Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Peran Direktorat Jenderal Imigrasi Sebagai Fasilitator Pembangunan Masyarakat dalam Skema Kerjasama IA-CEPA

NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan · Vol. 2 No. 2 (2021) · pp. 115–134

DOI
10.52423/neores.v2i2.16226
ISSN
2716-0777
Published
2021-03-05
Publisher
Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Halu O
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Abstract

AbstrakIndonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang disepakati pada tahun 2019 perlu didukung dengan kebijakan di berbagai sektor agar dapat menjadi positive-sum game bagi kedua belah pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Direktorat Jenderal Imigrasi dalam kerangka Kerjasama IA-CEPA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Direktorat Jenderal Imigrasi telah memiliki kebijakan berupa fasilitas kemudahan keimigrasian yang dapat digunakan dalam skema IA-CEPA. Kebijakan tersebut yaitu Kartu Perjalanan Pebisnis APEC (KPP APEC) dan Working Holiday Visa (WHV). Kedua kebijakan tersebut telah lama digunakan digunakan sebelum IA-CEPA disepakati, namun dapat tetap digunakan dalam kerangka kerjasama kemitraan tersebut karena sifatnya yang memberikan kemudahan bagi kedua warga negara dalam hal perlintasan. Dengan demikian, Direktorat Jenderal Imigrasi telah menjalankan fungsinya sebagai fasilitator pembangunan masyarakat dalam hal memberikan fasilitas keimigrasian bagi perpindahan manusia dalam skema IA-CEPA.Kata kunci: Direktorat Jenderal Imigrasi, IA-CEPA, KPP APEC, Working Holiday Visa

Collaboration network of the authors

No co-authors found in Melola yet.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoRespublica/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peran Direktorat Jenderal Imigrasi Sebagai Fasilitator Pembangunan Masyarakat dalam Skema Kerjasama IA-CEPA</dc:title>
	<dc:creator>Herlina, Anita</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakIndonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang disepakati pada tahun 2019 perlu didukung dengan kebijakan di berbagai sektor agar dapat menjadi positive-sum game bagi kedua belah pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Direktorat Jenderal Imigrasi dalam kerangka Kerjasama IA-CEPA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Direktorat Jenderal Imigrasi telah memiliki kebijakan berupa fasilitas kemudahan keimigrasian yang dapat digunakan dalam skema IA-CEPA. Kebijakan tersebut yaitu Kartu Perjalanan Pebisnis APEC (KPP APEC) dan Working Holiday Visa (WHV). Kedua kebijakan tersebut telah lama digunakan digunakan sebelum IA-CEPA disepakati, namun dapat tetap digunakan dalam kerangka kerjasama kemitraan tersebut karena sifatnya yang memberikan kemudahan bagi kedua warga negara dalam hal perlintasan.  Dengan demikian, Direktorat Jenderal Imigrasi telah menjalankan fungsinya sebagai fasilitator pembangunan masyarakat dalam hal memberikan fasilitas keimigrasian bagi perpindahan manusia dalam skema IA-CEPA.Kata kunci : Direktorat Jenderal Imigrasi, IA-CEPA, KPP APEC, Working Holiday Visa</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Halu O</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-03-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoRespublica/article/view/16226</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52423/neores.v2i2.16226</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan; Vol 2, No 2 (2021): Edisi Juni; 115-134</dc:source>
	<dc:source>2716-0777</dc:source>
	<dc:source>10.52423/neores.v2i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoRespublica/article/view/16226/11460</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Anita Herlina</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>