Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Pengembangan Produksi Jamu Imunitas Aneka Sirup Berbahan Baku Tanaman Atsiri Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

Amal Ilmiah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat · Vol. 3 No. 1 (2021) · pp. 61–70

DOI
10.36709/amalilmiah.v3i1.20558
ISSN
2714-5778
Published
2021-12-01
Publisher
FKIP Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan mengembangkan produksi jamu dalam upaya meningkatkan imunitas tubuh dalam masa pandemi covid-19, kegiatan ini dilakukan dengan mensosialisasikan berbagai bahan jamu yang sudah diolah menjadi sirup oleh fasilitator dari Rumah Atsiri kepada pengusaha jamu di Nguter Sukoharjo. Terdapat beberapa bahan jamu seperti kunyit asam, jahe merah, temulawak, kayu manis, bunga lawang, kapulaga, pandan, dan adas. Jamu menjadi salah satu obat tradisional yang direkomendasikan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia sebagai upaya pencegahan Covid-19. Sirup jamu yang dihasilkan antara lain sirup temulawak, sirup kunir, dan sirup jahe merah. Metode yang dilakukan adalah sosialisasi pola hidup bersih dan sehat, serta pelatihan pembuatan sirup jamu. Hasil dari pengabdian ini antara lain peserta memahami hidup bersih dan sehat dalam menghadapi masa pandemi, selain itu peserta mendapatkan pengetahuan untuk meramu jamu. Untuk menambah imunitas diperlukan ramuan tradisional yang diperoleh dari lingkungan sekitar. Kegiatan sosialisasi pembuatan sirup jamu dilaksanakan pada bulan juli 2021 di Cafe Pasar Jamu Nguter Kabupaten Sukoharjo.

Keywords

Collaboration network of the authors

5 authors · 6 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Sebelas Maret University
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hafiz Riski SaputraSebelas Maret University1
Bisri Hanan AuliaSebelas Maret University1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/amalilmiah/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengembangan Produksi Jamu Imunitas Aneka Sirup Berbahan Baku Tanaman Atsiri Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19</dc:title>
	<dc:creator>Wijaya, Mahendra</dc:creator>
	<dc:creator>Pujihartati, Sri Hilmi</dc:creator>
	<dc:creator>Gutama, Thomas Aquinas</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">imunitas; pengembangan produksi sirup jamu; pola hidup sehat dan bersih.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan mengembangkan produksi jamu dalam upaya meningkatkan imunitas tubuh dalam masa pandemi covid-19, kegiatan ini dilakukan dengan mensosialisasikan berbagai bahan jamu yang sudah diolah menjadi sirup oleh fasilitator dari Rumah Atsiri kepada pengusaha  jamu di Nguter Sukoharjo. Terdapat beberapa bahan jamu seperti kunyit asam, jahe merah, temulawak, kayu manis, bunga lawang, kapulaga, pandan, dan adas.  Jamu menjadi salah satu obat tradisional yang direkomendasikan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia sebagai upaya pencegahan Covid-19. Sirup jamu yang dihasilkan antara lain sirup temulawak, sirup kunir, dan sirup jahe merah.  Metode yang dilakukan adalah sosialisasi pola hidup bersih dan sehat, serta  pelatihan pembuatan sirup jamu. Hasil dari pengabdian ini antara lain peserta memahami hidup bersih dan sehat dalam menghadapi masa pandemi, selain itu peserta mendapatkan pengetahuan untuk meramu jamu. Untuk menambah imunitas diperlukan ramuan tradisional yang diperoleh dari lingkungan sekitar. Kegiatan sosialisasi pembuatan sirup jamu dilaksanakan pada bulan juli 2021 di Cafe Pasar Jamu Nguter Kabupaten Sukoharjo.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">FKIP Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-12-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/amalilmiah/article/view/20558</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/amalilmiah.v3i1.20558</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Amal Ilmiah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat; Vol 3, No 1 (2021): Edisi November 2021; 61-70</dc:source>
	<dc:source>2714-5778</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/amalilmiah/article/view/20558/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Mahendra Wijaya, Sri Hilmi Pujihartati, Thomas Aquinas Gutama</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>