Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KONSEP TRIPLE BOTTOM LINE (TBL) PADA YAYASAN ALLIANZ PEDULI

Jurnal Kesejahteraan dan Pelayanan Sosial · Vol. 3 No. 1 (2022) · pp. 90–105

DOI
10.52423/jkps.v3i1.22863
ISSN
2716-3857
Published
2022-05-29
Publisher
Laboratorium Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP-UHO
Language
eng

Abstract

Konsep Triple Bottom Line yang dikenal dengan formula 3P (Profit, People, dan Planet) menjadi paradigma baru bagi perusahaan dalam menjalankan operasi bisnisnya. Perusahaan tidak lagi hanya berorientasi pada profit, melainkan juga harus memperhatikan aspek lain seperti keadilan sosial dan kesejahteraan sosial (people), serta menjaga kelestarian lingkungan (planet). Konsep Triple Bottom Line yang mendukung pembangunan berkelanjutan ini dijadikan dasar implementasi corporate social responsibility pada Yayasan Allianz Peduli yang mana merupakan lembaga independen yang didirikan Allianz Indonesia. Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan konsep Triple Bottom Line (TBL) pada Yayasan Allianz Peduli yang merupakan CSR dari Allianz Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi pustaka untuk memperoleh data pendukungnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Yayasan Allianz Peduli menerapkan konsep Triple Bottom Line pada program-program sosial yang diimplementasikannya yang terbagi pada pilar pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, serta lingkungan dan bencana.

Collaboration network of the authors

7 authors · 10 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Padjadjaran University
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Daffa NaufaldiPadjadjaran University2
Faishal Nur ArafaPadjadjaran University2
Nandang MulyanaPadjadjaran University1
Gigin Ginanjar Kamil BasarPadjadjaran University1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JKPS/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KONSEP TRIPLE BOTTOM LINE (TBL) PADA YAYASAN ALLIANZ PEDULI</dc:title>
	<dc:creator>Fushshilat, Sonza Rahmanirwana</dc:creator>
	<dc:creator>Raharjo, Santoso Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Resnawaty, Risna</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Konsep Triple Bottom Line yang dikenal dengan formula 3P (Profit, People, dan Planet) menjadi paradigma baru bagi perusahaan dalam menjalankan operasi bisnisnya. Perusahaan tidak lagi hanya berorientasi pada profit, melainkan juga harus memperhatikan aspek lain seperti keadilan sosial dan kesejahteraan sosial (people), serta menjaga kelestarian lingkungan (planet). Konsep Triple Bottom Line yang mendukung pembangunan berkelanjutan ini dijadikan dasar implementasi corporate social responsibility pada Yayasan Allianz Peduli yang mana merupakan lembaga independen yang didirikan Allianz Indonesia. Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan konsep Triple Bottom Line (TBL) pada Yayasan Allianz Peduli yang merupakan CSR dari Allianz Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi pustaka untuk memperoleh data pendukungnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Yayasan Allianz Peduli menerapkan konsep Triple Bottom Line pada program-program sosial yang diimplementasikannya yang terbagi pada pilar pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, serta lingkungan dan bencana.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Laboratorium Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP-UHO</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JKPS/article/view/22863</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52423/jkps.v3i1.22863</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesejahteraan dan Pelayanan Sosial; Vol 3, No 1 (2022): Edisi Mei; 90-105</dc:source>
	<dc:source>2716-3857</dc:source>
	<dc:source>10.52423/jkps.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JKPS/article/view/22863/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Kesejahteraan dan Pelayanan Sosial</dc:rights>
</oai_dc:dc>