Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Substitusi Tepung Kedelai (Glycine max) dengan Tepung Bungkil Biji Kapuk (Ceiba petandra) Hasil Fermentasi dalam Pakan Buatan terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan hidup Juvenil Udang Vaname (Litopenaeus vannamei).

JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) · Vol. 1 No. 2 (2017)

DOI
10.33772/jsipi.v1i2.6625
ISSN
2502-3276
Published
2017-07-02
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Tepung bungkil biji kapuk merupakan sumber protein nabati alternatif yang dapat dimanfaakan untuk mengsubstitusi tepung kedelai. Masalahnya adalah bungkil biji kapuk mengandung antinutrisi yaitu gosypol dan asam lemak siklopropenat. Salah satu cara untuk mengurangi kedua antinutrisi tersebut dapat digunakan dengan cara biologi yaitu fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kedelai (TK) dengan tepung bungkil biji kapuk hasil fermentasi (TBBKHF) dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup juvenil udang vaname. Udang vaname yang digunakan dalam penelitian ini berukuran 2,54±0,16 g. Udang dipelihara selama 40 hari dalam akuarium yang berukuran 60x50x40 cm dengan kepadatan 15 ekor/akuarium menggunakan sistem resirkulasi tertutup. Udang diberi pakan secara satiation dengan frekuensi 4 kali sehari. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan pakan uji dan diulang 3 kali. Perlakuan A (30% TK + 10% TBBKHF), perlakuan B (20% TK + 20% TBBKHF), perlakuan C (10% TK + 30TBBKHF), dan perlakuan D (Pakan Komersial X). Pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan spesifik (LPS), kelangsungan hidup (SR), Konsumsi pakan (KP), efisiensi pakan (EP), retensi protein (RP), dan retensi energi (RE) dievaluasi dalam penelitian ini. Uji statistik dilakukan pada semua parameter yang dievaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A bila dibandingkan dengan perlakuan B dan C memberikan PM (1,64 g), LPS (1,22%), SR (84,44%), KP (25,68 g), EP (44,11%), RP (1,02%) dan RE (19,54) terbaik. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian substitusi 10% TBBKHP dengan 30% TK dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup juvenil udang vaname. Kata kunci: Bungkil biji kapuk, fermentasi, asam lemak siklopropenat, udang vaname.

Collaboration network of the authors

6 authors · 9 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Agus KurniaUniversitas Halu Oleo1
Muhaimin HamzahUniversitas Halu Oleo1
Anshar AnsharAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Substitusi Tepung Kedelai (Glycine max) dengan Tepung Bungkil Biji Kapuk  (Ceiba petandra) Hasil Fermentasi dalam Pakan Buatan terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan hidup Juvenil Udang Vaname (Litopenaeus vannamei).</dc:title>
	<dc:creator>Ketut Triastini, Ni Gusti</dc:creator>
	<dc:creator>H. Muskita, Wellem</dc:creator>
	<dc:creator>Susilowati, Prima Endang</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tepung bungkil biji kapuk merupakan sumber protein nabati alternatif yang dapat dimanfaakan untuk mengsubstitusi tepung kedelai. Masalahnya adalah bungkil biji kapuk mengandung antinutrisi yaitu gosypol dan asam lemak siklopropenat. Salah satu cara untuk mengurangi kedua antinutrisi tersebut dapat digunakan dengan cara biologi yaitu fermentasi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kedelai (TK) dengan tepung bungkil biji kapuk hasil fermentasi (TBBKHF) dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup juvenil udang vaname.  Udang vaname yang digunakan dalam penelitian ini berukuran 2,54±0,16 g. Udang dipelihara selama 40 hari  dalam akuarium yang berukuran 60x50x40 cm dengan kepadatan 15 ekor/akuarium menggunakan sistem resirkulasi tertutup. Udang diberi pakan secara satiation dengan frekuensi 4 kali sehari. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan pakan uji dan diulang 3 kali. Perlakuan  A (30% TK + 10% TBBKHF), perlakuan B (20% TK + 20% TBBKHF), perlakuan C (10% TK + 30TBBKHF), dan perlakuan D (Pakan Komersial X). Pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan spesifik (LPS), kelangsungan hidup (SR), Konsumsi pakan (KP),  efisiensi pakan (EP), retensi protein (RP), dan retensi energi (RE) dievaluasi dalam penelitian ini. Uji statistik dilakukan pada semua parameter yang dievaluasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A bila dibandingkan dengan perlakuan B dan C  memberikan  PM  (1,64 g), LPS (1,22%), SR (84,44%), KP (25,68 g), EP (44,11%), RP (1,02%) dan RE (19,54) terbaik. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian substitusi 10% TBBKHP dengan 30% TK dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup juvenil udang vaname. Kata kunci: Bungkil biji kapuk, fermentasi, asam lemak siklopropenat, udang  vaname.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-07-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/article/view/6625</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jsipi.v1i2.6625</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation); Vol 1, No 2 (2017): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN</dc:source>
	<dc:source>2502-3276</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jsipi.v1i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/article/view/6625/4854</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/article/downloadSuppFile/6625/535</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/article/downloadSuppFile/6625/536</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan / Journal of Fishery and Innovation (JSIPi)</dc:rights>
</oai_dc:dc>