Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

NAZIF BASIR: PELOPOR TEATER REALISME DI SUMATERA BARAT ERA 1950 HINGGA 1970

Jurnal Pembelajaran Seni & Budaya · Vol. 5 No. 1 (2020)

DOI
10.33772/jpsb.v5i1.12654
ISSN
2502-4191
Published
2020-07-13
Publisher
Universitas Halu oleo
Language
eng

Abstract

Nazif Basir merupakan seorang pelopor realisme awal di dalam peta teater Sumatera Barat pasca kemerdekaan yang masih hidup saat ini. Sebagai satu-satunya putra Sumatera Barat yang menamatkan Akademi Seni Drama dan Film Yogyakarta (ASDRAFI) angkatan pertama tahun 1957. Semenjak beraktifitas di kota Padang pasca kemerdekaan, ia turut membidani lahirnya kelompok Teater Kota Padang dan mementaskan pertunjukan teater bergaya realisme semenjak tahun 1961 hingga tahun 1967.Semenjak hijrah ke kota Jakarta pada tahun 1971 hingga sekarang, kehidupan teater terus berlanjut oleh seniman teater di Sumatera Barat. Berdasarkan persoalan di atas, maka dilakukan penelitian sejarah terhadap terhadap sosok Nazif Basir sebagai salahsatu saksi sejarah teater Sumatera Barat untuk mengetahui bagaimanakah kehidupan teater Sumatera Barat pasca kemerdekaan hingga selama berdirinya kelompok Teater Kota Padang di Sumatera Barat pada kurun waktu 1950 s.d 1970. Dari hasil penelitian dinyatakan bahwa jejak realisme awal di Sumatera Barat dimulai oleh Nazif Basir dengan kontribusi selama berkiprah di kelompok Teater Kota Padang. Hal ini juga diperkuat dengan faktor pendidikan dan pengalaman empirik beliau selama studi.

Collaboration network of the authors

8 authors · 12 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad Altin MassinaiAffiliation unknown1
Muhammad Fawzy Ismullah MassinaiAffiliation unknown1
M. Ridho UlyaAffiliation unknown1
Suharmanto SuharmantoAffiliation unknown1
Didik SupriyadiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPSB/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">NAZIF BASIR:  PELOPOR TEATER REALISME DI SUMATERA BARAT ERA 1950 HINGGA 1970</dc:title>
	<dc:creator>SAADUDDIN, SAADUDDIN</dc:creator>
	<dc:creator>NOVALINDA, SHERLI</dc:creator>
	<dc:creator>RAHMADANTI, PUPUT</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Nazif Basir merupakan seorang pelopor realisme awal di dalam peta teater Sumatera Barat pasca kemerdekaan yang masih hidup saat ini. Sebagai satu-satunya putra Sumatera Barat yang menamatkan Akademi Seni Drama dan Film Yogyakarta (ASDRAFI) angkatan pertama tahun 1957. Semenjak beraktifitas di kota Padang pasca kemerdekaan, ia turut membidani lahirnya kelompok Teater Kota Padang dan mementaskan pertunjukan teater bergaya realisme semenjak tahun 1961 hingga tahun 1967.Semenjak hijrah ke kota Jakarta pada tahun 1971 hingga sekarang, kehidupan teater terus berlanjut oleh seniman teater di Sumatera Barat. Berdasarkan persoalan di atas, maka dilakukan penelitian sejarah terhadap terhadap sosok Nazif Basir sebagai salahsatu saksi sejarah teater Sumatera Barat untuk mengetahui bagaimanakah kehidupan teater Sumatera Barat pasca kemerdekaan hingga selama berdirinya kelompok Teater Kota Padang di Sumatera Barat pada kurun waktu 1950 s.d 1970. Dari hasil penelitian dinyatakan bahwa jejak realisme awal di Sumatera Barat dimulai oleh Nazif Basir dengan kontribusi selama berkiprah di kelompok Teater Kota Padang. Hal ini juga diperkuat dengan faktor pendidikan dan pengalaman empirik beliau selama studi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-07-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPSB/article/view/12654</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jpsb.v5i1.12654</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pembelajaran Seni  Budaya; Vol 5, No 1 (2020): Juli 2020</dc:source>
	<dc:source>2502-4191</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jpsb.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPSB/article/view/12654/xml</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Pembelajaran Seni  Budaya</dc:rights>
</oai_dc:dc>