Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Aspek Biologi Reproduksi Sebagai Dasar Pengelolaan Sumberdaya Rajungan (Portunus pelagicus, Linn 1758) di Perairan Toronipa, Konawe

JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) · Vol. 1 No. 2 (2017)

DOI
10.33772/jsipi.v1i2.6624
ISSN
2502-3276
Published
2017-07-10
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek biologi reproduksi (rasio kelamin, tahap dan indeks perkembangan gonad, fekunditas dan ukuran pertama matang gonad) rajungan (P. pelagicus) di perairan Toronipa. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei - Oktober 2014. Sample rajungan diperoleh setiap bulan secara acak. Setiap sample yang diperoleh didentifikasi jenis kelaminnya dan diukur lebar karapas menggunakan caliper ketelitian 0,05 mm, dan ditimbang bobot tubuhnya menggunakan timbangan digital ketelitian 1 g. Total sampel yang diperoleh 179 individu jantan dan 191 individu betina. Rajungan betina yang mempunyai telur (berried female) dilepaskan dari pleopodnya untuk dianalisis fekunditasnya.Sex ratio antara rajungan jantan dan betina yang diperoleh dihitung dan dianalisis menggunakan uji Chi-square (α = 0,05). Tingkat kematangan gonad (TKG) sample yang diperoleh diamati dengan cara membuka karapasnya. Perkembangan kematangan tersebut dikategorikan kedalam lima kelas yang dibedakan berdasarkan bentuk, ukuran dan warna gonad mengikuti prosedur Costa dan Negreiros-Fransozo (1998) dan Sumpton et al. (1994). Indeks Kematangan Gonad (IKG) juga dihitung menggunakan rumus: IKG = (berat gonad/berat tubuh total)*100%. Fekunditas rajungan dihitung menggunakan metode “raising factor”, sedang hubungan fekunditas dan bobot tubuh rajungan dianalisis menggunakan persamaan regresi linear sederhana.Hasil penelitian menunjukan rasio J: B adalah 0,96: 1, walaupun demikian rasio tersebut termasuk seimbang (p 0.05). Rajungan diperairan ini mempunyai persentase tinggi pada TKG III dan IV yang cenderung dominan setiap bulan yang mempunyai IKG berkisar 3,45 - 5,06%. Puncak IKG terjadi pada bulan Mei (5,06%), sedang terendah pada bulan Juli (3,45%). Kemampuan reproduksi (fekunditas) organisma ini berkisar 0,48*106 - 2,98*106. Ukuran pertama matang gonad rajungan jantan lebih kecil (72,4 mm) dibadingkan dengan rajungan betina (78,5 mm). Pengelolaan rajungan di perairan ini harus hati-hati karena ukuran pertama matang gonad sangat kecil ( 10 cm), yang menunjukan bahwa rajungan di perairan ini mempunyai tingkat eksploitasi tinggi. TKG III dan IV tidak akan memberi potensi reproduksi jika eksploitasi dilakukan intensif. Fekunditas rajungan di perairan ini berhubungan dengan ukuran lebar karapas, yaitu semakin besar lebar karapas maka semakin besar jumlah fekunditas. Keywords: Portunus pelagicus, Biologi reproduksi, Nisbah kelamin, Fekunditas, Ukuran pertama gonad, Indeks kematangan gonad

