Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

ANALISIS SIRKULASI KEPEMIMPINAN PARTAI GOLKAR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN KONSEP INTRA-PARTY DEMOCRACY

Jurnal Local Politic And Government Issues (Calgovs) · Vol. 1 No. 02 (2020) · pp. 77–89

DOI
10.52423/calgovs.v1i02.15062
ISSN
2723-5610
Published
2020-09-30
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Penelitian ini menganalisis proses sirkulasi/seleksi kepemimpinan di internal Partai Golkar melalui Musyawarah Daerah (Musda) di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2009. Penelitian ini berangkat dari tuntutan partai politik sebagai ‘roh’ demokrasi agar dapat berdemokrasi dari dalam terlebih dahulu. Sebab, bagaimana mungkin sebuah partai politik dapat mengawal demokrasi jika mereka sendiri tidak demokratis terlebih dahulu. Partai Golkar kemudian dianggap lebih menarik untuk dikaji karena Golkar merupakan salah satu contoh partai besar yang telah melakukan transformasi dari dalam menuju kearah yang lebih demokratis dalam hal seleksi kepemimpinan partai. Penelitian ini melihat terlebih dahulu bagaimana pola seleksi kepemimpinan Golkar di era Orde Baru kemudian membandingkan dengan Golkar Era reformasi, lalu setelah itu barulah dilihat seleksi kepemimpinan Golkar di tingkat daerah dalam hal ini Partai Golkar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kerangka yang digunakan untuk memahami lebih dalam proses seleksi kepemimpinan partai Golkar adalah Intra-Party Democracy. Malalui kerangka Intra-Party Democracy, Susan Scarrow memberikan beberapa pertanyaan-pertanyaan yang menentukan sejauh mana proses demokratisasi itu berjalan. Seperti, siapa yang dipilih, siapa yang memilih dan bagaimana mekanisme pemilihan?Menggunakan kerangka analisis Intra-Party Democracy dan pendekatan kualitatif, penelitian ini menemukan beberapa temuan. Pertama, secara procedural proses seleksi kepemimpinan partai Golkar melalui Musda 2009 berjalan demokratis. Mekanisme-mekanisme partai yang menjadi aturan main dalam Musda dilaksanakan dengan baik oleh para kandidat dalam hal ini Gandung Pardiman dan Rahmad Pribadi serta para pemegang hak suara. Kedua, kemenangan Gandung Pardiman dengan meraih suara dominan dalam Musda tidak terlepas dari pengalaman organisasi politisi senior tersebut serta kekuatan finansial. Ketiga, penelitian ini menemukan adanya indikasi praktek money politic serta factor kedekatan dengan Sultan Hamengkubuwono X sebagai sesepuh internal Golkar. Selain factor prestasi dan pengalaman tidak bisa dipungkiri kemudian adanya praktek money politic dalam bentuk Club Goods.Namun,kemenangan Gandung Pardiman sebagai sosok politisi senior dan juga pengaruh Sultan ternyata tidak mampu untuk mengangkat suara Golkar DIY dalam kontestasi politik.

