Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KARAKTERISTIK TATA RIAS DAN BUSANA PADA TARI LULO DI SANGGAR ANASEPU KOTA KENDARI

Jurnal Pembelajaran Seni & Budaya · Vol. 4 No. 2 (2019)

DOI
10.33772/jpsb.v4i2.7825
ISSN
2502-4191
Published
2019-07-15
Publisher
Universitas Halu oleo
Language
eng

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui karakteristik tata rias pada tari lulo, 2) Untuk mengetahui kesesuaian penggunaan busana tari lulo dengan tata rias. Karakteristik tata rias dan busana pada tari Lulo merupakan unsur pendukung berupa alat makeup mulai drai lipstick, bedak, dan lain-lain. Tata riasa berguna sebagai pendukung konsep atau peran yang dibawakan oleh penari agar tercipta suasana pertunjukan yang sempurna yang meliputi; 1) pemakaian alas bedak, 2) pemakaian bedak padat, 3) tahap mengukir alis, 4) Pemakaian ayeshadow, 5) Pemakaian ayeshadow dan concealer, 6) Pemasangan bulu mata, 7) Pemakaian lipstick dan pemasangan konde. Karateristik busana pada tari Lulo meliputi babu ngawi atau baju penari Wanita, sarung penari Molulo wanita, tabere (ikat pinggang) dan kapinda (sandal) yang digunakan para penari Lulo wanita. Sedangkan karakteristik busana pada penari pria yaitu babu kandiu (baju pria), Saluaro (celana panjang), Sawu Ndolaki (sarung Tolaki), Pabele (topi) dan Kapinda (sandal). Gerakan tari Lulo yaitu; 1) Moese artinya gerakan tangan atas dan ke bawah, 2) Molakoako artinya bergerak kearah kanan dan kekiri, 3) Nilulo-lulo artinya gerakan kaki menginjak-nginjak, hal tersebut merupakan karakteristik tari Lulo menggambarkan kesederhanaan, kebersamaan dan kegembiraan. Tari Lulo juga menggambarkan masyarakat Tolaki dalam menjalani kehidupan sehari-harinya selalu saling menghormati, saling menghargai satu sama lain, selalu bergotong royong, dan sampai menjadikan seni sebagai media gotong royong, bahkan sampai menjadikan seni sebagai media masyarakat untuk berkumpul dan melaksanakan aktivitas kesenian Lulo.Keyword: Karakteristik; Lulo; Tata Rias;

Collaboration network of the authors

40 authors · 70 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta
  • Indonesia University of Education
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La AnseUniversitas Halu Oleo3
Muhamad AbasUniversitas Halu Oleo2
Sulsalman MoitaUniversitas Halu Oleo2
Endang EndangUniversitas Halu Oleo1
Annas AnnasAffiliation unknown1
La Ode Rafiuddin RUniversitas Halu Oleo1
Abindarda AbindardaAffiliation unknown1
Suhirnan SuhirnanAffiliation unknown1
Sri KurniatiAffiliation unknown1
Wa Ode Lidya ArisantiAffiliation unknown1
La Ode Safiun ArihiUniversitas Halu Oleo1
Abdiansyah AbdiansyahAffiliation unknown1
Andi Wahyuni RamliAffiliation unknown1
Jemmi JemmiAffiliation unknown1
Hasmunawira HasmunawiraAffiliation unknown1
Muhammad AbasAffiliation unknown1
Sri Ayu NingsihAffiliation unknown1
Hasrinda HasrindaAffiliation unknown1
Asfian AnsarAffiliation unknown1
Alimin AliminSyarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta1
La Taena La TaenaAffiliation unknown1
Wawan SetiawanIndonesia University of Education1
La Ode Ali BasriAffiliation unknown1
La Yani KonisiAffiliation unknown1
Aslin aslinAffiliation unknown1
Maulana IbrahimAffiliation unknown1
La Ode Topo JersAffiliation unknown1
La TaenaAffiliation unknown1
AAbdul Husain SastranegaraAffiliation unknown1
Abdul AlimAffiliation unknown1
Bobiy BobiyAffiliation unknown1
La Aso la asoAffiliation unknown1
Yuslan IrawanAffiliation unknown1
Yafsin YaddiAffiliation unknown1
H. AnwarAffiliation unknown1
La AsoUniversitas Halu Oleo1
I Putu SudarmikaAffiliation unknown1
Munir MunirAffiliation unknown1
La Ode Monto BautoUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPSB/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK TATA RIAS DAN BUSANA PADA TARI LULO DI SANGGAR ANASEPU KOTA KENDARI</dc:title>
	<dc:creator>I Ketut Suardika; Yazid, Majid;</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui karakteristik tata rias pada tari lulo, 2) Untuk mengetahui kesesuaian penggunaan busana tari lulo dengan tata rias. Karakteristik tata rias dan busana pada tari Lulo merupakan unsur pendukung berupa alat makeup mulai drai lipstick, bedak, dan lain-lain. Tata riasa berguna sebagai pendukung konsep atau peran yang dibawakan oleh penari agar tercipta suasana pertunjukan yang sempurna yang meliputi; 1) pemakaian alas bedak, 2) pemakaian bedak padat, 3) tahap mengukir alis, 4) Pemakaian ayeshadow, 5) Pemakaian ayeshadow dan concealer, 6) Pemasangan bulu mata, 7) Pemakaian lipstick dan pemasangan konde. Karateristik busana pada tari Lulo meliputi babu ngawi atau baju penari Wanita, sarung penari Molulo wanita, tabere (ikat pinggang) dan kapinda (sandal) yang digunakan para penari Lulo wanita. Sedangkan karakteristik busana pada penari pria yaitu babu kandiu (baju pria), Saluaro (celana panjang), Sawu Ndolaki (sarung Tolaki), Pabele (topi) dan Kapinda (sandal). Gerakan tari Lulo yaitu; 1) Moese artinya gerakan tangan atas dan ke bawah, 2) Molakoako artinya bergerak kearah kanan dan kekiri, 3) Nilulo-lulo artinya gerakan kaki menginjak-nginjak, hal tersebut merupakan karakteristik tari Lulo menggambarkan kesederhanaan, kebersamaan dan kegembiraan. Tari Lulo juga menggambarkan masyarakat Tolaki dalam menjalani kehidupan sehari-harinya selalu saling menghormati, saling menghargai satu sama lain, selalu bergotong royong, dan sampai menjadikan seni sebagai media gotong royong, bahkan sampai menjadikan seni sebagai media masyarakat untuk berkumpul dan melaksanakan aktivitas kesenian Lulo.Keyword: Karakteristik; Lulo; Tata Rias;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-07-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPSB/article/view/7825</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jpsb.v4i2.7825</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pembelajaran Seni  Budaya; Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019</dc:source>
	<dc:source>2502-4191</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jpsb.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPSB/article/view/7825/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Pembelajaran Seni  Budaya</dc:rights>
</oai_dc:dc>