Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Perbandingan Pertumbuhan Fragmen Karang Acropora sp. yang Ditransplantasi Menggunakan Metode Ikat dan Metode Gantung

JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) · Vol. 4 No. 1 (2020) · pp. 38–44

DOI
10.33772/jsipi.v4i1.11527
ISSN
2502-3276
Published
2020-03-18
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Motivasi penelitian ini adalah untuk menemukan metode transplantasi yang tepat bagi budidaya karang hias. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup fragmen karang yang ditransplantasi menggunakan metode ikat dan gantung. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2017 sampai 2019 di perairan Labuan Beropa Kabupaten Konawe Selatan. Pada metode ikat fragmen karang diikat pada tonjolan rangka besi media transplantasi yang telah disiapkan, sedangkan pada metode gantung fragmen karang digantung pada rangka media transplantasi. Fragmen karang yang diuji pada Tahun pertama (F1) berasal dari koloni alami, tahun kedua (F2) dari koloni hasil transplantasi tahun pertama dan tahun ketiga (F3) dari koloni hasil transplantasi tahun kedua. Parameter yang diamati adalah tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukan bahwa Rata-rata pertambahan panjang fragmen karang yang ditransplantasi dengan metode ikat dalam 6 bulan adalah 51,9 mm hingga 58,9 mm, sedangkan pada metode gantung adalah 41,6 mm sampai 76,6 mm. Tingkat pertumbuhan fragmen karang F1 dan F2 lebih tinggi pada metode gantung sedangkan pada fragmen F3 pertumbuhan lebih tinggi pada metode ikat. Tingkat kelangsungan hidup fragmen karang menggunakan metode gantung berkisar 82,61% - 100%, sedangkan pada metode ikat berkisar 51,61- 82,93%.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 135 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Bina Sarana Informatika
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Bahtiar .Affiliation unknown4
Irdam RianiUniversitas Halu Oleo3
Sjamsu Alam LawelleAffiliation unknown3
Roslindah Daeng SiangUniversitas Halu Oleo2
Akhmad MansyurUniversitas Halu Oleo2
Andi Irwan NurAffiliation unknown2
La Ode Baytul AbidinAffiliation unknown2
Saipa SaipaUniversitas Halu Oleo1
Wa Ode PilianaUniversitas Halu Oleo1
Rosmawati RosmawatiUniversitas Halu Oleo1
Nurdiana AzisAffiliation unknown1
Nurhuda AnnaastasiaUniversitas Halu Oleo1
Muhammad RamliAffiliation unknown1
La Ode Muhammad Yasir HayaAffiliation unknown1
Haslianti HasliantiAffiliation unknown1
Rahmadani RahmadaniAffiliation unknown1
Asis BujangAffiliation unknown1
La Ode Muhammad Andi SyukurAffiliation unknown1
Sujabarlah SujabarlahAffiliation unknown1
La Baco SudiaAffiliation unknown1
Uniadi MangidiAffiliation unknown1
Alrum ArmidAffiliation unknown1
Amadhan TakwirAffiliation unknown1
Sjamsu Alam LawelleAffiliation unknown1
Lina SolissaAffiliation unknown1
Y. YusnainiAffiliation unknown1
Syamsul KamriAffiliation unknown1
Onu La OlaAffiliation unknown1
S. SardianaAffiliation unknown1
N. NurdianaAffiliation unknown1
Farid YasidiAffiliation unknown1
Firman SAffiliation unknown1
. ArwinAffiliation unknown1
Abdul HamidUniversitas Bina Sarana Informatika1
Arfiaddin SaputraAffiliation unknown1
Hasnia AramiAffiliation unknown1
. SuherlanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perbandingan Pertumbuhan Fragmen Karang Acropora sp. yang Ditransplantasi Menggunakan Metode Ikat dan Metode Gantung</dc:title>
	<dc:creator>Mustafa, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator>Oetama, Dedy</dc:creator>
	<dc:creator>Sidiq, Azwar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Acropora, karang, kelangsungan hidup, pertumbuhan, transplantasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Motivasi penelitian ini adalah untuk menemukan metode transplantasi yang tepat bagi budidaya karang hias. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup fragmen karang yang ditransplantasi menggunakan metode ikat dan gantung. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2017 sampai 2019 di perairan Labuan Beropa Kabupaten Konawe Selatan. Pada metode ikat fragmen karang diikat pada tonjolan rangka besi media transplantasi yang telah disiapkan, sedangkan pada metode gantung fragmen karang digantung pada rangka media transplantasi. Fragmen karang yang diuji pada Tahun pertama (F1) berasal dari koloni alami, tahun kedua (F2) dari koloni hasil transplantasi tahun pertama dan tahun ketiga (F3) dari koloni hasil transplantasi tahun kedua. Parameter yang diamati adalah tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukan bahwa Rata-rata pertambahan panjang fragmen karang yang ditransplantasi dengan metode ikat dalam 6 bulan adalah 51,9 mm hingga 58,9 mm, sedangkan pada metode gantung adalah 41,6 mm sampai 76,6 mm. Tingkat pertumbuhan fragmen karang F1 dan F2 lebih tinggi pada metode gantung sedangkan pada fragmen F3 pertumbuhan lebih tinggi pada metode ikat. Tingkat kelangsungan hidup fragmen karang menggunakan metode gantung berkisar 82,61% - 100%, sedangkan pada metode ikat berkisar 51,61- 82,93%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-03-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/article/view/11527</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jsipi.v4i1.11527</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation); Vol 4, No 1 (2020): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN; 38-44</dc:source>
	<dc:source>2502-3276</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jsipi.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/article/view/11527/8062</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Ahmad Mustafa</dc:rights>
</oai_dc:dc>