Keywords

Collaboration network of the authors

38 authors · 157 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Amin TundaUniversitas Halu Oleo4
Aryuni Salpiana JabarUniversitas Halu Oleo3
Yoenita JayadisastraUniversitas Halu Oleo2
Ikrima NurfikriaUniversitas Halu Oleo2
Sitti Hairani IdrusUniversitas Halu Oleo2
Amos AmosAffiliation unknown2
La Ode RamalanAffiliation unknown2
La Ode Muhammad Golok JayaUniversitas Halu Oleo1
La Ode Muhamad SulihinUniversitas Halu Oleo1
Waode LusianaiAffiliation unknown1
Iwan PAffiliation unknown1
Nur Israfian SofyanAffiliation unknown1
Danial DanialUniversitas Halu Oleo1
La Ode Muh. UmranUniversitas Halu Oleo1
Heru Chakra SetiawanUniversitas Halu Oleo1
Hasriany AminUniversitas Halu Oleo1
Gustinawati GustinawatiAffiliation unknown1
Darmin TuwuUniversitas Halu Oleo1
Megawati Asrul TawuloUniversitas Halu Oleo1
Bakri YusufUniversitas Halu Oleo1
Sarmadan SarmadanAffiliation unknown1
Irianto IbrahimAffiliation unknown1
Hj Ratna SupiahAffiliation unknown1
Aryuni S. JabarAffiliation unknown1
Nur I. SofianAffiliation unknown1
Albasri AlbasriUniversitas Halu Oleo1
Yoenita DjayadisastraAffiliation unknown1
Aryuni Salpianja JabarAffiliation unknown1
Danial DanialAffiliation unknown1
Siti HarminUniversitas Halu Oleo1
Wa Ode Iska Fariana AzisAffiliation unknown1
Fera Tri SusilawatyUniversitas Halu Oleo1
Asrul JayaUniversitas Halu Oleo1
La Ode HermanAffiliation unknown1
Cecep IbrahimUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/CALGOVS/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS SIRKULASI KEPEMIMPINAN PARTAI GOLKAR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN KONSEP INTRA-PARTY DEMOCRACY</dc:title>
	<dc:creator>Syam, Azwar Wijaya</dc:creator>
	<dc:creator>Efrianto, La Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Lusianai, Wa Ode</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Intra-Party Democracy, Partai Golkar, Seleksi Kepemimpinan, dan Musda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini menganalisis proses sirkulasi/seleksi kepemimpinan di internal Partai Golkar melalui Musyawarah Daerah (Musda) di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2009. Penelitian ini berangkat dari tuntutan partai politik sebagai ‘roh’ demokrasi agar dapat berdemokrasi dari dalam terlebih dahulu. Sebab, bagaimana mungkin sebuah partai politik dapat mengawal demokrasi jika mereka sendiri tidak demokratis terlebih dahulu. Partai Golkar kemudian dianggap lebih menarik untuk dikaji karena Golkar merupakan salah satu contoh partai besar yang telah melakukan transformasi dari dalam menuju kearah yang lebih demokratis dalam hal seleksi kepemimpinan partai. Penelitian ini melihat terlebih dahulu bagaimana pola seleksi kepemimpinan Golkar di era Orde Baru kemudian membandingkan dengan Golkar Era reformasi, lalu setelah itu barulah dilihat seleksi kepemimpinan Golkar di tingkat daerah dalam hal ini Partai Golkar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kerangka yang digunakan untuk memahami lebih dalam proses seleksi kepemimpinan partai Golkar adalah Intra-Party Democracy. Malalui kerangka Intra-Party Democracy, Susan Scarrow memberikan beberapa pertanyaan-pertanyaan yang menentukan sejauh mana proses demokratisasi itu berjalan. Seperti, siapa yang dipilih, siapa yang memilih dan bagaimana mekanisme pemilihan?Menggunakan kerangka analisis Intra-Party Democracy dan pendekatan kualitatif, penelitian ini menemukan beberapa temuan. Pertama, secara procedural proses seleksi kepemimpinan partai Golkar melalui Musda 2009 berjalan demokratis. Mekanisme-mekanisme partai yang menjadi aturan main dalam Musda dilaksanakan dengan baik oleh para kandidat dalam hal ini Gandung Pardiman dan Rahmad Pribadi serta para pemegang hak suara. Kedua, kemenangan Gandung Pardiman dengan meraih suara dominan dalam Musda tidak terlepas dari pengalaman organisasi politisi senior tersebut serta kekuatan finansial. Ketiga, penelitian ini menemukan adanya indikasi praktek money politic serta factor kedekatan dengan Sultan Hamengkubuwono X sebagai sesepuh internal Golkar. Selain factor prestasi dan pengalaman tidak bisa dipungkiri kemudian adanya praktek money politic dalam bentuk Club Goods.Namun,kemenangan Gandung Pardiman sebagai sosok politisi senior dan juga pengaruh Sultan ternyata tidak mampu untuk mengangkat suara Golkar DIY dalam kontestasi politik.           </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/CALGOVS/article/view/15062</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52423/calgovs.v1i02.15062</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Local Politic And Government Issues (Calgovs); Vol 1, No 02 (2020): Edisi September 2020; 77-89</dc:source>
	<dc:source>2723-5610</dc:source>
	<dc:source>10.52423/calgovs.v1i02</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/CALGOVS/article/view/15062/10268</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Azwar Wijaya Syam, La Ode Efrianto, Wa Ode Lusianai</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>