Tulisan ini menjelaskan kondisi ketahanan pangan di daerah kepulauan pada masa pandemi COVID 19 di Provinsi Kepulauan Riau salah satunya Kabupaten Lingga. Peneliti mengunakan model penta helix untuk menganalisis sejauh mana keterlibatan para aktor dalam pengembangan sektor ketahanan pangan khususnya pada program Lumbung Padi. Adapun metode penelitian digunakan ialah kualitatif deskriptif yang kemudian di analisis secara mendalam dengan mengunakan data sekunder yang ada. Hasil menunjukan bahwa analisis menggunakan model penta helix yang terdiri dari lima unsur yaitu pemerintah sebagai pembuat kebijakan, kerjasama industri, keterlibatan kelompok masyarakat, kajian dari perguruan tinggi serta media sebagai informasi dan publikasi pada ketahanan pangan yang sangat memiliki peran yang saling berkaitan pada sektor ketahanan pangan khususnya pada program lumbung padi di Kabupaten Lingga, namun perlu diperhatikan bahwasanya keterlibatan pemangku kepentingan harus memperhatikan aturan serta regulasi dalam upaya menjaga stabilitas ketahanan pangan pada lumbung padi dari segi kualitas dan kuantitas produksinya ditengah pandemi COVID-19. Kata kunci: Ketahanan Pangan, Lumbung Padi, Kabupaten Lingga, Penta Helix
Collaboration network of the authors
10 authors ·
17 co-authorship links
· 3 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
University of Brawijaya
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.