Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PEMERIKSAAN MATERIAL SUNGAI ASAL QUARY DESA BORO-BORO KECAMATAN RANOMEETO KABUPATEN KONAWE SELATAN SEBAGAI BAHAN LAPIS PERKERASAN KELAS S

Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) · Vol. 1 No. 2 (2019)

DOI
10.33772/jmr.v1i2.9261
ISSN
2685-3752
Published
2019-10-31
Publisher
Pascasarjana Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Salah satu sumber material di Sulawesi Tenggara yang cukup potensial untuk digunakan adalah material yang berasal dari quary Desa Boro-Boro Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan dengan suplay material yang cukup banyak dan dapat digunakan untuk beberapa tahun kedepan. Dimana material dilokasi tersebut sudah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya untuk keperluan bahan konstruksi jalan dan bangunan sipil, sedangkan pemeriksaan mutu material khususnya sebagai bahan perkerasan kelas S belum pernah dilakukan maka dilakukanlah pengujian terhadap material tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hasil yang dicapai dari uji laboratorium terhadap material sungai asal quary Desa Boro-Boro Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan memenuhi atau tidak memenuhi spesifikasi yang akan digunakan sebagai bahan konstruksi pada lapis pondasi agregat kelas S.Lapis Perkerasan Kelas S merupakan lapis pondasi yang biasa digunakan pada perkerasan lentur. Spesifikasi jalan mengharuskan campuran bahan lapis pondasi kelas S harus memiliki nilai CBR min 50 %. Hal ini mengakibatkan seluruh material harus memenuhi syarat dan ketentuan yang ada didalam spesifikasi agar nilai nilai yang ada dalam spesifikasi terpenuhi. Pengujian dilakukan dengan dua tahap atau dua fraksi. Tahap pertama pengujian dilakukan hanya dengan menggunakan satu bahan saja yaitu menggunakan sirtu boro boro. Tahap kedua pengujian dilakukan dengan campuran dari tiga bahan yaitu sirtu boro boro, batu pecah moramo, dan tanah alolama. Dari hasil penggabungan agregat diperoleh komposisi material sirtu boro boro 55 %, batu pecah moramo 40 %, tanah alolama 5 %. Hasil pengujian diperoleh nilai CBR laboratorium untuk LPA (sirtu boro boro) diperoleh nilai CBR 27,25 %, LPA (sirtu boro boro + batu pecah moramo + tanah alolama) diperoleh nilai CBR 51,90%. berdasarkan nilai CBR, sirtu boro boro dapat digunakan pada lapis perkerasan kelas S dengan komposisi yang telah diperoleh pada penelitian dilaboratorium.Kata Kunci: Sirtu Boro-Boro, CBR, LPA

Collaboration network of the authors

6 authors · 9 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ida LestariAffiliation unknown1
Zunarmin ZunarminAffiliation unknown1
Harlina HarlinaAffiliation unknown1
Adris Ade PutraUniversitas Halu Oleo1
Siti Nurjanah AhmadUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMR/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMERIKSAAN MATERIAL SUNGAI ASAL QUARY DESA BORO-BORO KECAMATAN RANOMEETO KABUPATEN KONAWE SELATAN SEBAGAI BAHAN LAPIS PERKERASAN KELAS S</dc:title>
	<dc:creator>Hardyanty, Vivin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu sumber material di Sulawesi Tenggara yang cukup potensial untuk digunakan adalah material yang berasal dari quary Desa Boro-Boro Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan dengan suplay material yang cukup banyak dan dapat digunakan untuk beberapa tahun kedepan. Dimana material dilokasi tersebut sudah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya untuk keperluan bahan konstruksi jalan dan bangunan sipil, sedangkan pemeriksaan mutu material khususnya sebagai bahan perkerasan kelas S belum pernah dilakukan maka dilakukanlah pengujian terhadap material tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hasil yang dicapai dari uji laboratorium terhadap material sungai asal quary Desa Boro-Boro Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan memenuhi atau tidak memenuhi spesifikasi yang akan digunakan sebagai bahan konstruksi pada lapis pondasi agregat kelas S.Lapis Perkerasan Kelas S merupakan lapis pondasi yang biasa digunakan pada perkerasan lentur. Spesifikasi jalan mengharuskan campuran bahan lapis pondasi kelas S harus memiliki nilai CBR min 50 %. Hal ini mengakibatkan seluruh material harus memenuhi syarat dan ketentuan yang ada didalam spesifikasi agar nilai nilai yang ada dalam spesifikasi terpenuhi. Pengujian dilakukan dengan dua tahap atau dua fraksi. Tahap pertama pengujian dilakukan hanya dengan menggunakan satu bahan saja yaitu menggunakan sirtu boro boro. Tahap kedua pengujian dilakukan dengan campuran dari tiga bahan yaitu sirtu boro boro, batu pecah moramo, dan tanah alolama. Dari hasil penggabungan agregat diperoleh komposisi material sirtu boro boro 55 %, batu pecah moramo 40 %, tanah alolama 5 % . Hasil pengujian diperoleh nilai CBR laboratorium untuk LPA (sirtu boro boro) diperoleh nilai CBR 27,25 %, LPA (sirtu boro boro + batu pecah moramo + tanah alolama) diperoleh nilai CBR 51,90%. berdasarkan nilai CBR , sirtu boro boro dapat digunakan pada lapis perkerasan kelas S dengan komposisi yang telah diperoleh pada penelitian dilaboratorium.Kata Kunci : Sirtu Boro-Boro, CBR, LPA</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Pascasarjana Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMR/article/view/9261</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jmr.v1i2.9261</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management); Vol. 1 No 2 Oktober 2019</dc:source>
	<dc:source>2685-3752</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jmr.v1i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMR/article/view/9261/6563</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management)</dc:rights>
</oai_dc:dc>