AbstrakSetiap tahun, jumlah WNI yang melakukan perjalanan maupun bermigrasi keluar negeri semakin tinggi. Kurangnya kesadaran WNI untuk melaporkan keberadaannya, membuat pemerintah mengalami kesulitan untuk mendeteksi keberadaan WNI. Terkait dengan pola globalisasi yang dikombinasikan dengan situasi internasional yang tidak menentu membuat WNI yang berada di luar negeri ini bisa saja menghadapi berbagai kondisi yang tidak diinginkan. Banyaknya kasus yang terjadi namun tidak terdeteksi tentu saja menjadi masalah besar dalam perlindungan warga negara. Hal inilah yang mendorong pemerintah Indonesia untuk kemudian menerapkan kebijakan terkait diplomasi digital untuk perlindungan WNI melalui aplikasi Safe Travel. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana implementasi aplikasi Safe Travel yang dijalankan oleh pemerintah Indonesia terhadap perlindungan WNI di luar negeri. Penelitian ini menggunakan konsep diplomasi digital dan konsep perlindungan serta metode kualitatif deskriptif dengan teknik document-based research. Hasil yang ditemukan bahwa aplikasi Safe Travel menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam membantu perlindungan WNI diluar negeri namun aplikasi ini juga belum memberikan hasil yang maksimal karena adanya keterbatasan pemahaman masyarakat mengenai ini.Kata kunci: Diplomasi Digital, Perlindungan WNI, Safe Travel
Collaboration network of the authors
2 authors ·
1 co-authorship link
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Fajar
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-author
Organisation
Joint articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.