Collaboration network of the authors

40 authors · 91 co-authorship links · 6 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Bina Sarana Informatika
  • State University of Makassar
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Agus KurniaUniversitas Halu Oleo8
Indriyani NurUniversitas Halu Oleo6
Muhaimin HamzahUniversitas Halu Oleo4
Wa IbaUniversitas Halu Oleo2
Asriyana AsriyanaUniversitas Halu Oleo2
La Ode Baytul AbidinAffiliation unknown2
Oce AstutiAffiliation unknown2
Yustika Intan PermatahatiAffiliation unknown2
Rosmiati RosmiatiAffiliation unknown2
Muhammad Natsir NessaAffiliation unknown1
Muhammad Iqbal DjawadAffiliation unknown1
Dody Dharmawan TrijunoAffiliation unknown1
Abdul HamidUniversitas Bina Sarana Informatika1
Kangkuso AnaluddinUniversitas Halu Oleo1
La SyahrirUniversitas Halu Oleo1
LD Muhammad Yasir HayaAffiliation unknown1
Ari Sandy MuchtarUniversitas Halu Oleo1
Naslina AliminaUniversitas Halu Oleo1
Zul ChaidirUniversitas Halu Oleo1
Asnani AsnaniAffiliation unknown1
Indrayani IndrayaniState University of Makassar1
Utama K. PangerangAffiliation unknown1
Rahmad S. PatadjaiAffiliation unknown1
Muhammad RamliUniversitas Halu Oleo1
Zainuddin SaenongUniversitas Halu Oleo1
Muhammad IdrisUniversitas Halu Oleo1
Muzuni MuzuniAffiliation unknown1
Muh Yamin EffendieAffiliation unknown1
Muhtar MuhtarAffiliation unknown1
Muslim TadjuddahUniversitas Halu Oleo1
Marni MarniUniversitas Halu Oleo1
Linianti LiniantiAffiliation unknown1
Maulidiyah MaulidiyahAffiliation unknown1
Dasmin SiduAffiliation unknown1
Muis MuisAffiliation unknown1
La RiandaAffiliation unknown1
La HadifaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aspek Biologi Reproduksi Sebagai Dasar Pengelolaan Sumberdaya Rajungan (Portunus pelagicus, Linn 1758)  di Perairan Toronipa, Konawe</dc:title>
	<dc:creator>Basri, Muhammad Irfan</dc:creator>
	<dc:creator>Sara, La</dc:creator>
	<dc:creator>Yusnaini, Yusnaini</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek biologi reproduksi (rasio kelamin, tahap dan indeks perkembangan gonad, fekunditas dan ukuran  pertama  matang  gonad)  rajungan  (P.  pelagicus)  di perairan Toronipa. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei - Oktober 2014. Sample rajungan diperoleh setiap bulan secara acak. Setiap sample yang diperoleh didentifikasi jenis kelaminnya dan diukur lebar karapas menggunakan caliper ketelitian 0,05 mm, dan ditimbang bobot tubuhnya menggunakan timbangan digital ketelitian 1 g. Total sampel yang diperoleh 179 individu jantan dan 191 individu betina. Rajungan betina yang mempunyai telur (berried female) dilepaskan dari pleopodnya untuk dianalisis fekunditasnya.Sex ratio antara rajungan jantan dan betina yang diperoleh dihitung dan dianalisis menggunakan uji Chi-square (α = 0,05). Tingkat kematangan gonad (TKG) sample yang diperoleh diamati dengan cara membuka karapasnya. Perkembangan kematangan tersebut dikategorikan kedalam lima kelas yang dibedakan berdasarkan bentuk, ukuran dan warna gonad mengikuti prosedur Costa dan Negreiros-Fransozo (1998) dan Sumpton et al. (1994). Indeks Kematangan Gonad (IKG) juga dihitung menggunakan rumus: IKG = (berat gonad/berat tubuh total)*100%. Fekunditas rajungan dihitung menggunakan metode “raising factor”, sedang hubungan fekunditas dan bobot tubuh rajungan dianalisis menggunakan persamaan regresi linear sederhana.Hasil penelitian menunjukan rasio J : B adalah 0,96 : 1, walaupun demikian rasio tersebut termasuk seimbang (p  0.05). Rajungan diperairan ini mempunyai persentase tinggi pada TKG III dan IV yang cenderung dominan setiap bulan yang mempunyai IKG berkisar  3,45 - 5,06%. Puncak IKG terjadi pada bulan Mei (5,06%), sedang terendah pada bulan Juli (3,45%). Kemampuan reproduksi (fekunditas) organisma ini berkisar 0,48*106 - 2,98*106. Ukuran pertama matang gonad rajungan jantan lebih kecil (72,4 mm) dibadingkan dengan rajungan betina (78,5 mm). Pengelolaan rajungan di perairan ini harus hati-hati karena ukuran pertama matang gonad sangat kecil ( 10 cm), yang menunjukan bahwa rajungan di perairan ini mempunyai tingkat eksploitasi tinggi. TKG III dan IV tidak akan memberi potensi reproduksi jika eksploitasi dilakukan intensif. Fekunditas rajungan di perairan ini berhubungan dengan ukuran lebar karapas, yaitu semakin besar lebar karapas maka semakin besar jumlah fekunditas. Keywords: Portunus pelagicus, Biologi reproduksi, Nisbah kelamin, Fekunditas, Ukuran pertama gonad, Indeks kematangan gonad</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-07-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/article/view/6624</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jsipi.v1i2.6624</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation); Vol 1, No 2 (2017): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN</dc:source>
	<dc:source>2502-3276</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jsipi.v1i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/article/view/6624/4853</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/article/downloadSuppFile/6624/534</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan / Journal of Fishery and Innovation (JSIPi)</dc:rights>
</oai_dc:dc>