Jurnal
KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH (STUDI KASUS: KECAMATAN SEMARANG UTARA KOTA SEMARANG)
Jurnal Malige Arsitektur · Vol. 1 No. 1 (2019)
- ISSN
- 2656-8160
- Published
- 2019-06-30
- Publisher
- Jurusan Arsitektur
- Language
- eng
Abstract
ABSTRAKKecamatan Semarang Utara merupakan Kecamatan dengan potensi sosial ekonomi yang tinggi karena didalamnya terdapat pelabuhan, stasiun kereta api dan kawasan-kawasan komersial, potensi sosial ekonomi yang tinggi menyebabkan tingginya aktivitas di lokasi tersebut. Akibatnya wilayah tersebut menarik untuk dijadikan sebagai tempat bermukim, seiring berjalannya waktu banyak pendatang yang ingin tinggal dan menetap di wilayah tersebut, yang kemudian berimbas pada meningkatnya kebutuhan lahan, dan akhirnya mendirikan bangunan di lahan-lahan yang terbatas dan berpotensi untuk menimbulkan kawasan-kawasan kumuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik Permukiman Kumuh di Kecamatan Semarang Utara. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan analisis karakteristik permukiman kumuh yang meliputi kepadatan penduduk, infrastruktur, kondisi bangunan, dan legalitas lahan. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan rasionalistik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Permukiman kumuh di Kecamatan Semarang Utara memiliki karakteristik permukiman kumuh yang bervariasi diantaranya kepadatan bangunan yang tinggi, sampah dan limbah akibat aktivitas warga yang tidak dikelola dengan baik, kondisi jalan dan drainase yang buruk, pengelolaan sanitasi yang kurang memadai, dan sebagian besar bangunan di kawasan kumuh Kecamatan Semarang Utara belum bersertifikat serta ada sebagian bangunan yang berdiri diatas lahan ilegal. Penyebaran Permukiman kumuh tersebut cenderung tumbuh mendekati kawasan-kawasan strategis di Kecamatan Semarang Utara.Kata Kunci: Permukiman kumuh, Semarang Utara
Collaboration network of the authors
40 authors · 79 co-authorship links · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Dodi Priyatmo Silondae | Affiliation unknown | 8 |
| Alber Tigor Arifyanto | Affiliation unknown | 6 |
| Sitti Mikarna Kaimuddin | Affiliation unknown | 6 |
| Abas Rudin | Affiliation unknown | 5 |
| Citra Marhan | Universitas Halu Oleo | 5 |
| Sudarmi Suud Binasar | Affiliation unknown | 4 |
| Yuliastri Ambar Pambudhi | Universitas Halu Oleo | 4 |
| Ida Sriwaty Sunarjo | Affiliation unknown | 3 |
| Eva Herik | Universitas Halu Oleo | 3 |
| Wa Ode Suarni | Affiliation unknown | 2 |
| Annas Ma’ruf | Affiliation unknown | 2 |
| Siti Belinda Amri | Affiliation unknown | 2 |
| Halim Halim | Universitas Halu Oleo | 2 |
| ASRI ANDRIAS | Affiliation unknown | 1 |
| Arief Saleh Sjamsu | Affiliation unknown | 1 |
| Apuddin Daeng Amir | Affiliation unknown | 1 |
| La Ode Amrul Hasan | Affiliation unknown | 1 |
| Hapsarianty Hapsarianty | Affiliation unknown | 1 |
| Masykur Kimsan | Affiliation unknown | 1 |
| Mutmainnah Mutmainnah | Affiliation unknown | 1 |
| Syafrianto Amsyar | Affiliation unknown | 1 |
| Santi Santi | Affiliation unknown | 1 |
| Siti Bellinda Amri | Affiliation unknown | 1 |
| Bambang Pramono | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Isnawaty Isnawaty | Affiliation unknown | 1 |
| Muh Yamin | Universitas Halu Oleo | 1 |
| ARMAN FASLIH | Affiliation unknown | 1 |
| Jurais Jurais | Affiliation unknown | 1 |
| Maco Maco | Affiliation unknown | 1 |
| Ryan Adi Putra | Affiliation unknown | 1 |
| Asmin Asmin | Affiliation unknown | 1 |
| Agus Sang Fatrio | Affiliation unknown | 1 |
| Wa Ode Sumsahidan | Affiliation unknown | 1 |
| Dani Dani | Affiliation unknown | 1 |
| Juita Juita | Affiliation unknown | 1 |
| La Ode Alibin Rilangit Saputra | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.