Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Tinjauan Penerapan Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) pada Alat Tangkap Sero dan Bagan Perahu di Perairan Tondonggeu, Kendari

JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) · Vol. 4 No. 2 (2020) · pp. 53–62

DOI
10.33772/jsipi.v4i2.13487
ISSN
2502-3276
Published
2020-07-29
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Pengelolaan sumberdaya perikanan berkelanjutan merupakan salah satu alternatif mengatasi dampak krisis ekonomi nasional di Indonesia. Penggunaan alat tangkap ikan yang menerapkan prinsip-prinsip Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) yang sudah diterapkan secara luas dapat menjadi cara mempertahankan populasi sumberdaya perikanan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis alat tangkap ikan sero dan bagan perahu yang dipakai nelayan sesuai kriteria CCRF di perairan Tondonggeu. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengamatan langsung yang dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2018. Data yang dikumpulkan meliputi jenis ikan, ukuran panjang ikan, daerah penangkapan ikan, metode pengoperasian alat tangkap, riwayat cidera yang pernah diderita nelayan dalam pengoperasian alat tangkap, kualitas hasil tangkapan, kondisi fisik ikan, kualitas ikan hasil tangkapan sampingan, sumberdaya terjaga kelangsungannya, jenis ikan yang dilindungi terjaga, dan tanggapan masyarakat terhadap alat tangkap sero dan bagan perahu. Data tersebut dianalisis menurut presentasi tingkat keramahan lingkungan setiap alat tangkap yang digunakan, yaitu: 80% (sangat ramah lingkungan), 50 – 80% (ramah lingkungan), 25 – 50% (kurang ramah lingkungan), dan 25% (tidak ramah lingkungan). Hasil penelitian menunjukan bahwa kedua alat tangkap sero dan bagan perahu yang digunakan nelayan termasuk alat tangkap ramah lingkungan. Walaupun demikian, bagan perahu menunjukan lebih ramah dengan skor masing-masing 73,33% dan 88,33%.

Keywords

Collaboration network of the authors

35 authors · 59 co-authorship links · 1 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Jordan University of Science and Technology
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Yusnaini YusnainiUniversitas Halu Oleo3
Asriyana AsriyanaUniversitas Halu Oleo2
Naslina AliminaUniversitas Halu Oleo2
Muhammad Irfan BasriUniversitas Halu Oleo1
Ari Sandy MuchtarUniversitas Halu Oleo1
Zul ChaidirUniversitas Halu Oleo1
Yustika Intan PermatahatiAffiliation unknown1
La Ode Muh. BasriUniversitas Halu Oleo1
La AnadiUniversitas Halu Oleo1
Andi Sry H.W. DopuUniversitas Halu Oleo1
Muhtar MuhtarAffiliation unknown1
Rosmiati RosmiatiAffiliation unknown1
Dasmin SiduAffiliation unknown1
Muis MuisAffiliation unknown1
La RiandaAffiliation unknown1
La HadifaAffiliation unknown1
Sulfa SulfaAffiliation unknown1
Wa Ode ReniAffiliation unknown1
. EmiyartiAffiliation unknown1
Wardha IsjayantiAffiliation unknown1
Salwiyah SalwiyahAffiliation unknown1
Maniati ManiatiAffiliation unknown1
Halili HaliliUniversitas Halu Oleo1
Siti Nurhajja TasidaleAffiliation unknown1
. AsriyanaAffiliation unknown1
Exfar Alli RidwanAffiliation unknown1
Luluk SantikaAffiliation unknown1
Rajab NadiaAffiliation unknown1
Andi Irwan NurAffiliation unknown1
Suharni SuharniAffiliation unknown1
Ahmad MustafaJordan University of Science and Technology1
Atni KadirAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tinjauan Penerapan Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) pada Alat Tangkap Sero dan Bagan Perahu di Perairan Tondonggeu, Kendari</dc:title>
	<dc:creator>Marni, Marni</dc:creator>
	<dc:creator>Sara, La</dc:creator>
	<dc:creator>Tadjuddah, Muslim</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bagan perahu, Code of Conduct for Responsible Fisheries, Sero</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengelolaan sumberdaya perikanan berkelanjutan merupakan salah satu alternatif mengatasi dampak krisis ekonomi nasional di Indonesia. Penggunaan alat tangkap ikan yang menerapkan prinsip-prinsip Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) yang sudah diterapkan secara luas dapat menjadi cara mempertahankan populasi sumberdaya perikanan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis alat tangkap ikan sero dan bagan perahu yang dipakai nelayan sesuai kriteria CCRF di perairan Tondonggeu. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengamatan langsung yang dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2018. Data yang dikumpulkan meliputi jenis ikan, ukuran panjang ikan, daerah penangkapan ikan, metode pengoperasian alat tangkap, riwayat cidera yang pernah diderita nelayan dalam pengoperasian alat tangkap, kualitas hasil tangkapan, kondisi fisik ikan, kualitas ikan hasil tangkapan sampingan, sumberdaya terjaga kelangsungannya, jenis ikan yang dilindungi terjaga, dan tanggapan masyarakat terhadap alat tangkap sero dan bagan perahu. Data tersebut dianalisis menurut presentasi tingkat keramahan lingkungan setiap alat tangkap yang digunakan, yaitu:  80% (sangat ramah lingkungan), 50 – 80% (ramah lingkungan), 25 – 50% (kurang ramah lingkungan), dan  25% (tidak ramah lingkungan). Hasil penelitian menunjukan bahwa kedua alat tangkap sero dan bagan perahu yang digunakan nelayan termasuk alat tangkap ramah lingkungan. Walaupun demikian, bagan perahu menunjukan lebih ramah dengan skor masing-masing 73,33% dan 88,33%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-07-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/article/view/13487</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jsipi.v4i2.13487</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation); Vol 4, No 2 (2020): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN; 53-62</dc:source>
	<dc:source>2502-3276</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jsipi.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/article/view/13487/9407</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Marni Marni, La Sara, Muslim Tadjuddah</dc:rights>
</oai_dc:dc>