Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Studi Perikanan Tangkap JaringInsangdengan Shortening Berbeda Di Perairan Tompo Pasi Waemputtang Poleang Selatan, Bombana

JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) · Vol. 6 No. 1 (2022) · pp. 36–43

DOI
10.33772/jsipi.v6i1.16267
ISSN
2502-3276
Published
2022-01-11
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Jaring insang merupakan alat tangkap yang umum digunakan nelayan di Kabupaten Bombana. Penentuan ukuran mata jaring dan shortening masih didasarkan pada pengalaman nelayan secara turun temurun, padahal ukuran mata jaring dan shortening yang tepat menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan penangkapan. Sehingga hal ini perlu adanya pengembangan alat tangkap jaring insang berdasarkan shortening yang optimum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi jenis, Indeks Keanekaragaman (H), Indeks Dominansi (C), pendapatan usaha serta menentukan shortening yang lebih baik untuk mendukung keberlanjutan ekologi dan keberlanjutan usaha nelayan. Sampel dikumpulkan setiap 1 kali seminggu pada bulan Oktober 2018 – Desember 2018 menggunakan jaring insang shortening 30 persen dan shortening 40 persen. Data dikumpulkan dengan cara pengoperasian alat tangkap jaring insang dilakukan 1 kali seminggu selama 3 bulan baik yang menggunakan shortening 30 persen maupun shortening 40 persen. Hasil tangkapan dianalisis komposisi jenis menggunakan rumus Odum, tingkat keanekaragaman jenis di analisis menggunakan Shannon-Wienner (H). Tingkat dominansi spesies dianalisis menggunakan Indeks Simpson (C). Pendapatan usaha dianalisis menggunakan analisis Revenue Cost Ratio dan Payback Period. Untuk menetukan shortening yang lebih baik menggunakan analisis uji t-independent. Hasil menunjukkan tingkat keanekaragam jenis masing-masing shortening 30 persen dan shortening 40 persen dikategorikan tinggi (1,110 dan 1,118). Indeks dominansi masing shortening tergolong rendah (0,499 dan 0,493). Hasil menunjukkan bahwa kelayakan usaha dari alat tangkap jaring insang untuk shortening 30 pesen dikategorikan untung dan layak untuk dikembangkan. Hasil Uji t menunjukkan ada perbedaan yang signifikan terhadap penggunaan shortening 30 persen terhadap hasil tangkapan nilai sig 0,013 0,05. Berdasarkan hasil analisis dan tangkapan ikan masing-masing shortening maka shortening sebaikanya dibuat dengan ukuran 30 persen.

Keywords

Collaboration network of the authors

11 authors · 16 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muh. TahirUniversitas Halu Oleo1
Ld. Muh. Yasir HayaUniversitas Halu Oleo1
La SaraUniversitas Halu Oleo1
Zul ChaidirUniversitas Halu Oleo1
La Ode Muh. BasriUniversitas Halu Oleo1
Muslim TadjuddahUniversitas Halu Oleo1
Sri Eka AguslianaUniversitas Halu Oleo1
M. La AnadiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Perikanan Tangkap JaringInsangdengan Shortening Berbeda Di Perairan Tompo Pasi Waemputtang Poleang Selatan, Bombana</dc:title>
	<dc:creator>Safriani, Irma</dc:creator>
	<dc:creator>La Sara, La Sara</dc:creator>
	<dc:creator>Alimina, Naslina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bombana, Perikana Tangkap, Jaring Insang, Shortening.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jaring insang merupakan alat tangkap yang umum digunakan nelayan di Kabupaten Bombana. Penentuan ukuran mata jaring dan shortening masih didasarkan pada pengalaman nelayan secara turun temurun, padahal ukuran mata jaring dan shortening yang tepat menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan penangkapan. Sehingga hal ini perlu adanya pengembangan alat tangkap jaring insang berdasarkan shortening yang optimum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi jenis, Indeks  Keanekaragaman (H), Indeks Dominansi (C), pendapatan usaha serta menentukan shortening yang lebih baik untuk mendukung keberlanjutan ekologi dan keberlanjutan usaha nelayan. Sampel dikumpulkan setiap 1 kali seminggu pada bulan Oktober 2018 – Desember 2018 menggunakan jaring insang shortening 30 persen dan shortening 40 persen. Data dikumpulkan dengan cara pengoperasian alat tangkap jaring insang dilakukan 1 kali seminggu selama 3 bulan baik yang menggunakan shortening 30 persen maupun  shortening 40 persen. Hasil tangkapan dianalisis komposisi jenis menggunakan rumus Odum, tingkat keanekaragaman jenis di analisis menggunakan Shannon-Wienner (H). Tingkat dominansi spesies dianalisis menggunakan Indeks Simpson (C). Pendapatan usaha dianalisis menggunakan analisis Revenue Cost Ratio dan Payback Period. Untuk menetukan shortening yang lebih baik menggunakan analisis uji t-independent. Hasil menunjukkan tingkat keanekaragam jenis masing-masing shortening 30 persen dan shortening 40 persen dikategorikan tinggi (1,110 dan 1,118). Indeks dominansi masing shortening tergolong rendah (0,499 dan 0,493). Hasil menunjukkan bahwa kelayakan usaha dari alat tangkap jaring insang untuk shortening 30 pesen dikategorikan untung dan layak untuk dikembangkan. Hasil Uji t menunjukkan ada perbedaan yang signifikan terhadap penggunaan shortening 30 persen terhadap hasil tangkapan nilai sig 0,013  0,05. Berdasarkan hasil analisis dan tangkapan ikan masing-masing shortening maka shortening sebaikanya dibuat dengan ukuran 30 persen.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-01-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/article/view/16267</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jsipi.v6i1.16267</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation); Vol 6, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN; 36-43</dc:source>
	<dc:source>2502-3276</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jsipi.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/article/view/16267/13858</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Irma Safriani, La Sara La Sara, Naslina Alimina</dc:rights>
</oai_dc:dc>