Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Sifat Fisik Mekanik Bambu Betung (Dendrocalamus asper) dengan Metode Perendaman Larutan Kulit Bintaro

Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia · Vol. 1 No. 2 (2020) · pp. 110–119

DOI
10.33772/jc.v1i2.16822
ISSN
2723-1909
Published
2020-06-26
Publisher
Halu Oleo University
Language
eng

Abstract

Abstrak: Bambu betung (Dendrocalamus asper) merupakan hasil hutan non kayu yang termasuk ke dalam famili Poacea yang umumnya tumbuh berumpun, batang berkayu, memiliki ruas, berbuku-buku, dan berongga, serta bermanfaat sebagai bahan bangunan, bahan baku kerajinan, bahan bakar (arang/arang aktif, bio-etanol), alat musik tradisional, obat herbal, dan sebagai sumber nutrisi.Bambu sangat rentan terhadap serangan organisme perusak terutama oleh rayap dan bubuk kayu kering (powder post beetle). Karena berbagai macam kekurangannya tersebut sangat merugikan, maka perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan umur pakainya dengan cara pengawetan. Pengawetan yang digunakan dengan menggunakan lautan kulit bintaro (Cerbera manghas) karenamengandung senyawa alkaloid yang berfungsi sebagai anti jamur. Tujuan penelitian Ini adalah mengetahui sifat fisik dan mekanik bambu betung (Dendrocelamus asper) sebelum dan setelah diawetkan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo dan Laboratorium Fakultas Kehutann Universitas Hasanudin Makassar. Prosedur Penelitian Ini digunakan dengan Standar American Society Of Testing Methods (ASTM) D-143 (2015) Standar Test Methods For Small Clear Specimens Of Timber terdiri dari 54 Sampel dengan Analisi data Paired Sample T Test. Hasil penelitian menunjukkan sifat fisik dan mekanik bambu betung (Dendrocalamus asper) yang diawetkan menggunakan larutan kulit bintaro tidak berbeda nyata sebelum dan setelah diawetkan Kata Kunci: Perendaman Bambu Betung (Dendrocalamus asper) Dengan Larutan Kulit Bintaro

Collaboration network of the authors

32 authors · 101 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Niken PujirahayuUniversitas Halu Oleo16
Rosmarlinasiah RosmarlinasiahUniversitas Halu Oleo6
Abigael KabeUniversitas Halu Oleo5
Sitti MarwahUniversitas Halu Oleo4
Nurnaningsih HamzahUniversitas Halu Oleo3
La Ode Anando D. TumadaUniversitas Halu Oleo2
Mustika SariUniversitas Halu Oleo2
Sahindomi BanaUniversitas Halu Oleo2
Agus SetiawanUniversitas Halu Oleo2
Hasrudin HasrudinUniversitas Halu Oleo2
Supriadi SupriadiAffiliation unknown2
Ifan Muhammad TamsisAffiliation unknown1
Mursidin LestariAffiliation unknown1
Nadila NadilaAffiliation unknown1
Syamsul SyamsulAffiliation unknown1
Dewi fitrianiAffiliation unknown1
Davik DavikAffiliation unknown1
Muhusana MuhusanaUniversitas Halu Oleo1
Safril KasimUniversitas Halu Oleo1
Anas NikoyanUniversitas Halu Oleo1
Rita YaniAffiliation unknown1
Istia Sitia WarniAffiliation unknown1
Zakiah UslinawatiAffiliation unknown1
Muhammad KhaeruddinAffiliation unknown1
Marniati MarniatiAffiliation unknown1
Wa Ode RosdiaAffiliation unknown1
Eko FitrionoAffiliation unknown1
Marine SilipantiAffiliation unknown1
Ardian ArdianAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/CELEBICA/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sifat Fisik Mekanik Bambu Betung (Dendrocalamus asper) dengan Metode Perendaman Larutan Kulit Bintaro</dc:title>
	<dc:creator>Uslinawaty, Zakiah</dc:creator>
	<dc:creator>Hadjar, Nurhayati</dc:creator>
	<dc:creator>Bahmid, Iwan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak:  Bambu betung (Dendrocalamus asper)  merupakan hasil hutan non kayu yang termasuk ke dalam famili Poacea yang umumnya tumbuh berumpun, batang berkayu, memiliki ruas, berbuku-buku, dan berongga, serta bermanfaat sebagai bahan bangunan, bahan baku kerajinan, bahan bakar (arang/arang aktif, bio-etanol), alat musik tradisional, obat herbal, dan sebagai sumber nutrisi.Bambu sangat rentan terhadap serangan organisme perusak terutama oleh rayap dan bubuk kayu kering (powder post beetle).  Karena berbagai macam kekurangannya tersebut sangat merugikan, maka perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan umur pakainya dengan cara pengawetan. Pengawetan yang digunakan dengan menggunakan lautan kulit bintaro (Cerbera manghas) karenamengandung senyawa alkaloid yang berfungsi sebagai anti jamur. Tujuan penelitian Ini adalah mengetahui sifat fisik dan mekanik bambu betung (Dendrocelamus asper) sebelum dan setelah diawetkan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo dan Laboratorium Fakultas Kehutann Universitas Hasanudin Makassar. Prosedur Penelitian Ini digunakan dengan Standar American Society Of Testing Methods  (ASTM) D-143 (2015) Standar  Test Methods For Small Clear Specimens Of Timber terdiri dari 54 Sampel dengan Analisi data Paired Sample T Test. Hasil penelitian menunjukkan sifat fisik dan mekanik bambu betung (Dendrocalamus asper) yang diawetkan menggunakan larutan kulit  bintaro tidak berbeda nyata sebelum dan setelah diawetkan Kata Kunci : Perendaman Bambu Betung (Dendrocalamus asper) Dengan Larutan Kulit Bintaro</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Halu Oleo University</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-06-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/CELEBICA/article/view/16822</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jc.v1i2.16822</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia; Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia; 110-119</dc:source>
	<dc:source>2723-1909</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jc.v1i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/CELEBICA/article/view/16822/14660</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>