen M235T bukan faktor risiko pada pengembangan penyakit jantung hipertensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah polimorfisme gen angiotensinogen M235T tidak memiliki hubungan dengan kejadian hipertensi esensial di etnis Sulawesi Tenggara.Kata kunci— Hipertensi Esensial, Gen Angiotensinogen, Polimorfisme Gen.

Collaboration network of the authors

32 authors · 70 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Pranita AritrinaAffiliation unknown3
Parawansah ParawansahAffiliation unknown2
I Putu SudayasaAffiliation unknown2
Fifi NirmalaUniversitas Halu Oleo2
Indriah HafizahAffiliation unknown1
Rahma WatiAffiliation unknown1
Nur SulviyanaAffiliation unknown1
Yusuf HamraAffiliation unknown1
Agus CahyadiAffiliation unknown1
Misdayanti TakdirAffiliation unknown1
Amiruddin EAffiliation unknown1
Satrio WicaksonoAffiliation unknown1
Nur Rahma MusadalifaAffiliation unknown1
Yeni HaryaniAffiliation unknown1
Ahmad Yarid PujiantoAffiliation unknown1
Nuralifah NuralifahAffiliation unknown1
Wa Ode Asfiyai SahrulAffiliation unknown1
Amiruddin EsoUniversitas Halu Oleo1
Agus SaifuddinAffiliation unknown1
Erik Veri RamadaniAffiliation unknown1
Junuda RAFAffiliation unknown1
Agussalim AliAffiliation unknown1
Nabila ShaddadAffiliation unknown1
Arimaswati ArimaswatiAffiliation unknown1
Nina Indriyani NasruddinAffiliation unknown1
Laode KardinAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/snrkt2017/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN  POLIMORFISME GEN ANGIOTENSINOGEN M235T DENGAN HIPERTENSI ESENSIAL PADA ETNIS SULAWESI TENGGARA</dc:title>
	<dc:creator>Raharjo, Sapto</dc:creator>
	<dc:creator>Chahyadi, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Fadhilah, Aulia</dc:creator>
	<dc:creator>Tien, Tien</dc:creator>
	<dc:creator>Kholidha, Andi Noor</dc:creator>
	<dc:creator>Subijakto, Sjarif</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Patogenesis penyakit hipertensi esensial dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Gen renin-angiotensin-aldosterone system (RAAS) telah dipelajari secara ekstensif untuk perannya dalam mengontrol tekanan darah. Ada berbagai gen yang mengkode komponen di RAAS yang terlibat dalam pengembangan hipertensi. Polimorfisme gen ini sangat diyakini terkait dengan prevalensi hipertensi. Studi Polimorfisme gen angiotensinogen 235M/T menunjukkan bahwa alel 235T pada orang Asia meningkatkan risiko hipertensi dibandingkan pada orang kulit putih. Penelitian ini  mengevaluasi frekuensi polimorfisme AGT (M235T) dalam kaitannya dengan hipertensi esensial pada etnis di Sulawesi Tenggara. Desain penelitian ini adalah desain cross sectional dengan varian angiotensinogen M235T terhadap Hipertensi Esensial sebagai variabel independen. Penelitian ini menggunakan pendekatan biologi molekuler untuk menginterpretasikan hasil elektroforesis DNA dari sampel yang sebelumnya telah diperiksa menggunakan teknik PCR dan RFLP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa polimorfisme gen angiotensinogen M235T tidak memiliki hubungan dengan kejadian hipertensi esensial di Etnis Sulawesi Tenggara. Uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p lebih besar dari nilai alpha (α) (nilai p 0,275 α (0,005)). Hal ini menunjukkan bahwa polimorfisme gen M235T bukan faktor risiko pada pengembangan penyakit jantung hipertensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah polimorfisme gen angiotensinogen M235T tidak memiliki hubungan dengan kejadian hipertensi esensial di etnis Sulawesi Tenggara.Kata kunci— Hipertensi Esensial, Gen Angiotensinogen, Polimorfisme Gen.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Prosiding Seminar Nasional Riset Kuantitatif Terapan 2017</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-12-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/snrkt2017/article/view/3247</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Prosiding Seminar Nasional Riset Kuantitatif Terapan 2017; Vol 1, No 1 (2017): Seminar Nasional Riset Kuantitatif Terapan 2017</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/snrkt2017/article/view/3247/2461</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Prosiding Seminar Nasional Riset Kuantitatif Terapan 2017</dc:rights>
</oai_dc:dc>