Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Kerentanan Species Ikan Retain pada Perikanan Tuna dari Alat Tangkap Handline

JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) · Vol. 5 No. 2 (2021) · pp. 95–106

DOI
10.33772/jsipi.v5i2.12191
ISSN
2502-3276
Published
2021-07-31
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Kelompok ikan retain dari perikanan tuna juga termasuk kelompok komersial utama yang juga banyak dimanfaatkan. Penurunan hook rate tuna juga turut mempengaruhi perikanan tuna termasuk hasil tangkapan samping lainnya. Untuk itu penelitian kerentanan kelompok retain ini juga perlu dilakukan untuk mengetahui potensi berkelanjutannya. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2013 di Sendangbiru Malang, Bitung, Wakatobi, dan Kendari. Data yang dikumpulkan dan kemudian dianalisis adalah produkitivitas dan susceptabilitas menurut kriteria MSC (Marine Steward Council). Indek kerentanan dievaluasi dari indek jarak (Index Jaccard). Hasil tangkapan ikan retain dari perikanan tuna adalah ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), ikan lemadang (Coryphaena hippurus), dan baby tuna (Thunnus albacores). Nilai produktivitas berkisar 1.43-2,14 tergolong sedang sampai tinggi dan susceptibilitas 1,13-1,48. Tingkat kerentanan ikan retain berkisar 86,3-96,2 yang tergolong rentan rendah (low risk) dan potensial berkelanjutan.

Keywords

Collaboration network of the authors

4 authors · 6 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • IPB University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kerentanan Species Ikan Retain pada Perikanan Tuna dari Alat Tangkap Handline</dc:title>
	<dc:creator>Yonvitner, Yonvitner</dc:creator>
	<dc:creator>Boer, Mennofatria</dc:creator>
	<dc:creator>Kurnia, Rahmat</dc:creator>
	<dc:creator>Tamanyira, Masykur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Handline, Kerentanan, Productivity, Retain, Susceptability,</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Kelompok ikan retain dari perikanan tuna juga termasuk kelompok komersial utama yang juga banyak dimanfaatkan. Penurunan hook rate tuna juga turut mempengaruhi perikanan tuna termasuk hasil tangkapan samping lainnya.  Untuk itu penelitian kerentanan kelompok retain ini juga perlu dilakukan untuk mengetahui potensi berkelanjutannya. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2013 di Sendangbiru Malang, Bitung, Wakatobi, dan Kendari. Data yang dikumpulkan dan kemudian dianalisis adalah produkitivitas dan susceptabilitas menurut kriteria MSC (Marine Steward Council). Indek kerentanan dievaluasi dari indek jarak (Index Jaccard). Hasil tangkapan ikan retain dari perikanan tuna adalah ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), ikan lemadang (Coryphaena hippurus), dan baby tuna (Thunnus albacores).  Nilai produktivitas berkisar 1.43-2,14 tergolong sedang sampai tinggi dan susceptibilitas 1,13-1,48. Tingkat kerentanan ikan retain berkisar 86,3-96,2 yang tergolong rentan rendah (low risk) dan potensial berkelanjutan. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/article/view/12191</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jsipi.v5i2.12191</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation); Vol 5, No 2 (2021): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN; 95-106</dc:source>
	<dc:source>2502-3276</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jsipi.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/article/view/12191/12546</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/article/downloadSuppFile/12191/1438</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 YONVITNER YONVITNER</dc:rights>
</oai_dc:dc>